Showing posts with label pelajaran. Show all posts
Showing posts with label pelajaran. Show all posts

Wednesday, October 26, 2016

Peranan Lembaga Sosial dan Fungsi Lembaga Dalam Pengendalian Sosial

Peranan Lembaga Sosial dan Fungsi Lembaga Dalam Pengendalian Sosial

Peranan lembaga sosial dan fungsi lembaga dalam pengendalian sosial. Pengendalian sosial yaitu proses terencana atau tidak yang memaksakan individu untuk menyesuaikan dengan kebiasaan dan nilai – nilai kehidupan kelompoknya. Agar pengendalian ini berjalan secara afektif maka diperlukan lembaga yang mengatur perilaku dalam anggota masyarakat. Dan tentunya setiap pranata tersebut memiliki tugas untuk mengawasi dan juga mengendalikan orang – orang yang berperilaku tidak sesuai dengan norma yang berlaku, serta menyadarkan agar bertindak sesuai dengan norma yang berlaku. Lembaga adalah seperangkat aturan yang diciptakan untuk mengatur hubungan antar suatu kelompok. Ciri pranata sosial yaitu mempunyai alat – alat perlengkapan untuk mencapai tujuan dan merupakan suatu organisasi dari pola – pola pemikiran maupun perilaku.

A. Peranan lembaga pengendalian sosial


Setiap peranan lembaga pengendalian sosial ini pasti memiliki tujuan yang sama yaitu untu menyadarkan seseorang agar berperilaku sesuai dengan norma yang berlaku. lembaga – lembaganya terdiri dari sebagai berikut :

1. Polisi

Polisi adalah aparat resmi pemerintah yang bertanggung jawab dalam hal keamanan. Tindakan dari polisi bertujuan untuk mencegah dan mengatsi penegak disiplin hukum. Aparat polisi berwenang untuk penyuluhan hukum, penangkapan, pemeriksaan & penyidikan dan pengawasan kepada seseorang yang dituduh melakukan hal yang negatif. Misalnya polisi akan menangani kasus – kasus pencurian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dll. Dasar pelaksanaan polisi yakni norma hokum tertulis yang berupa undang – undang tertulis bentuk – bentuk pelanggaran dalam hokum tertulis.


2. Pengadilan

Pengadilan adalah salah satu lembaga sosial yang merupakan alternatif terakhir untuk para pelaku yang melakukan penyimpangan sosial dan tempat ini bertujuan untuk mengatasi kasus yang terjadi. Unsur – unsur yang terdapat dalam pengadilan yaitu hakim, jaksa, panitera, polisi dan pengacara. Pihak pengadilan bertugas untuk mengadili orang yang dicurigai melakukan kejahatan. Jaksa bertugas menuntut pelaku agar dijatuhi hukuman yang sesuai dengan peraturan yang berlaku. hakim bertugas menjatuhkan putusan berdasarkan data di pengadilan. Pengacara bertugas mendampingi pelaku untuk memberikan pembelaan.

3. Tokoh adat

Tokoh adat adalah aturan – aturan tidak tertulis yang dibuat dan disepakati oleh anggota kelompok masyarakat setempat. Adat berkaitan dengan kebiasaan yang bersifat religius tentang nilai – nilai budaya masyarakat tertentu. Dan tokoh adat berperan mengendalian sikap dan perilaku kelompoknya agar sesuai dengan norma adat yang berlaku. Tokoh adat sangat berperan penting dalam pengendalian sosial. Bentuk pengendalian hal ini bisa berupa penjatuhan sanksi yaitu denda, teguran atau pengucilan. Pengendalian adat dilakukan dengan cara musyawarah antar para tokoh adat. Melalui musyawarah ini bertujuan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan adat. Jika masalah dapat meresahkan masyarakat maka penanganannya dilakukan oleh aparat hukum tanpa melalui proses adat. Contohnya pembunuhan, pemerkosaan dan perampokan.

4. Tokoh agama

Tokoh agama merupakan seseorang yang memiliki pemahaman, penghayatan dan pengalaman yang luas tentang agamanya. Misalnya ulama, uztad, pebdeta, biksu dll. Tokoh agama ini sangat berpengaruh dalam lingkungan karena nilai dan norma yang ditanamkan berkaitan dengan perdamaian, kasih saying, menghargai dan mencintai. Pengendalian yang dilakukan tokoh agama ditujukan untuk menentang perbuatan yang tidak sesuai dengan nilai dan norma agama.

5. Tokoh masyarakat

Tokoh masyarakat adalah seorang individu yang memiliki kemampuan, pengetahuan, perilaku, dan kedudukan dalam masyarakat dll. Tokoh masyarakat dapat mencakup golongan pemuka agama, tokoh pemerintahan, ketua RT/RWm guru, sesepuh dll. Bentuk pengendalian yang dapat dilakukan tokoh masyarakat yaitu memberi pengawasan kepada warganya agar tidak melakukan pelanggaran dan memberikan sanksi kepada warga masyarakat apabila melakukan pelanggaran.

B. Fungsi lembaga

Fungsi dari beberapa lembaga diatas yaitu sebagai berikut :
  1. Menjaga persatuan dan kesatuan masyarkat yang bersnagkutan.
  2. Agar masyarakat mengadakan pengawasan terhadap perilaku anggota masyarakat.
  3. Agar masyarakat memiliki pedoman tentang sikap mereka yang tepat dalam berperilaku.

Nah, dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa pengendalian dalam masyarakat sangat diperlukan agar tidak ada perilaku yang menyimpang di dalam masyarakat. dan demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang peranan lembaga sosial dan fungsi lembaga dalam pengendalian sosial. Smoga bermanfaat bagi anda.

Saturday, October 15, 2016

Pengendalian Sosial Dalam Masyarakat Beserta Jenis – Jenisnya

Pengendalian Sosial Dalam Masyarakat Beserta Jenis – Jenisnya


Pengendalian sosial dalam masyarakat beserta jenis-jenisnya. Pengendalian sosial adalah proses terencana atau pun tidak yang memaksakan individu untuk menyesuaikan diri dengan kebiasan kehidupan kelompok. Pengendalian sosial ini berkaitan erat dengan nilai dan norma sosial yang dijadikan sebagai pedoman untuk hidup. Jika pengendalian sosial ini tidak diterapkan maka akan terjadi penyimpangan sosial. Pengendalian sosial ini dapat diartikan juga sebagai pengawasan dari suatu kelompok terhadap kelompok lain. Tujuan dari pengendalian sosial ini yaitu untuk menciptakan masyarakat yang damai dan teratur.


I. Sifat – sifat pengendalian sosial

A. Pengendalian sosial berdasarkan waktu

Pengendalian berdasarkan waktu ada 3 jenisnya diantaranya yaitu sebgai berikut :
  1. Pengendalian sosial prefentif, yaitu upaya pengendalian yang dilakukan sebelum terjadinya penyimpangan. Tujuan dari pengendalian prefentif yaitu untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam masyarakat.
  2. Pengendalian sosial represif, yaitu usaha untuk memulihkan keadaan seperti semula akibat terjadinya penyimpangan terhadap nilai dan norma yang ada di masyarakat. Tujuan dari pengendalian represif yaitu supaya keadaan menjadi pulih seperti smula.
  3. Pengendalian sosial gabungan, yaitu usaha untuk mencegah terjadinya penyimpangan prefentif dan memulihkannya (represif). Tujuan dari pengendalian gabungan ini yaitu agar perilaku seseorang tidak merugikan orang yang bersangkutan.

B. Pengendalian sosial berdasarkan formalitasnya
  1. Pengendalian resmi (formal), yaitu pengendalian yang dilakukan oleh lembaga – lembaga negara atau lembaga keagamaan. Lembaga negara bertugas untuk mengawasi masyarakat dalam mematuhi peraturan yang ada di negara. Sedangkan lembaga resmi keagamaan bertugas untuk mengetahui kekuatan masyarakat terhadap perintah agama yang berkaitan.
  2. Pengendalian tidak resmi (non formal), yaitu pengendalian yang dilakukan demi terpeliharanya peraturan yang tidak resmi milik masyarakat. pengendalian ini dibentuk oleh lembaga sosial dalam masyarakat dan pemimpinnya pun tidak diangkat secara resmi.
  3. Pengendalian institusional, yaitu pengendalian terhadap pola – pola perilaku dan norma – norma yang tidak saja mengawasi para anggota lembaga, tetapi juga warga masyarakat yang berada di luar lingkungan.
  4. Pengendalian berpribadi, yaitu pengendalian terhadap pengaruh baik buruknya perilaku yang dating dari orang – orang tertentu.

II. Unsur – unsur lembaga pengendalian sosial
  1. Pengendalian kelompok dengan kelompok. Pengendalian ini dilakukan dimana salah satu kelompok mengawasi kelompok lainnya, sehingga kelompok lain tidak melakukan penyimpangan.
  2. Pengendalian kelompok dengan anggotannya. Pengendalian yang terjadi apabila suatu kelompok menentukan perilaku para anggotannya agar tidak melakukan penyimpangan.
  3. Pengendalian individu dengan kelompok. Pengendalian ini terjadi apabila seseorang menginginkan kelompok agar sesuai dengan keinginan masyarakat.
  4. Pengendalian individu dengan individu lainnya. Pengendalian ini terjadi apabila seseorang melakukan pengawasan terhadap individu lainnya agar tidak melakukan penyimpangan.

III. Faktor penyebab terjadinya penyimpangan di masyarakat
  1. Adanya nilai – nilai sosial yang tidak baik sehingga tidak dapat memberikan kepuasan pihak tertentu.
  2. Manusia tidak dapat bertindak adil secara mutlak terhadap semua individu.
  3. Adanya perbedaan kepntingan sehingga terjadi konflik.

IV. Fungsi pengendalian sosial
  1. Mempertebal keyakinan masyarakat terhadap norma sosial.
  2. Memberikan imbalan kepada warga yang menaati norma.
  3. Mengembangkan rasa takut untuk tdk melakukan perbuatan yg dinilai beresiko.
  4. Menciptakan sistem hukum (aturan yang disusun secara resmi dan disertai sanksi).

