Showing posts with label IPA. Show all posts
Showing posts with label IPA. Show all posts

Sunday, September 4, 2016

Mengenal Macam-macam Daur Hidup Hewan

Mengenal Macam-Macam Daur Hidup Hewan


Mengenal macam-macam daur hidup hewan. Makhluk hidup yang ada di bumi ini baik manusia, tumbuhan bahkan hewan pasti akan mengalami siklus hidup. Siklus hidup dapat juga disebut dengan daur hidup. Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang daur hidup pada hewan saja. Daur hidup merupakan tahapan perkembangan hewan dari telur hingga dewasa. Setiap hewan memiliki tahapan daur hidup yang berbeda-beda. Pada masa tahapan atau pertumbuhan inilah hewan harus selalu berkembangbiak untuk mempertahankan kelangsungan jenisnya karena akhir dari daur hidup yaitu kematian. Sebenarnya proses daur hidup itu selalu berputar karena tahapan akhir dari hewan yaitu kematian. Setelah hewan mati maka prosesnya akan dimulai dari awal yaitu dari lahir kemudian bertumbuh dan berkembangbiak hingga hewan tersebut mati lagi.

Berdasarkan proses perubahan bentuk tubuh hewan, maka daur hidup hewan dapat dibedakan menjadi dua yaitu daur hidup tanpa metamorfosis dan daur hidup dengan metamorfosis. Metamorfosis merupakan perubahan bentuk hewan secara bertahap mulai dari kelahiran hingga dewasa. Nah untuk lebih jelasnya tentang daur hidup hewan, simaklah artikel ini baik-baik.

A. Daur Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis

Daur hidup hewan tanpa metamorfosis merupakan daur hidup hewan yang diawali dari lahirnya atau menetasnya hewan baru yang memiliki bentuk tubuh sama seperti bentuk tubuh induknya. Biasanya pada daur hidup tanpa metamorfosis ini hewan akan mengalami perubahan ukuran tubuh tetapi tidak mengalami perubahan ukuran bentuk. Contoh hewan tanpa metamorfosis adalah kucing, ayam dan anjing.
Daur Hidup Kucing
Daur Hidup Kucing
Daur hidup hewan kucing dimulai dengan lahirnya sebuah anak kucing yang memiliki ukuran tubuh yang sangat kecil dan memiliki rambut atau bulu yang halus. Semakin hari anak kucing tersebut bertumbuh menjadi besar. Setelah lama hingga berbulan-bulan anak kucing tersebut tumbuh menjadi anak kucing dewasa. Sehingga ukuran tubuhnya menjadi besar dan rambut atau bulunya pun bertambah panjang dan lebat.

B. Daur Hidup Hewan Dengan Metamorfosis

Daur hidup hewan dengan metamorfosis merupakan daur hidup dari sekelompok hewan yang terlahir dengan bentuk yang berbeda dengan induknya. Hewan yang melakukan daur hidup dengan metamorfosis ini akan mengalami perubahan bentuk hingga dewasa. Berdasarkan perubahan bentuk hewan, metamorfosis dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :

1. Metamorfosis Sempurna

Umumnya hewan yang mengalami metamorfosis sempurna ini memiliki bentuk tubuh yang berbeda dengan bentuk tubuh induknya. Hewan tersebut harus melalui beberapa tahap hingga memiliki bentuk tubuh yang sama dengan hewan dewasa. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna antara lain nyamuk, kupu-kupu, lalat, dan katak. Berikut tahapan metamorfosis sempurna hewan nyamuk dan kupu-kupu.

a. Nyamuk

Daur Hidup Nyamuk
Daur Hidup Nyamuk
Proses metamorfosis nyamuk diawali dari telur. Biasanya nyamuk akan bertelur di permukaan air yang selalu menggenang. Telur nyamuk yang sudah menetas akan menjadi larva. Larva pada nyamuk sering disebut dengan jentik-jentik. Larva nyamuk sering menghabiskan waktunya untuk terus makan. Kemudian proses selanjutnya yaitu kegiatan larva semakin berkurang dan akan berubah menjadi kepompong atau boleh disebut dengan pupa. Setelah cukup lama menjadi kepompong maka tahap selanjutnya yaitu menjadi nyamuk dewasa.




b. Kupu-kupu

Daur Hidup Kupu-kupu
Daur Hidup Kupu-kupu
Proses metamorfosis kupu-kupu diawali dari bertelur sama halnya dengan nyamuk. Biasanya telur kupu-kupu letaknya berada dipermukaan daun. Kemudian telur akan menetas menjadi ulat. Untuk mempertahankan hidupnya, ulat memakan dedaunan dan membuat sarang dengan air liurnya. Air liur ulat lama kelamaan akan mengeras dan membentuk semacam benang sutera. Kemudian benang tersebut akan menutup seluruh tubuh ulat. Kondisi tersebut dinamakan kepompong. Selanjutnya, kepompong akan berubah menjadi kupu-kupu dan setelah dewasa akan berkembangbiak dengan bertelur.