V. Jenis – jenis lembaga pengendalian sosial
  1. Lembaga keluarga. Keluarga adalah lembaga yang paling utama untuk melakukan pengendalian terhadap penyimpangan sosial. (ayah dan ibu serta anggota keluarga).
  2. Lembaga pendidikan. Pendidikan adalah lembaga yang paling berperan penting dalam melakukan pengendalian terhadap penyimpangan sosial. (sekolah dan luar sekolah).
  3. Lembaga keagamaan. Keagamaan adalah lembaga yang memiliki pemahaman yang luas tentang agama dan pengaruhnya dalam melakukan pengendalian terhadap penyimpangan sosial. ( peribadahan, ponpes).
  4. Lembaga hukum. Hukum adalah lembaga yang berperan penting terhadap peraturan negara dalam melakukan pengendalian. (pengadilan dan kejaksaan).
  5. Lembaga keamanan. Keamanan adalah lembaga resmi dari pemerintah untuk menertibkan keamanan dalam pengendalian sosial. (TNI dan POLRI).
  6. Lembaga adat. Adat adalah lembaga yang berperan menegakkan aturan adat di masyarakat dalam melakukan pengendalian terhadap perilaku yang menyimpang. (ketua suku, UU tidak tertulis).
  7. Lembaga tokoh masyarakat. Tokoh masyarakat adalah lembaga yang mempunyai pengaruh besar dalam suatu masyarakat dalam melakukan pengendalian terhadap perilaku yang menyimpang. (tokoh karismatik).

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang pengendalian sosial dalam masyarakat berserta jenis – jenisnya. Semoga bermanfaat bagi anda.

Friday, October 14, 2016

Konsekuensi dari Diferensiasi Sosial

Konsekuensi dari Diferensiasi Sosial


Konsekuensi dari diferensiasi sosial. Diferensiasi sosial adalah perbedaan penduduk atau masyarakat dalam garis horizontal. Sehingga didalam diferensiasi semuanya sejajar tidak ada kelas – kelas tertentu. Diferensiasi ini banyak sekali bentuk – bentuknya dan bermacam – macam. Dan adanya diferensiasi dalam masyarakat ini akan membawa banyak konsekuensi atau pengaruh dalam masyarakat. Pengaruh tersebut dapat berupa sesuatu yang bernilai positif atau pun negatif.

Macam – macam konsekuansi dari diferensiasi yaitu sebagai berikut :

1. Interseksi ( intersection )

Interseksi yaitu gambaran persilangan keanggotaan antara individu – individu dalam masyarakat yang majemuk. Interseksi ini bisa terjadi dari berbagai macam suku, agama, jenis kelamin dalam suatu kelompok masyarakat. Interseksi ini dapat dibentuk dari interaksi sosial yang berjalan secara menerus. Contoh dari interseksi yaitu pada peristiwa haji di kota mekah yang sering ditayangkan di TV. Para jemaah haji tersbeut tidak hanya dari Indonesia saja, melainkan dari berbagai penjuru dunia. Dan tentunya terdapat berbagai macam ras – ras yang berbeda. Keanggotaan masyarakat yang saling menyilang akan menimbulkan terjadinya loyalitas yang juga saling menyilang. Interseksi berfungsi positif, karena dengan adanya saling menyilang dalam keanggotaan masyarakat yang berbeda akan melahirkan suatu integrasi.

Saluran interseksi
  1. Bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia disebut lingua franca yang artinya bahasa dapat menyatukan individu – individu dan kelompok – kelompok yang memiliki khasanah budaya beragam. Bahasa Indonesia memiliki kelebihan yaiyu tidak membedakan individu berdasarkan tingkatan sosial dan mudah didapat & dipelajari oleh seluruh bangsa Indonesia.
  2. Ekonomi. Di pasar masyarakat saling bertemu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sedangkan di industri masyarakat akan saling berinteraksi dan melakukan kerjasama sehingga akan menyebabkan terjadinya interseksi.
  3. Transportasi. Di pelabuhan, terminal, bandara dan stasiun memungkinkan akan terjadinya interseksi dari berbagai daerah.
  4. Sosial. Melalui jalur perkawinan amalgamasi akan menyebabkan timbulnya interseksi, begitu juga program transmigrasi.
  5. Politik. Hubungan 2 negara akan menyebabkan terjadinya interseksi dan bisa untuk mempererat rasa persaudaraan antar ras dan bangsa.

2. Konsolidasi sosial ( social consolidation )

Konsolidasi adalah penggabungan beberapa keanggotaan dengan menguatkan sifat – sifat keanggotaan dalam suatu kelompok tersebut. Contoh dari konsolidasi yaitu konsolidasi antara status dan asal daerah, misalnya ikatan mahasiswa Yogya dengan Kudus.

Dampak positif konsolidasi : akan meningkatkan solidaritas antar kelompok
Dampak negatif konsolidasi : terjadinya konflik.
Konsolidasi sosial cenderung akan menghambat proses integrasi sosial dalam masyarakat.

3. Mutual akulturasi

Mutual artinya proses yang saling menguntungkan antara kedua pihak dalam proses interaksi. Sedangkan akulturasi adalah percampuran 2 kebudayaan atau lebih namun tidak meninggalkan kebudayaan yang lama. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keberagaman dalam masyarakat yang melibatkan berbagai unsur-unsur sosial maupun budaya akan saling memberikan manfaat.

4. Primordialisme (primordialism)

Primordialisme adalah suatu pandangan atau paham yang menunjukkan sikap loyalitas yang berlebihan. Sebab munculnya gejala primordialisme yaitu adanya sesuatu yang dianggap istimewa oleh individu dalam suatu kelompok. Primordialisme memiliki segi positif yaitu nilai – nilai dan budaya local akan tetap terpelihara. Dan segi negatifnya yaitu dapat terjadi konflik.

5. Ethosentrisme (enthocentrism)

Ethosentrisme adalah suatu sikap menilai kebudayaan masyarakat lain dengan menggunakan ukuran – ukuran yang berlaku di masyarakat. Sikap enthosentrisme berpandangan bahwa kebudayaan sendiri merupakan paling baik, namun kebudayaan masyarakat lain di pandang lebih rendah.  Ethosentrisme ini merupakan perwujudan dari sikap primordialisme yang berlebihan.

Ethosentrisme memiliki segi positif yaitu dapat mempertinggi semangat nasionalisme dan patriotism, dapat meneguhkan cinta tanah air dan dapat menjaga keutuhan budaya yang ada. Sedangkan segi negatifnya yaitu menghambat hubungan antar bangsa dan menghambat proses asimilasi & integrasi.

6. Politik aliran / sectarian (sectarian policy)

Politik aliran adalah keadaan dimana sebuah kelompok atau organisasi tertentu dikelilingi oleh sejumlah organisasi massa, baik itu formal atau non formal. Tentunya dalam masyarakat terdapat beraneka ragam partai politik yang ada. Aliran ini dimanfaatkan individu untuk memenuhi kepentingan. Dalam masyarakat jawa terdapat 3 golongan menurut Clifford Geertz yaitu golongan santri, golongan priyayi, dan golongan abangan.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang konsekuensi dari diferensiasi sosial. Semoga bermanfaat bagi anda.

Tuesday, October 11, 2016

Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial Dalam Suatu Masyarakat

Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial Dalam Suatu Masyarakat


Bentuk-bentuk mobilitas sosial dalam suatu masyarakat. Mobilitas berasal dari  kata latin mobilis yang artinya dapat dipindahkan atau gerak. Adanya kata tambahan sosial pada mobilitas sosial berarti kata tersebut menekankan pada aspek kemasyarakatan yang melibatkan seseorang ada dalam masyarakat. Sehingga mobilitas sosial adalah gerak perpindahan dari status sosial yang satu ke status yang lain. Bentuk – bentuk mobilitas sosial yaitu sebgai berikut :

A. Mobilitas sosial vertikal (vertical social mobility)

Mobilitas sosial vertikal yaitu perpindahan status seseorang pada lapisan yang berbeda. Pada mobilitas sosial ini terjadi perpindahan yang tidak sama, yaitu bergerak naik atau turun dari strata satu ke strata yang lain. Mobilitas sosial vertikal ada 2 macam bentuk yaitu :
  1. Masuknya individu yang semula mempunyai kedudukan yang lebih rendah ke lapisan yang lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah tersedia
  2. Menggantikan kedudukan yang semula kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
Mobilitas sosial dibagi menjadi 2 macam yaitu mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal turun (social sinking).
  1. Social Climbing, yaitu perpindahan kedudukan seseoramg dari lapisan yang rendah ke lapisan yang lebih tinggi. Penyebab social climbing yaitu untuk melakukan peningkatan prestasi kinerja dan untuk menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
  2. Social Sinking, yaitu perpindahan kedudukan seseorang dari lapisan yang tinggi ke lapisan yang lebih rendah. Proses social sinking seringklai menimbulkan gejoalk psikis bagi seseorang karena ada perubaha pada hak dan kewajiban. Penyebab social sinking yaitu akan memasukki masa pensiun dan berbuat kesalahan yang fatal.

B. Mobilitas sosial horizontal (horizontal social mobility)

Mobilitas sosial haorizontal adalah perubahan yang di alami seseorang pada lapisan yang sama, tanpa mengubah tinggi rendahnya kedudukan semula. Factor penyebab terjadinya mobilitas sosial horizontal yaitu :
  • Alasan faktor ekonomi. Seseorang beralih pekerjaan yang sederajat dengan tujuan untuk dapat keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang sebelumnya.
  • Alasan faktor keamanan. Seseorang yang pindah dari wilayah satu ke wilayah lain dikarenakan adanya perubahan struktur wilayah tersebut. Gunanya untuk melakukan keamanan diri.
  • Alasan dengan nafkah hidup. Seseorang yang bekerja di suatu wilayah mereka hidupnya tidak pernah menetap, sehingga mereka akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain

C. Mobilitas sosial antargenerasi

Mobilitas sosial antargenerasi adalah perpindahan status sosial seseorang yang terjadi antar generasi atau lebih. Mobilitas ini terjadi karena adanya perubahan status sosial dalam keluarga. Mobilitas ini mengacu pada perbedaan status yang dapat dicapai seseorang yang telah dimiliki keluarganya sendiri dibandingkan dengan status sosial yang dimiliki orang tuanya. Mobilitas sosial ada 2 macamnya yaitu :
  1. Mobilitas intergenerasi, yaitu peralihan status yang dimiliki seseorang yang terjadi diantara beberapa generasi. Pada suatu keluarga pasti memiliki status yang beda – beda. Dalam mobilitas intergenerasi ini memiliki 2 bentuk yaitu mobilitas intergenerasi yang naik dan mobilitas intergenerasi yang turun.
  2. Mobilitas intragenerasi, yaitu peralihan status yang dimiliki seseorang yang terjadi dalam satu generasi yang sama.  Mobilitas ini hanya terjadi pada generasi yang sama. Jika dalam keluarga memiliki seorang anak yang banyak pasti tersebut anak tersebut akan berbeda – beda status sosialnya. Dalam mobilitas intragenerasi ini juga terdapat gerak naik turun.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang bentuk – bentuk mobilitas sosial dalam suatu masyarakat. Semoga bermanfaat bagi anda.

Wednesday, October 5, 2016

Periodesasi Kebudayaan Zaman Batu Muda dan Zaman Batu Besar

Periodesasi Kebudayaan Zaman Batu Muda dan Zaman Batu Besar


Periodesasi kebudayaan zaman batu muda dan zaman batu besar. Periodesasi yaitu tahap perkembangan kebudayaan masyarakat pada zaman prasejarah. Pada kesempatan ini saya akan membahas periodesasi kebudayaan zaman batu muda (neolitikum) dan zaman megalitikum. zaman megalitikum ini banyak hasil kebudayaannya berupa batu besar yang sering digunakan untuk kegiatan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Sedangkan pada zaman batu muda manusia sudah dapat memproduksi makanan sendiri dan itu merupakan revolusi manusia. Peninggalan kebudayaan berupa alat – alat pun tidak cukup banyak pada zaman batu muda ini. Sedangkan pada zaman megalitikum alat – alat hasil kebudayaannya cukup banyak, dibandingkan pada zaman batu muda.

1. Zaman batu muda (neolitikum)

Pada masa ini perkembangan manusia sudah sangat maju dibandingkan pada masa sebelumnya. Karena manusia pada zaman ini sudah mulai menghasilkan makanan sendiri (food producing). Artinya bahwa manusia pada zaman ini sudah tinggal menetap dan bercocok tanam. Alat – alat pada zaman batu muda sudah halus, karena sudah mengenal teknik mengasah. Contoh hasil kebudayaan pada zaman batu muda :
  1. Kapak persegi, yaitu kapak yang bentukya memanjang. Daerah penemuan alat ini yaitu diantaranya Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dll. Kegunaan alat ini yaitu untuk keperluan perlengakapan uapacara.
  2. Kapak lonjong, yaitu kapak yang berbentuk lonjong pada penampangnya. Tetapi pada ujungnya lancip ditempatkan tangkai. Kapak lonjong ini ada 2 macam yaitu Kleinbeil disebut kapak yang berukuran kecil. Sedangkan kapak yang berukuran besar yaitu disebut dengan Walzenbeil. Kegunaan alat ini yaitu untuk kepentingan upacara. Tempat penemuan kebanyakan di Indonesia Bagian Timur yaitu Sulawesi, Flores, Maluku dll.
  3. Gerabah. Selain kedua alat di atas ada juga alat gerabah yang sering di gunakan untuk keperluan upacara juga. Atau bahkan untuk hiasan. Tempat penemuan gerabah ini yaitu di Jawa, Sumatra, Sulawesi.
Jadi intinya dari beberapa alat di atas kebanyakan digunakan untuk keperluan upacara sehari – hari. Manusia pendukung pada zaman batu muda yaitu bangsa proto melayu ( melayu tua) yang muali ada pada 2000 SM. Kepercayaan masyarakat pada zaman batu muda yaitu percaya pada roh – roh yang berkekuatan alam gaib dan benda yang memiliki kekuatan gaib.

2. Zaman batu besar (megalitikum)

Pada zaman megalitikum disebut kebudayaan batu besar karena pada saat itu batu yang dihasilkan berukuran besar. Yang digunakan untuk kegiatan keagamaan penghormatan dan pemujaan terhadap leluhur. Hasil – hasil kebudayaan megalitikum memberikan mengenalkan kita pada perkembangan kepercayaan, terutama pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Contoh hasil kebudayaan megalitikum :
  1. Menhir, yaitu tugu batu yang terbuat dari batu tunggal sebagai tanda melambangkan arwah nenek moyang. Sehingga menhir menjadi benda pemujaan. Fungsi dari menhir ini yaitu sebagai tempat untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Menhir ini banyak ditemukan di Pasemah, Sumatra Selatan.
  2. Punden berundak, yaitu bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang bentuknya bertingkat – tingkat. Punden berundak banyak ditemukan didaerah sukabumi, Jabar.
  3. Dolmen, yaitu meja batu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sesaji.
  4. Sarkofagus, yaitu peti jenazah yang terbentuk seperti lesung tapi memiliki tutup yang digunakan untuk menyimpan mayat. Sarkofagus sama halnya dengan keranda. Tempat penemuan sarkofagus yaitu Bali dan Sumbawa Barat.
  5. Kubur peti batu, yaitu peti jenazah yang terpendam di dalam tanah dan berbentuk persegi panjang. Kubur peti batu banyak ditemukan di Kuningan, Jabar.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang periodesasi kebudayaan zaman batu muda dan  zaman batu besar. Semoga bermanfaat bagi anda.

Sunday, October 2, 2016

Ciri – Ciri Sosial Masyarakat Pada Masa Berburu dan Bercocok Tanam

Ciri – Ciri  Sosial Masyarakat Pada Masa Berburu dan Bercocok Tanam

Ciri-ciri sosial masyarakat pada masa berburu dan bercocok tanam. Perkembangan manusia pada zaman dahulu mengalami beberapa tahap (periodesasi) yaitu diantaranya mulai dari masa berburu dan bercocok tanam. Masyarakat berburu pada zaman dahulu umumnya hidup berpindah – pindah sesuai dengan keadaan alam berdasarkan ketersediaan makanan di tempat satu dengan tempat lainnya. Sedangkan pada saat masa bercocok tanam masyarakat sudah mulai berkembang dalam berpikir sehingga dapat mempertahankan hidupnya dengan cara sudah mampu memproduksi bahan makanan sendiri dan tinggalnya sudah menetap tidak berpindah pindah lagi.

1. Masyarakat pada masa berburu (food gathering)

Pada masa ini keadaan alam belum stabil dan kondisinya masih berubah – ubah. Sehingga mengakibatkan perkembangan kebudayaannya masih begitu lambat. Masyarakat berburu masih sangat tergantung pada alam sekitar dan tinggalnya pun di alam terbuka. Manusia pendukung pada masa ini yaitu : Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Soloensis dan Homo Wajakensis.

a. Ciri – ciri sosial
  1. Hidupnya mengelompok
  2. Hidupnya berpindah – pindah
  3. Tinggal di alam terbuka (gua – gua dekat sungai)
  4. Terjadi pembagian kerja antara laki – laki dan perempuan. Laki – laki bertugas berburu, sedangkan perempuan menjaga anak.
  5. Konsep perkawinan yang tidak begitu jelas.
b. Ciri – ciri budaya dan teknologi
  • Masyarakat berburu membuat peralatan hidup dari batu tulang dan kulit kayu
  • Sudah membuat perhiasan sangat primitif yaitu dengan merangkai kulit kerang.
Benda – benda hasil kebudayaan berburu yaitu sebagai berikut :

1. Kapak perimbas

Kapak yang tidak memiliki tangkai dan digunakan dengan menggenggam. Penemuan kapak ini yaitu di daerah Punung (kab Pacitan) oleh Von Koeningswald (1935).

2. Alat serpih

Bentuk alat serpih ini sangat sederhana dan biasa digunakan sebagai pisau atau alat penusuk. Alat ini di temukan oleh Von Koeningswald (1934) di Sangiran.

3. Flakes

Alat ini seperti kapak gengam tapi bentuknya kecil. Orang dahulu tinggal gua – gua sebagai tempat tinggal. Tempat tinggal di gua – gua disebut Abris Sous Roche yang banyak di temukan di Leang – leang Sulawesi Selatan. Selain itu juga di temukan tumpukan kulit kerang yang menggunung yang di sebut dengan Kjokkenmoddinger. Yang menunjukkan masyarakat dulu tinggal di tepi pantai.

4. Alat – alat tulang

Pembuatan alat tulang ini diperoleh dari tulang – tulang binatang hasil buruannya. Yang dibuat untuk dapat membantu usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

c. Ciri kehidupan ekonomi

Masyarakat berburu hidupnya masih bergantung pada alam dan berkelompok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tempat tinggal mereka pun tidak menetap atau berpidah – pindah.

d. Kepercayaan

Pada masa berburu masyarakatnya mengenal penguburan mayat orang yang sudah meninggal berarti masyarakat tersebut sudah mengenal kepercayaan tentang hubungan antara orang hidup dengan orang yang sudah meninggal.

2. Masyarakat pada masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam ini manusia sudah dapat mempertahankan hidupnya. Sehingga manusia tersebut sudah menetap di suatu tempat. Masa bercocok tanam ini manusia sudah mulai membuka perladangan dengan membersihkan hutan dan menanaminya atau yang disebut dengan berhuma. Dengan cara ini mereka memproduksi makanan dasar utama untuk hidup menetap.

a. Ciri sosial

Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam sudah mengalami peningkatan yang begitu pesat. Kehidupan masyarakat yang berbeda dari sebelumnya yaitu manusia sudah mengenal bekerja sama secara gotong royong.

b. Ciri hasil budaya
  1. Alat batu, gerabah dan perhiasan. Peralatan yang di buat dari batu ini digunakan untuk membantu manusia dalam mempertahankan hidup.
  2. Bangunan megalithikum. Bagunan yang dibangun untuk kegiatan religius yaitu berdasarkan kepercayaan adanya hubungan antara alam fana dengan alam baka.
c. Ciri ekonomi

Dalam masa bercocok tanam ini masyarakat mengenal tukar menukar barang dengan barang atau di sebut dengan sistem barter. Dengan adanya sistem ini terciptalah pasar sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli.

d. Kepercayaan

Masyarakat pada masa bercocok tanam sudah beranggapan terhadap pemberian penghormatan terakhir pada orang yang telah meninggal. Dan kepercayaan ini terus berkembang dari zaman  ke zaman.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang ciri sosial masyarakat berburu dan bercocok tanam. Semoga bermanfaat bagi anda.

Tuesday, September 13, 2016

Konsep – Konsep Tentang Realitas Sosial (Hubungan Kemasyarakatan) Dalam Sosiologi

Konsep – Konsep Tentang Realitas Sosial (Hubungan Kemasyarakatan) Dalam Sosiologi


Konsep-konsep tentang realitas sosial (hubungan kemasyarakatan). Manusia pada dasarnya memiliki kemampuan untuk memenuhi semua kebutuhan hidupnya. Sehingga manusia akan saling berinteraksi antara manusia satu dengan yang lainnya. Maka terbentuklah suatu kesatuan dalam masyarakat tersebut. Jadi dalam masyarakat tercipta adanya realitas sosial dalam masyarakat. Realitas sosial adalah suatu kenyataan yang dapat kita lihat dalam kehidupan kemasyarakatan sehari – hari sebagai akibat dari keinginan manusia untuk bersatu dengan manusia yang lainnya. Dalam sosiologi tidak memandang sebuah kejadian tetapi hanya berdasarkan yang nampak saja melainkan sampai ke bagian fakta yang tersembunyi di balik sebuah fenomena sosial. Fenomena sosial adalah suatu gejala yang muncul di masyarakat dan dapat disaksikan oleh panca indera manusia serta dinilai secara ilmiah.

Realitas sosial adalah suatu kenyataan yang dapat dilihat dalam kehidupan sehari – hari sebagai akibat dari keinginan manusia yang bersatu dengan manusia lainnya.

1. Menurut Emilie Durkheim, realitas sosial berlangsung melalui beberapa tahap yaitu :
  • Pengenalan adalah suatu hal baru yang diwujudkan dalam bentuk ajaran yang diperkenalkan oleh seseorang secara langsung atau pun tidak langsung melalui komunikasi dan interaksi sosial sehingga dapat dipahami oleh setiap anggota masyarakat.
  • Order adalah suatu nilai atau ajaran yang di akui serta dipatuhi seluruh anggota masyarakat yang ada didalamnya.
  • Keajegan adalah kondisi masyarakat yang secara tetap dan teratur dalam melaksanakan nilai – nilai atau ajaran – ajaran yang ada.
  • Pola adalah suatu nilai yang telah tetap dan teratur dan dijadikan modal untuk ditiru oleh setiap anggota masyarakat.
2. Bentuk – bentuk realitas sosial

Relaitas sosial terbentuk karena hasil dari kehidupan sosial manusia sehari – harinya. Bentuk – bentuk realitas sosial yaitu sebagai berikut :

a. Keluarga

Dalam arti sempit, keluarga adalah kesatuan sosial terkecil dalam masyarakat. Dalam arti luas, keluarga adalah kelompok orang yang dipersatukan dalam pernikahan yang membentuk satu rumah tangga dan saling berkomunikasi dan juga berinteraksi satu sama lain. Keluarga dapat di bedakan menjadi 2 yaitu keluarga luas (extended family) yang terdiri dari kakek, nenek, ayah, ibu, anak – anak dan semua cucu yang ada dalam satu rumah. Dan keluarga inti (nuclear family) yang terdiri dari ayah, ibu dan anak – anak yang belum nikah.

b. Kekerabatan

Kekerabatan adalah kesatuan sosial yang anggota – anggotanya mempunyai buhungan pertalian darah. Sistem kekerabatan yang umum berlaku adalah :
  1. Bilateral / parental. Bahwa suatu anggota kelompok kekerabatan ditentukan melalui garis keturunan ayah dan ibu secara bersama – sama. Dalam sistem bilateral ini kedudukan pria dan wanita sama. Contoh masyarakat yang melakukan sistem ini yaitu Jawa, Dayak dan Melayu.
  2. Unilateral / unilateral. Bahwa suatu anggota kelompok kekerabatan ditentukan melalui garis keturunan salah satu pihak yaitu antara pihak ayah atu ibu. Jika ditarik dari pihak ayah disebut dengan Patrilineal (patri/pater). Sedangkan jika ditarik pada pihak ibu disebut dengan Matrilineal (matri/mater). Contoh masyarakat yang melakukan sistem ini yaitu Batak, Makassar dan Minangkabau.

Sistem Kekerabatan
Sistem Kekerabatan

c. Perkumpulan

Perkumpulan adalah satu kesatuan sosial yang didasarkan oleh adanya kesamaan kepentingan. Syarat dari sebuah perkumpulan yaitu :
  1. Adanya sistem interaksi antar anggota.
  2. Adanya norma yang menagtur interaksi.
  3. Tempat sebagai kesatuan dari individu yang kadang berkumpul.
d. Ketetanggaan

Ketetanggaan adalah satu kesatuan sosial yang atas orang – orang yang tempat tinggalnya berdekatan. Dalam kehidupan sehari – hari pasti kita membutuhkan pertolongan dari saudara dekat. Sehingga tetangga adalah saudara dekat kita walaupun tidak ada hubungan dara, namun tetangga yang selalu ada jika kita membutuhkan.

e. Persahabatan

Persahabatan adalah satu kesatuan sosial yang melibatkan orang – orang yang berhubungan akrab satu sama lain atas dasar perhatian dan kepentingan. Dalam hal ini bukan atas dasar saling cinta asmara. Tetapi cinta dalam hal kepentingan.

f. Saingan

Saingan adalah kelompok orang – orang yang terlibat dalam perebuatan sesuatu yang jumlahnya terbatas. Tanpa disertai pertentangan dan usaha saling menjatuhkan.

g. Masyarakat

Masyarakat adalah sekelompok orang yang menempati wilayah tertentu dan membina kehidupan bersama dalam berbagai aspek kehidupan atas dasar norma sosial tertentu dalam waktu yang cukup lama. Dalam masyarakat ini tidak dapat berdiri sendiri, tetapi erat hubungannya dengan lingkungan.

h. Suku bangsa

Suku bangsa adalah sekelompok manusia yang terikat oleh kesadaran dan kesatuan kebudayaan yang dikuatkan oleh kesatuan bahasa. Suku bangsa mempunyai ciri – ciri yaitu ukuran tubuh yang sama, warna kulit yang sama, bertempat tinggal yang sama dan cara penghidupan yang sama.

i. Badan internasional

Badan internasional adalah sebagai wadah kerjasama antar beberapa negara mengenai segi kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik dan hankam. Contohnya PBB, ASEAN, OPEC dll.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang konsep – konsep realitas sosial. Semoga bermanfaat bagi anda.

Saturday, September 10, 2016

Sosiologi Merupakan Ilmu Yang Mengkaji Tentang Perilaku Hubungan Masyarakat

Sosiologi Merupakan Ilmu Yang Mengkaji Tentang Perilaku Hubungan Masyarakat


Sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang perilaku hubungan masyarakat. Pada dasarnya sosiologi merupakan ilmu yang mengakaji tentang hubungan masyarakat dan lingkungannya. Sosiologi juga termasuk ilmu yang paling muda dari ilmu – ilmu sosial lainnya. Pada umumnya orang pertama kali secara tidak sadar ilmu sosiologi telah dipelajari. Karena orang tersebut telah menjadi anggota masyarakat dan juga telah mempunyai hubungan sosial antar manusia. Sejak lahir di dunia orang sudah saling berhubungan, berinteraksi dan juga bersosialisasi dengan lingkungan keluarga atau pun dengan kelompok sosial lainnya. Orang yang semakin dewasa ia akan lebih luas pergaulannya. Maka kita perlu menyadari bahwa budaya dan peradaban dewasa merupakan hasil perkembangan masa – masa yang silam. Secara umum sosiologi adalah ilmu yang mengakaji tentang interaksi manusia dengan manusia lain dalam suatu masyarakat atau kelompok sosialnya. Sehingga melahirkan nilai – nilai, norma dan kebiasan – kebiasan yang di anut dalam masyarakat atau kelompom sosial dan bersifat mengikat.

A. Sosiologi sebagai ilmu


Secara etimologis, sosiologi berasal dari bahasa latin “socius” yang artinya teman. Dan kata “logos” yang berasal dari Yunani yang artinya ilmu. Jadi sosiologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Atau bisa dikatakan sosiologi berbicara mengenai masyarakat. Pada abad ke 19, sosiologi dipopulerkan oleh filosof Perancis yang bernama AUGUSTE COMTE. Auguste Comte ini disebut sebagai bapak sosiologi. Karena ia yang pertama kali memakai istilah ilmu sosiologi dalam bukunya yang berjudul “Course De Philosphie Positive”. Dalam buku tersebut Auguste Comte mengemukakan pandangannya mengenai hukum kemajuan manusia ( hukum tiga jenjang). Hukum tiga jenjang yaitu sebagai berikut :
  1. Jenjang teologi yaitu tahap dimana manusia mengacu pada hal – hal yang bersifat ke tuhanan.
  2. Jenjang metafisika yaitu tahap dimana manusia mengacu pada kekuatan – kekuatan yang bersifat abstrak.
  3. Jenjang positip yaitu tahap dimana manusia sudah berfikir secara ilmiah.

B. Ciri – ciri sosiologi

Sosiologi merupakan salah satu ilmu yang mempelajari tentang masyarakat. Sosiologi juga merupakan ilmu pengetahuan. Pengetahuan (science) adalah apa yang ada didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indera manusia. Sedangkan ilmu merupakan buah pikiran manusia. Menurut Harry M Johson, sosiologi sebagai ilmu mempunyai ciri – ciri Sebagai berikut :
  1. Bersifat empiris artinya didasarkan pada observasi dan akal sehat manusia.
  2. Bersifat teoritis artinya selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil observasi yang konkret di lapangan.
  3. Bersifat komulatif artinya teori – teori sosiologi fibentuk berdasarkan teori yang sudah ada, kemudian diperbaiki dan diperhalus.
  4. Bersifat non etis artinya dalam sosiologi bukan baik buruknya fakta namun menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

C. Sifat hakikat sosiologi

Menurut Soerjono Soekamto, sosiologi merupakan ilmu sosial yang murni, abstrak, rasional, empiris dan bersifat umum. Sehingga sosiologi mempunyai sifat dan hakikat sebagai berikut :
  1. Sosiologi merupakan ilmu sosial yang mempelajari tentang gejala – gejala kemasyarakatan. Dalam hal ini sosiologi berarti mengkaji tentang gejala – gejala di masyarakat.
  2. Sosiologi merupakan ilmu pengatahuan yang bersifat murni bukan ilmu pengatuhan terampil. Dalam hal ini sosiologi berarti ilmu pengatahuan yang sifatnya murni atau asli. 
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang bersifat abstrak bukan ilmu pengatahuan yang bersifat konkret. Dalam hal ini sosiologi berarti bersifat abstrak atau tidak nyata.
  4. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum bukan ilmu pengetahuan yang khusus. Dalam hal ini sosiologi berarti ilmu pengetahuan yang sifatnya umum tidak khusus.
  5. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional.

Dari sosiologi sebagai ilmu, ciri – ciri sosiologi dan sifat hakikat sosiologi dapat kita simpulkan bahwa sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan manusia di dalam kemasyarakatan yang sifatnya murni namun abstrak. Sosiologi sangat berguna dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam bermasyarakat timbul adanya interaksi dan interaksi merupakan salah satu wujud dari sosiologi. Dengan adanya interaksi manusia akan selalu menjaga keteraturan dalam kemasyarakatan. Sehingga akan melahirkan suatu nilai – nilai sosial, norma sosial atau kebiasan – kebiasaan yang mengwajibkan seluruh anggotanya tunduk pada nilai – nilai , norma atau kebiasaan yang ada dalam masyarakat tersebut. Dan juga mereka akan terikat pada nilai – nilai, norma atau kebiasaan tersebut.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang sosiologi merupakan ilmu yang mengkaji tentang perilaku hubungan masyarakat. Semoga bermanfaat bagi anda.

Monday, August 29, 2016

Memahami Bentuk – Bentuk Diferensiasi Sosial Dalam Fenomena Kehidupan

Memahami Bentuk – Bentuk Diferensiasi  Sosial Dalam Fenomena Kehidupan

Memahami bentuk-bentuk diferensiasi sosial dalam fenomena kehidupan. Difensiasi sosial berbeda dengan stratifikasi sosial. Pada stratifikasi sosial terdapat perbedaan suatu masyarakat secara vertikal atau bertingkat. sedangkan pada Diferensiasi merupakan perbedaan suatu masyarakat secara horizontal. Artinya diferensiasi tidak mengenal kelas yang bertingkat. Namun dalam diferensiasi dianggap sejajar. Pada dasarnya diferensiasi menunjukkan adanya keragaman dalam sebuah komunitas. Dapat ditinjau dari suku bangsa, ras, agama, profesi, klan dan jenis kelamin. Dari tinjauan tersebut menunjukkan adanya diferensiasi yang ada dalam masyarakat namun tidak memandang kelas – kelas sosial yang bertingkat.

A. Pengertian diferensiasi sosial ( social differentiation)

Diferensiasi sosial (kemajemukan masyarakat) merupakan perbedaan suatu masyarakat ke dalam kelompok – kelompok secara horizontal atau tidak bertingkat. Diferensiasi sosial berbeda dengan stratifikasi sosial. Karena pada startifikasi sosial perbedaan suatu masyarakat ke dalam kelompok – kelompok secara vertikal. Artinya dalam stratifikasi sosial struktur pengelompokannya ke dalam kelas – kelas. Namun stratifikasi sosial dan diferensiasi sosial memiliki persamaan yaitu sama – sama menunjukkan adanya keanekaragaman yang terjadi dalam suatu masyarakat. Walaupun terkadang menimbulkan beberapa masalah.

B. Faktor – faktor penyebab diferensiasi masyarakat Indonesia

Ada beberapa faktor yang meneyebabkan diferensiasi dalam masyarakat Indonesia yaitu sebagai berikut :
  1. Keadaan geografis Indonesia yang berupa negara kepulauan. Hal ini akan melahirkan berbagai ragam kebudayaan suku bangsa. 
  2. Indonesia terletak pada jalur strategis pelayaran dunia, yaitu berada di antara samudra hindia dan samudra pasifik. Hal ini dapat mempengaruhi terciptanya pluralitas agama dan ras. Namun yang paling menonjol yaitu agama.
  3. Perbedaan iklim dan struktur tanah antara daerah satu dengan daerah lain menyebabkan perbedaan mata pencaharian masyarakat. Hal ini menyebabkan kemajemukan regional.
Selain  ketiga faktor tersebut masih ada banyak lagi faktor – faktor yang lain. Diferensiasi tidak hanya memiliki faktor – faktor penyebabnya. Namun diferensiasi juga memiliki dampak positif dari faktor – faktor tersebut yaitu sebagai berikut :
  1. Memperkaya budaya bangsa.
  2. Menimbulkan daya tarik bagi wisatawan asing.
  3. Menjadi sumber motivasi dan inspirasi untuk masing – masing daerah.
  4. Menjadi sarana pergaulan antar kelompok.

C. Bentuk – bentuk diferensiasi sosial dalam masyarakat

Bentuk – bentuk diferensiasi ini banyak sekali. Diantaranya yaitu sebagai berikut :

a. Diferensiasi berdasarkan ras

Ras merupakan kelompok masyarakat yang memiliki ciri fisik yang sama. Manusia dibagi dalam 3 kelompok ras utama yaitu:
  1. Ras Mongoloid (berkulit kuning dan cokelat)
  2. Ras Negroid (berkulit hitam)
  3. Ras Kaukasoid (berkuli putih)
Indonesia sebagai negara kepulauan (archipelago) didiami oleh bermacam – macam subras, yaitu :
  • Negrito, yaitu suku bangsa Semang di Semenanjung Malaya.
  • Vendroid, yaitu suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan.
  • Neo Melanosoid, yaitu penduduk di kepulauan Kei dan Aru.
  • Melayu Tua (proto melayu) yaitu suku Batak, Toraja, Dayak.
  • Melayu Muda (deutro melayu ) yaitu Aceh, Minang, Bugis, Makassar, Jawa.
Ilmu yang mempelajari tentang ras manusia yaitu SOMATOLOGI. Perbedaan ras menyebabkan terjadinya perbedaan kebudayaan.

b. Diferensiasi berdasarkan suku bangsa

Suku bangsa merupakan kumpulan dari sistem kekerabatan yang luas sehingga memiliki ikatan pertalian darah yang berasal dari nenek moyang yang sama. Suku bangsa banyak memiliki perbadaan namun suku bangsa juga banyak memiliki persamaan diantaranya yaitu :
  1. Ciri fisik
  2. Bahasa daerah 
  3. Kesenian
  4. Adat istiadat
c. Diferensiasi berdasarkan agama

Agama merupakan suatu sistem yang mengenai kepercayaan dan praktek – praktek yang berhubungan dengan hal – hal yang suci. Di Indonesia terdapat 6 agama yaitu : Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konghucu. Ajaran agama inilah yang merupakan faktor pembeda dalam kelompok masyarakat. Masing – masing umat memiliki keyakinan yang kuat dari ajaran yang mereka anut. Umat masih dibagi menjadi golongan – golongan yang sempit. Contohnya : Cliford Geetz membagi masyarakat islam Jawa menjadi 3 golongan yaitu : golongan santri, golongan abangan, dan golongan priyayi.

d. Diferensiasi berdasarkan profesi

Profesi merupakan pekerjaan yang dimiliki seseorang sesuai dengan bidang keahliannya. Profesi berkaitan dengan suatu keterampilan yang khusus. Profesi dapat dikatakan diferensiasi  jika tidak ada perbedaan tinggi rendahnya profesi yang dijalankan seseorang. Namun profesi dapat dikatakan stratifikasi jika dilihat dari penghasilan seseorang yang diperoleh dan tinggi rendahnya kekuasaan. Maka profesi dapat dikatakan stratifikasi dan juga diferensiasi sosial.

e. Diferensiasi berdasarkan klan

Klan merupakan suatu kesatuan yang mempunyai pertalian darah terhadap anggota – anggotanya. Dalam masyarakat Indonesia terdapat 2 klan yakni berdasarkan garis keturunan ibu (matrilineal) contohnya pada masyarakat Minangkabau dan garis keturunan ayah (patrilineal) contohnya pada masyarakat Batak.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang memahami bentuk – bentuk diferensiasi sosial dalam fenomena kehidupan. Semoga bermanfaat bagi anda.

Thursday, August 25, 2016

Memahami Bentuk – Bentuk Stratifikasi Sosial Dalam Fenomena Kehidupan

Memahami Bentuk – Bentuk Stratifikasi Sosial Dalam Fenomena Kehidupan

Memahami bentuk-bentuk stratifikasi sosial dalam fenomena kehidupan. Stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (bahasa latin) yang artinya lapisan. Stratifikasi sosial adalah perbedaan suatu masyarakat ke dalam kelas – kelas yang bertingkat. Stratifikasi sosial merupakan pengelompokan suatu masyarakat secara vertikal. Stratifikasi sosial di wujudkan adanya kelas atas, kelas menengah dan kelas bawah. Artinya orang yang memiliki kekayaan, kekuasaan, kehormatan dan pendidikan yang tinggi ia akan menempati kelas atas atau sebaliknya. Stratifikasi ini dibentuk dalam masyarakat karena adanya sesuatu yang dihargai dalam suatu masyarakat.

A. Bentuk – Bentuk Stratifikasi Sosial


Ada 3 bentuk – bentuk stratifikasi sosial yaitu :


1. Pelapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi
Pelapisan sosial berdasarkan kriteria ekonomi yaitu perbedaan suatu masyarakat berdasarkan pada kekayaan atau sumber pendapatanya. Perbedaan ini disebut dengan kelas sosial. Kelas sosial ada 3 yaitu :
  1. Kelas atas (upper class). Dalam kelas atas ini terdiri dari orang – orang kaya yang sudah dapat memenuhi kebutuhan primernya, atau bahkan secara berlebihan.
  2. Kelas menengah (middle class). Dalam kelas menengah ini terdiri dari orang – orang yang berkecukupan dan sudah bisa memenuhi kebutuhan pokoknya.
  3. Kelas bawah (lower class). Dalam kelas bawah ini terdiri dari orang – orang yang belum bisa memenuhi kebutuhan primernya.
Tingkatan Masyarakat Ekonomi
Tingkatan Masyarakat Ekonomi

Dikelas atas jumlahnya cenderung lebih sedikit. Maka gambarnya cenderung sempit. Kelas – kelas sosial selalu digambarkan dalam bentuk kerucut ,karena :
  • Jika semakin tinggi kelas sosial, maka semakin sedikit pula masyarakat yang ada di dalamnya.
  • Jika semakin rendah kelas sosial, maka semakin banyak pula masyarakat yang ada di dalamnya.
2. Pelapisan sosial berdasarkan kriteria sosial

Pelapisan sosial berdasarkan kriteria sosial adalah perbedaan masyarakat dalam suatu kelompok yang di dasarkan pada status dan penghormatan seseorang. Status adalah kedudukan seseorang dalam masyarakat. Jika seseorang mempunyai status dalam masyarakat pasti ia memiliki peran dalam masyarakat tersebut. Peran adalah tindakan yang dilakukan sesuai dengan statusnya. Tinggi rendahnya status seseorang menurut Talcott Parson yaitu :
  1. Kelahiran. Status seseorang yang di dapat berdasarkan keturunan. Contohnya seorang anak yang lahir dari keturunan bangsawan, ia akan lebih di hormati masyarakat.
  2. Kualitas pribadi. Status seseorang yang punya penilaian yang baik akan lebih dihormati masyarakat.
  3. Prestasi. Status seseorang yang di dapat karena memiliki gelar akademik. Contohnya seseorang yang memiliki gelar professor atau doctor ia akan lebih di hormati masyarakat.
  4. Kepemilikan. Status seseorang yang di dapat karena berdasarkan kekayaan seseorang. Contohnya orang yang memiliki harta banyak akan lebih di hormati masyarakat.
  5. Otoritas atau wewenang. Status seseorang yang di dapat karena memiliki jabatan yang tinggi. Contohnya  seorang kepala desa yang memiliki jabatan di desa tersebut akan lebih di hormati di masyarakat.
Status berdasarkan cara memperolehnya dibedakan menjadi 3 yaitu :
  1. Ascribed status yaitu status yang diperoleh seseorang secara otomatis berdasarkan kelahiran. Contohnya kebangsawanan, jenis kelahiran.
  2. Achieved status yaitu status yang di peroleh seseorang dengan cara usahanya sendiri. Contohnya seorang dokter.
  3. Assigned status yaitu status yang di berikan kepada seseorang karena telah berjasa terhadap masyarakat. Contohnya seorang pahlawan.
Seseorang yang memiliki lebih dari satu staus maka akan menimbulkan konflik status. Konflik status ini terjadi apabila seseorang tidak bisa melakukan kedua peran yang ia miliki dalam waktu yang bersamaan maka ia harus menggugurkan salah satu peran yang ia miliki. Contohnya seseorang yang memiliki profesi sebagai polisi ia memiliki 2 peranan yaitu sebagai polisi dan juga sebagai ayah di rumah. Jika ketika anaknya melanggar peraturan lalu lintas maka ayahnya harus menggugurkan salah satu perannya.

3. Pelapisan sosial berdasarkan kriteria politik


Pelapisan sosial berdasarkan kriteria politik ini didasarkan pada kekuasan atau wewenang seseorang. Makin besar kekuasaannya makin tinggi pula lapisan sosialnya. Jika seseorang yang memiliki wewenang atau kekuasan akan di tempatkan pada lapisan atas atau pun sebaliknya. Kekuasan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi pihak lain agar tunduk pada kehendaknya. Contohnya pada daerah kekuasaannya ia mampu mempengaruhi orang – orang yang berada di daerah tersebut sehingga orang lain akan tunduk pada ia. Wewenang adalah kekuasaan pada diri seseorang yang mempunyai dukungan dari masyarakat. Orang yang memiliki kekuasaan belum tentu memiliki wewenang atau pun sebaliknya.


B. Fungsi Stratifikasi Sosial
  1. Distribusi hak-hak istimewa
  2. Lambang atau simbol status 
  3. Sebagai alat solidaritas

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang memahami bnetuk bentuk stratifikasi dalam fenomena kehidupan. Semoga bermanfaat bagi anda.

Wednesday, August 24, 2016

Memahami Struktur Sosial Dalam Fenomena kehidupan

Memahami Struktur Sosial Dalam Fenomena kehidupan


Memahami struktur sosial dalam fenomena kehidupan. Struktur sosial merupakan suatu tatanan. Dalam masyarakat pasti memiliki suatu tatanan agar tercipta keteraturan dalam masyarakat tersebut dan sifatnya abstrak. Struktur sosia. Dalam masyarakat sangat berbeda – beda, dengan peran dan status yang berbeda pula, sehingga akan menimbulkan terjadinya ketidaksamaan dalam suatu masyarkat.

I. Pengertian struktur sosial

Struktur terdiri 2 kata yaitu struktur dan sosial. Struktur berarti sesuatu cara yang sangat bermakna dan berfungsi. Sedangkan sosial berarti berkaitan dengan suatu masyarakat. Struktur sosial adalah sesuatu cara masyarakat dapat berorganisasikan diri terhadap hubungan – hubungan sosial. Sehingga akan terjadi hubungan timbal balik antara posisi sosial dan peranan sosial. Dalam struktur sosial dijumpai adanya ketidakpastian. Dan ketidakpastian tersebut bisa dilihat dalam 2 aspek yaitu secara horizontal (diferensiasi sosial) dan secara vertikal (statratifikasi sosial).

A. Ciri – ciri struktur sosial
  1. Struktur sosial mengacu pada hubungan – hubungan sosial yang bersifat pokok.
  2. Struktur sosial mencakup semua hubungan sosial antara individu – individu tertentu.
  3. Struktur sosial meliputi seluruh kebudayaan masyarakat.
  4. Struktur sosial merupakan suatu kerangka yang membentuk suatu tatanan
  5. Struktur sosial merupakan tahapan perubahan dan perkembangan masyarakat.
B. Fungsi struktur sosial
  1. Sebagai control sosial
  2. Untuk menciptakan sikap disiplin
  3. Sebagai pengendalian sosial
C. Ketidaksamaan sosial
  1. Ciri fisik manusia sehingga akan menghasilkan suatu perbedaan pada jenis kelamin, warna kulit atau ukuran tubuh.
  2. Kemampuan seseorang sehingga akan menghasilkan suatu perbedaan pada profesi, kekayaan atau hobi.
  3. Latar belakang sosial sehingga akan menghasilkan suatu perbedaan pada tingkat pendidikan, peranan atau kekuasaan.
  4. Geografis sehingga akan menghasilkan perbedaan dalam mata pencaharian.

II. Startifikasi sosial (social stratification)

Stratifikasi sosial berasal dari kata stratum (bahasa latin) yang artinya lapisan. Stratifikasi sosial adalah struktur masyarakat yang membagi masyarakat kedalam bentuk tingkatan – tingkatan. Stratifikasi ini terlihat adanya kelas atas, kelas menengah dan kelas kelas bawah dalam masyarakat.jadi di dalam stratifikasi ini terdapat perbedaan tinggi rendah kedudukan seseorang. Stratifikasi muncul dalam masyarakat karena adanya sesuatu yang dihargai.

A. Proses terjadinya stratifikasi sosial

Proses terjadinya stratifikasi sosial dalam masyarakat dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
  1. Terjadi secara tidak sengaja. Yaitu pelapisan yang terjadi dengan sendirinya dan sesuai dengan kondisi suatu masyarakat. Ada 4 macam proses terjadinya stratifikasi secara tidak sengaja yaitu kepandaian, tingkat usia, sifat keaslian dan kepemilikan harta.
  2. Dengan sengaja. Yaitu pelapisan yang sengaja disusun untuk tujuan tertentu. Misalnya universitas, sekolah, perusahaan dll.
B. Dasar – dasar pelapisan sosial

Ukuran yang menonjol sebagai dasar pembentukan pelapisan sosial yaitu:
  1. Ukuran kekayaan (wealth). Masyarakat yang memiliki banyak kekayaan ia akan menduduki lapisan teratas dan sebaliknya. Hal ini dapat dilihat dari : perabotan rumah tangga, cara berpakaian serta bahan yang dipakai, kendaraan pribadi dll.
  2. Ukuran kekuasaan dan wewenang (power). Masyarakat yang memiliki kekuasaaan terbesar ia akan menempati lapisan paling atas atau tinggi. Misalnya jabatan.
  3. Ukuran kehormatan (heredity). Orang – orang yang dalam masyarakat ia di hormati maka ia akan menduduki lapisan teratas.  Misalnya kyai, uztad
  4. Ukuran pendidikan (education). Orang yang memiliki pendidikan tinggi akan menempati lapisan tertinggi pula dalam masyarakat. Contohnya orang – orang yang memiliki gelar akademik.
C. Sifat – sifat pelapisan sosial (natures of social stratification)

Sifat – sifat pelapisan ada 3 yaitu :

1. Pelapisan sosial tertutup

Pelapisan sosial tertutup yaitu pelapisan sosial yang memungkinkan seseorang tidak dapat pindah ke lapisan lain baik itu rendah ke tinggi atau sebaliknya. Contoh : sistem kasta. Kasta itu turun temurun sehingga jika sudah berada di suatu lapisan maka ia selamanya akan tetap berada di lapisan tersebut.

Ciri – ciri pelapisan sosial tertutup:
  • Keanggotaan berdasarkan warisan/kelahiran
  • Berlaku seumur hidup
  • Perkawinan bersifat endogami
  • Hubungan anar kelas terbatas
  • Mobilitas hampir tidak ada
2. Pelapisan sosial terbuka

Pada pelapisan sosial terbuka ini setiap anggota masyarakat memiliki kesempatan untuk naik ke lapisan sosial yang berada di atasnya atau bisa juga turun ke lapisan yang ada di bawahnya. Contohnya : majikan yang bangkrut. Awalnya ia berada di lapisan atas namun karena dia bangkrut maka ia turun ke lapisan yang ada di bawahnya. Dan selama bangkrut dia berusaha untuk bangkit lagi hingga akhirnya dia dapat menempati lapisan yang ada di atasnya.

3. Pelapisan sosial campuran

Pelapisan sosial campuran yaitu gabungan dari pelapisan sosial tertutup dengan pelapisan sosial terbuka. Contohnya : seorang yang berasal dari kasta brahmana di Bali. Dan jika ia bekerja di Jakarta sebagai karyawan maka ia akan dianggap sebagai orang biasa. Namun jika ia berusaha menjadi orang yang teratas lagi maka ia harus berusaha menjadi yang terbaik agar ia dihormati seperti di Bali.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang memahami struktur sosial dalam fenomena kehidupan. Semoga bermanfaat bagi anda.

Monday, August 1, 2016

Perkembangan dan Budaya Agama Hindu Budha di Indonesia

Perkembangan dan Budaya Agama Hindu Budha di Indonesia

Perkembangan dan budaya agama Hindu Budha di Indonesia. Proses masuk dan budaya agama hindu budha dari India ke Indonesia berpengaruh sangat besar pada perkembangan kebudayaan Indonesia. Kemudian terjadi akulturasi budaya dan proses sinkritisme kepercayaan. Bangsa Indonesia tidak mengambil secara langsung kebudayaan tersebut namun bangsa Indonesia mengolahnya terlebih dahulu.

A. Bangsa Indonesia tidak langsung mengambil langsung kebudayaan lain karena memiliki 2 hal yaitu :

1. Bangsa Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan sangat kuat di masyarakat atau yang disebut dengan 10     mutiara bandes (10 unsur kebudayaan asli Indonesia) yaitu:
  1. Sistem pertanian, dengan cara berladang membuka hutan dan bercocok tanam di lahan kering.
  2. Sistem berlayar, kemampuan berlayar digunakan untuk mengendalikan perdagangan internasional.
  3. Sistem pengecoran logam, digunakan untuk membuat alat – alat yang diperlukan.
  4. Sistem astronomi, orang zaman dulu sudah mengenal ilmu astronomi.
  5. Sistem kemasyarakatan, untuk menciptakan agar masyarakat menjadi teratur.
  6. Sistem perdagangan, menukarkan barang dengan barang lain yang dibutuhkannya kepada orang.
  7. Kesenian gamelan, digunakan untuk mengiringi pertujukan wayang.
  8. Kesenian wayang, dimaninkan pada malam hari oleh dalang lewat boneka.
  9. Kesenian macapat, puisi tradisional Jawa.
  10. Kesenian membatik dan menenun, kerajinan menghias kain dengan menggunakan canting.
2. Bangsa Indonesia memiliki kecakapan pribadi sehingga mampu mengolah unsur – unsur kebudayaan             asing.


B. Dampak masuk dan budaya agama hindu budha di Indonesia


Masuknya agama hindu budha di Indonesia akan berdampak pada kebudayaan di Indonesia. Seperti halnya:

a. Bidang arsitektur
  • Candi, unsur kebudayaan Indonesia yaitu punden berundak. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu Stupa. Kata candi berasal dari “Candika” adalah salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi Maut. Candi memiliki 3 bagian yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi.
  • Yupa dari Kutai, unsur kebudayaan Indonesia adalah Menhir. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu prasasti pada tiang untuk menambatkan binatang kurban.
  • Lingga dan Yoni (lambang kesuburan), unsur kebudayaan Indonesia yaitu Alu dan Lumpang. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu Lingga Yoni.
Candi yang bercorak Hindu di Indonesia yaitu candi Prambanan, Ratu Boko, Gedong Songo, Dieng, Kidal, Panataran dll.
Candi yang bercorak Budha di Indonesia yaitu candi Borobudur, Mendut, Sewu, Muara Takus, Pawon dll.
Perbedaan candi di Jawa Tengah dengan candi di Jawa Timur dilihat dari arsitekturnya yaitu :
Perbedaan Candi Jateng dan Jatim
Perbedaan Candi

b. Bidang aksara dan seni sastra

Aksara yang masuk ke Indonesia adalah huruf pallawa dan huruf pranagari. Karya sastra India yang besar pengaruhnya terhadap Indonesia yaitu kitab Mahabharata dan kitab Ramayana. Dari kedua kitab tersebut muncullah karangan yang ceritanya bersumber dari peristiwa dalam kitab tersebut di Indonesia. Karya sastra yang muncul di Indonesia yaitu :
  • Kitab Arjunawiwaha karangan Empu Kanwa, yang menceritakan tentang Arjuna bertapa di Indrakila.
  • Kitab Bharatayudha karangan Empu sedah dan Panuluh, yang menceritakan tentang peperangan Pandawa dan Kurawa gubahan dari kitab Mahabharata.
  • Kitab Arjuna Wijaya karangan Empu Tantular, yang menceritakan Rahwana yang harus tunduk kepada Sasrabahu.
  • Kitab Kresnayana karangan Empu Triguna, yang menceritakan pernikahan Kresnadengan Rukmini.
  • Kitab Hariwangsa karangan Empu Panuluh, berisi sama dengan Kresnayana.
c. Bidang Filsafat

Penduduk Indonesia pada masa prasejarah menyakini adanya kehidupan sesudah mati. Kehidupan roh nenek moyang di yakini memiliki kekuatan, oleh karena itu roh nenek moyang di puja orang yang masih hidup. Setelah pengaruh India masuk, hal tersebut pun tidak hilang.

d. Sistem kepercayaan

Setelah masuk dan berkembangnya agama hindu – budha maka terjadilah akulturasi kepercayaan. Yang semula masyarakat Indonesia mempercayai tentang roh nenek moyang dan makhluk gaib. Namun setelah masuknya India ke Indonesia berubah memeluk agama Hindu – Budha.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang perkembangan dan budaya agama hindu -  budha di Indonesia.

Saturday, July 30, 2016

Proses Masuknya Agama Hindu-Budha di India Serta di Indonesia

Proses Masuknya Agama Hindu-Budha di India Serta di Indonesia

A. Perkembangan agama hindu di India

Agama hindu mulai berkembang di India pada tahun 200 SM. Hindu adalah percampura antara bangsa Arya dengan bangsa Dravida. Bangsa Arya menganggap bahwa kedudukannya lebih tinggi dari pada bangsa Dravida. Maka terjadilah sistem pengkastaan di dalam masyarakat India. Ada 4 kasta yaitu :
  1. Kasta Brahmana : terdiri dari kaum pendeta.
  2. Kasta Ksatria : terdiri dari kaum prajurit.
  3. Kasta Waisya : terdiri dari kaum pedagang.
  4. Kasta Sudra : terdiri dari kaum budak.
Agama hindu memiliki kepercayaan Polytheisme yaitu menyembah banyak dewa. Diantaranya menyembah tiga dewa tertinggi atau disebut dengan Tri Murti yaitu
  1. Dewa Brahma yaitu pencipta alam semesta.
  2. Dewa Wisnu yaitu pelindung alam semesta.
  3. Dewa Syiwa yaitu perusak alam semesta.
Kitab suci umat hindu yaitu weda yang memuat wedaran – wedaran tertinggi “wid” yang artinya tahu, weda yaitu pengetahuan tertinggi. Weda terdiri dari 4 yaitu :
  1. Rig Weda yaitu berisi syair – syair pujian terhadap dewa – dewi.
  2. Sama Weda yaitu syair – syair yang berisi tanda untuk nyayian.
  3. Yajur Weda yaitu berisi doa – doa
  4. Atharwa Weda yaitu syair yang mengandung mantra – mantra.
Agama hindu dipimpin oleh pendeta. Tempat suci agama hindu yaitu sungai gangga karena airnya dianggap dapat mensucikan dosa, sehingga dapat mencapai puncak nirwana. Tempat ibadah agama hindu yaitu wihara.

B. Perkembangan agama budha di India

Budha lahir atas perenungan Sidharta Gautama di bawah pohon bodhi. Budha sendiri artinya orang yang telah mencapai bodhi (wahyu) atau orang yang telah memperoleh penerangan (kesadaran). Kitab suci agama budha yaitu Tripitaka. Tripitaka terdiri dari 3 yaitu :
  1. Winayapittaka : berisi peraturan – peraturan dan hukum yang harus dijalankan oleh umat beragama budha.
  2. Sutrantapittaka : berisi wejangan – wejangan sang budha.
  3. Abidharmapittaka : berisi penjelasan – penjelasan tentang soal – soal keagamaan.
Kitab suci Tripitaka ditulis dalam bahasa Pali. Ajaran pokok Sidharta disebut Catur Aryasatyani/ empat kebenaran yaitu :
  • Hidup ini samsara (menderita).
  • Samsara disebabkan oleh trsna (haus, nafsu, hasrat akan hidup yang menguasai manusia).
  • Samsara dapat dihilangkan oleh menghilangkan nafsu/trsna.
  • Untuk menghilangkan nafsu tersebut, harus ditepuh melalui Astavida (delapan jalur kebenaran) yaitu meliputi :
  1. Mempunyai pandangan yang benar
  2. Berniat yang benar
  3. Berkata yang benar
  4. Berbuat yang benar
  5. Mempunyai penghidupan yang benar
  6. Berusaha yang benar
  7. Memperhatikan hal – hal yang benar
  8. Bersemedi yang benar
Agama budha memiliki kepercayaan monotheisme yaitu menyembah satu dewa. Agama budha memiliki 2 aliran yaitu Hinayana yang artinya setiap orang dapat mencapai nirwana dengan usaha sendiri – sendiri. Dan Mahayana yang artinya orang dapat mencapai nirwana dengan usaha bersama dan saling membantu. Tempat – tempat yang dianggap suci yaitu :
  1. Taman Lumbini di Kapilawastu sebagai tempat sidharta dilahirkan.
  2. Pohon Bodhi yaitu tempat sidharta menerima wahyu.
  3. Taman Rusa Benares yaitu tempat pertama kali sidharta mengajarkan ajarannya.
  4. Kusinegara yaitu tempat sidharta wafat.
Tempat ibadah agama budha yaitu pura. Agama budha dipimpin oleh biksu (laki - laki) dan biksuni (perempuan).

C. Proses masuknya agama hindu budha di Indonesia

Agama hindu budha masuk ke Indonesia melalui kontak perdagangan. Hubungan perdagangan telah berlangsung sejak sekitar abad ke – 5 M. Proses masuknya agama hindu budha dari India ke Indonesia terjadi 2 kemungkinan teori yaitu
  1. Bangsa Indonesia bersikap pasif. Teori ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia hanya sebagai penerima kebudayaan India.
  2. Bangsa Indonesia bersikap aktif. Teori ini mengatakan bahwa bangsa Indonesia aktif dalam mencari kebudayaan bangsa India. Agama budha masuk di Indonesia pada awal abad ke-2 M dengan bukti ditemukan patung budha dari perunggu yang berlanggam Amarawati di Jember Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Sedangkan proses masuknya agama hindu ada beberapa teori yaitu :
  • Teori Brahmana. Agama hindu budha masuk dan dibawa oleh para kaum Brahmana atau pendeta.
  • Teori Ksatria. Agama hindu budha masuk dan dibawa oleh para ksatria atau prajurit.
  • Teori Waisya. Agama hindu budha masuk dan dibawa oleh para pedangan.
  • Teori Avonturir. Agama hindu budha masuk dan dibawa oleh para petualang.
  • Teori nasional. Agama hindu budha masuk dibawa oleh bangsa Indonesia sendiri karena mereka dating ke India untuk berdagang. Kemudian bangsa Indonesia memeluk agama hindu budha. Dan setelah mereka pulang ke Indonesia agama hindu budha di sebarluarkan di Indonesia.
Dari keempat teori tersebut teori yang mendekati kebenaran yaitu teori Waisya karena dibawa oleh para pedagang dari India sendiri. Sedangkan teori yang jauh dari kebenaran yaitu teori ksatri karena belum ditemukan bukti sejarah yang menunjukkan hal tersebut.

Demikianlah yang dapat saya sampikan tentang proses masuk dan berkembangnya agama hindu budha di India serta di Indonesia. Semoga bermanfaat bagi anda.

Sunday, July 24, 2016

Tradisi Dan Cara Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia

Tradisi Dan Cara Sejarah Dalam Masyarakat Indonesia


Tradisi dan cara sejarah dalam masyarakat Indonesia. Tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia sangatlah banyak dan pastinya berbeda – beda. Meskipun banyak dan berbeda – beda tentunya kita tahu walaupun hanya mengetahui tradisi yang ada disekitar kita. Cara penyampaian tradisi sangatlah beragam ada yang melalui keluarga atau melalui masyarakat.

A. Cara masyarakat belum mengenal tulisan (Pra Aksara) mewariskan masa lalu

Manusia menciptakan budaya guna mempertahankan hidupnya. Dan juga berusaha untuk mewariskannya pada generasi berikutnya. Yang diwariskan yaitu berupa benda – benda peninggalan dan juga pandangan atau falsafah hidup, nilai, norma dan sebagainya. Masyarakat yang belum mengenal tulisan berupaya untuk mengabadikan pengalaman masa lalunya yang disampaikan dan diwariskan secara terus – menerus dari generasi ke generasi. Yang bertujuan agar masyarakat berikutnya memiliki rasa cinta dan menyakini terhadap cerita masa lalu. Masa lalu merupakan sesuatu hal yang sangat berharga terhadap kehidupan. Proses mewariskan masa lalu ke generasi berikutnya disebut dengan istilah sosialisasi. Proses sosialisasi masyarakat pra aksara dilakukan secara lisan (oral tradition). Tradisi ini berkaitan dengan kebiasaan atau adat istiadat dan cara penyampaiannya dengan kata – kata. Cara penyampaian tradisi lisan dilakukan melalui :


1. Melalui keluarga

Keluarga merupakan dunia sosial yang pertama kali dimasuki oleh seorang individu. Di dalam keluarga terdapat hubungan sosial yang sangat kuat, sehingga dapat mendukung untuk mewariskan masa lalu kehidupan. Seperti pengetahuan, kepercayaan, nilai dan norma.

2. Melalui masyarakat

Masyarakat merupakan sekelompok orang yang memilki unsur kebudayan yang sama dan diwariskan melalui interaksi dalam hubungan sosial yang berstruktur. Anggota masyarakat saling membantu, membutuhakan dan saling melengkapi/ mengisi.

B. Tradisi sejarah di Indonesia sebelum mengenal tulisan (masyarakat pra aksara)

Tradisi sejarah masyarakat pra aksara yaitu tradisi yang mempertahankan nilai, norma, keagamaan, petuah atau kejadian – kejadian sehari – hari yang dialami. Cara mewariskannya yaitu dengan memberikan peringatan terhadap semua anggota masyarakat berupa lukisan. Unsur – unsur kebudayaan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan yaitu :
  1. Sistem kepercayaan. Sistem keprcayaan masyarakat pra aksara yaitu penghormatan pada roh nenek moyang dan juga kekuatan alam seperti animism, dinamisme dan tetonisme.
  2. Sistem kemasyarakatan. Sistem ini mulai muncul pada masa bercocok tanam. Mereka melakukan kegiatan secara bersama – sama, seperti menebang hutan.
  3. Kemampuan berlayar. Kemampuan berlayar sudah dikenal sejak kedatangan nenek moyang dari daratan asia. Kemampuan tersebut terus berkembang sejalan dengan kondisi geografis wilayah Indonesia.
  4. Ilmu pengetahuan. Masyarakat pada zaman dahulu sudah mengenal IPTEK yang dimanfatkan untuk tenaga penggerak dalam aktifitas pelayaran atau perdagangan yang menggunakan angin musim.
  5. Teknologi. Masyarakat Indonesia telah mengenal teknologi pengecoran logam dan pembuatan perahu yang digunakan untuk melangsungkan kehidupan.
  6. Kesenian. Masyarakat pra aksara memiliki hasrat untuk mengekspresikan keindahan pada saat mereka tinggal di gua – gua. Ekspresi keindahannya dituangkan pada dinding gua – gua dalam bentuk lukisan dan patung.

C. Tradisi sejarah masyarakat Indonesia setelah mengenal tulisan

Indonesia merupakan jalur strategis untuk melakukan pelayaran dan perdagangan internasional antara Cina dan India melalui Indonesia. Kegiatan tersebut mengakibatkan terjalin hubungan antara Indonesia dengan Cina dan India. Pengaruh India masuk ke Indonesia yaitu :


1. Bidang politik

Sebelum pengaruh India masuk, pemerintah dipegang kepala suku yang berkuasa secara demokratis. Namun setelah masuk pengaruh India pemerintahan menjadi kerajaan yang dipimpin raja yang berkuasa.

2. Bidang sosial

Setelah masuknya pengaruh India kehidupan sosial masyarakat mulai mengikuti perkembangan zaman dengan adanya peraturan dan hukum dalam masyarakat.

3. Bidang kepercayaan

Masyarakat pada waktu itu sudah mengenal kepercayaan animism dan dinamisme. Namun setelah masuknya agama Hindu-Budha kepercayaan asli masyarakat tidak hilang tetapi terjadi akulturasi.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang tradisi dan cara sejarah dalam masyarakat Indonesia. Semoga bermanfaat bagi anda.

Sunday, July 17, 2016

Faktor Penyebab Perubahan Benda Dan Bahan Untuk Membuat Benda

Faktor Penyebab Perubahan Benda Dan Bahan Untuk Membuat Benda


Faktor penyebab perubahan benda dan bahan untuk membuat benda. Suatu benda pasti akan mengalami perubahan bentuk dalam jangka waktu yang lama. Perubahan benda dapat terjadi menjadi 3 yaitu pelapukan, perkaratan dan pembusukan. Keadaan pada benda bersifat tidak tetap, akan tetapi benda dapat berubah dan rusak. Perubahan benda dapat disebabkan karena pengaruh sinar matahari atau jangka waktu yang sudah lama.

I. Faktor penyebab perubahan benda

Semua benda lama kelamaan akan mengalami perubahan atau bahkan hancur. Perubahan benda ini disebabkan karena adanya pengaruh sinar matahari. Faktor penyebab perubahan ada 3 yaitu pelapukan, perkaratan dan pembusukan.

1. Pelapukan

Pelapukan yaitu perubahan pada benda yang disebabkan karena adanya jamur dan tempat yang lembap. Jenis pelapukan ada 3 yaitu pelapukan kimia, pelapukan fisika dan pelapukan biologi. Pelapukan dapat terjadi pada kayu yang dimakan rayap sehingga kayu menjadi rapuh dan dapat terjadi pada dinding rumah yang lembap sehingga dapat memicu timbulnya jamur dan dinding mudah mengelupas. Pelapukan dibagi menjadi 3 yaitu sebagai berikut :
  1. Pelapukan kimia yaitu bentuk pelapukan yang disebabkan karena adanya zat kimia. Zat kimia tersebut dapat mengakibatkan besi menjadi berkarat dan menjadi rapuh.
  2. Pelapukan fisika yaitu bentuk pelapukan yang disebabkan karena adanya pengaruh suhu udara. Batu yang sering terkena panas dan hujan akan mengalami pelapukan. Dan juga kayu dapat mengalami pelapukan fisika seperti halnya batu.
  3. Pelapukan biologi yaitu bentuk pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan dan hewan. Batu yang ditumbuhi lumut lama kelamaan akan hacur menjadi tanah. Dan hal tersebut merupakan contoh dari pelapukan yang disebabkan oleh tumbuhan. Sedangkan yang disebabkan oleh hewan contohnya serangga yang menggerogoti kayu sehingga kayu akan rapuh.
2. Perkaratan

Perkaratan terjadi karena reaksi kimia antara logam dengan oksigen. Reaksi tersebut disebut juga reaksi oksidasi. Contohnya logam yangsering terkena air akan cepat berkarat karena oksigen didalam banyak mengandung air. Cara mencegah perkaratan pada besi yaitu dengan pengecetan atau melapisi krom. Yang berguna untuk menutup permukaan besi sehingga besi tidak mudah berkarat.

3. Pembusukan

Pembusukan yaitu perubahan pada benda karena adanya makhluk hidup yang ukurannya sangat kecil. Seperti halnya jamur dan bakteri yang dapat memicu terhadapat penyebab pembusukan. Tempat yang mudah terjadi pembusukan yaitu ditempat tempat yang lembab. Cara mencegah pembusukan yaitu :
  • Pendinginan. Pendinginan dapat dilakukan dengan cara memasukkan makanan kedalam lemari es, sehingga bakteri tidak dapat hidup didalam dan juga aktivitas jamur terhambat.
  • Pemanasan. Pemanasan dapat mematikan jamur. Akan tetapi memanaskan makanan secara berlebihan akan mengakibatkan kandungan gizi makanan berkurang.
  • Penyinaran. Penyinaran ini dapat dilakukan dengan menggunakan sinar radioaktif. Karena sinar radioaktif ini dapat menyebabkan bakteri yang ada didalam makanan akan mati. Akan tetapi sinar radioaktif ini tidak baik untuk sistem jaringan tubuh.
  • Memberi bahan pengawet. Untuk mencegah pembusukan dapat dilakukan dengan memberikan bahan pengawet yang sifatnya aman untuk tubuh. Akan tetapi jika berlebihan memberikan bahan pengawet itu akan berdampak kurang baik untuk tubuh.

II. Memilih bahan untuk membuat suatu benda


Jika kita akan membuat benda kita harus memilih bahan yang tepat dengan tujuan pemanfaatan benda. Sifat – sifat suatu benda yaitu :

1. Karet

karet bersifat kuat, kedap air dan elastic. Karet yang telah direnggangkan akan dapat dibentuk seperti semula. Karet sering kali digunakan untuk membuat pakaian anti air, ban dan bola.

2. Plastik

Plastik ini adalah jenis bahan yang bersifat kuat namun ringan. Plastik sering digunakan untuk membuat berbagai alat atau benda. Contohnya kemasan makanan dan peralatan rumah tangga.

3. Kayu

Kayu memiliki sifat dapat menyerap atau melepas air. Namun kayu tidak memiliki sifat menghantarkan panas. Kayu juga bersifat keras, kuat dan mudah dibentuk. Sehingga kayu sering kali digunakan sebagai peralatan rumah tangga.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang faktor penyebab perubahan benda dan bahan untuk membuat benda. Semoga bermanfaat bagi anda.

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system