2. Metamorfosis Tidak Sempurna 

Hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna memiliki bentuk tubuh yang sama dengan bentuk tubuh induknya akan tetapi ada satu bagian tubuh yang belum terbentuk misalnya sayap. Contohnya adalah hewan kecoak.

Daur Hidup Kecoa
Daur Hidup Kecoa

Proses metamorfosis kecoak diawali dengan bertelur. Biasanya kecoak akan bertelur dengan jumlah yang sangat banyak. Telur-telur kecoak akan dibungkus oleh selongsong yang berwarna cokelat yang berfungsi sebagai pelindung telur. Setelah beberapa lama, telur-telur tersebut akan menetas menjadi kecoak muda (nimfa) dan keluar dari selongsong. Kecoak muda inilah yang memiliki bentuk tubuh seperti induknya tetapi  belum memiliki sayap. Setelah dewasa, sayap-sayap kecoak akan mulai tumbuh.




Demikianlah artikel tentang macam-macam daur hidup hewan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca…

Thursday, September 1, 2016

Mengenal 4 Macam Fungsi Rangka Pada Manusia

Mengenal 4 Macam Fungsi Rangka Pada Manusia 

Mengenal macam-macam fungsi rangka pada manusia. Artikel yang lalu telah kita bahas tentang bagian-bagian rangka manusia. Pada kesempatan kali  ini akan membahas kelanjutan rangka yaitu fungsi serta cara merawatnya. Rangka merupakan tulang-tulang yang tersusun secara teratur. Tulang-tulang tersebut banyak mengandung kalsium (zat kapur), fosfat dan kolagen (zat perekat). Sehingga tulang memiliki sifat yang sangat keras dan kaku. Secara umum, rangka manusia terdiri dari tiga bagian yaitu rangka kepala (tengkorak), rangka badan dan rangka anggota gerak. Masing-masing rangka pada manusia memiliki fungsi yang berbeda-beda tetapi tetap bersambungan karena sebuah rangka tidak dapat berdiri sendiri. Nah, dibawah ini akan di jelaskan tentang fungsi rangka manusia. Jadi, simaklah artikel ini hingga selesai.

Fungsi Rangka Manusia

Rangka manusia memiliki banyak fungsi yang berakitan erat dengan tubuh kita. fungsi-fungsi tersebut antara lain :

1. Memberi Bentuk Tubuh

Fungsi rangka yang pertama adalah memberi bentuk tubuh. Jika tubuh kita tidak memiliki rangka maka yang ada hanyalah tumpukan daging tanpa bentuk. Jadi, rangka akan membuat tubuh kita memiliki bentuk yang sangat sempurna dan juga indah. Dengan adanya rangka maka dapat digunakan untuk membedakan bentuk tubuh seseorang karena manusia memiliki bentuk tubuh yang berbeda-beda antara satu orang dengan orang lain. Misalnya ada yang memiliki tubuh yang tinggi dan ada juga yang memiliki tubuh yang pendek. Ada yang memiliki jari-jari baik tangan maupun kaki yang panjang dan ada yang memiliki jari yang pendek. Pada tulang tengkorak akan membentuk wajah atau kepala seseorang. 

2. Menopang dan Menegakkan Badan

Fungsi rangka selanjutnya yaitu menopang dan menegakkan badan. Manusia memiliki tulang duduk dan tulang kaki yang sangat kuat. Tulang-tulang tersebut sangat berguna untuk menopang tubuh manusia sehingga aktivitas atau kegiatan manusia sehari-hari akan lebih mudah. Contohnya ketika kita duduk maka tubuh akan ditopang oleh tulang duduk sedangkan saat berdiri tubuh kita ditopang oleh tulang-tulang kaki. Rangka kaki dan telapak kaki pada manusia memiliki ukuran yang cukup panjang sehingga dapat digunakan untuk berdiri tegak, berjalan bahkan berlari dengan sangat cepat. 

3. Melindungi Alat Tubuh

Rangka manusia juga dapat berfungsi untuk melindungi alat tubuh yang penting. Karena tulang merupakan bagian tubuh yang sangat keras sehingga tulang mampu melindungi tubuh dari benda-benda keras. Ada beberapa bagian tubuh manusia yang memiliki kondisi yang cukup rapuh dan mudah terluka serta rusak jika bagian tubuh tersebut terkena langsung benda keras. Bagian-bagian tersebut antara lain :
  • Rangka kepala (tengkorak) mampu melindungi otak, mata, telinga, hidung dan saluran pernapasan bagian atas
  • Ruas tulang leher mampu melindungi tengkorak dan kerongkongan
  • Tulang pinggul mampu melindungi alat pencernaan dan alat reproduksi bagian dalam
  • Rangka rongga dada mampu melindungi alat pernapasan yaitu paru-paru, jantung dan sebagian alat pencernaan makanan
  • Tulang belakang mampu menegakkan badan dan juga melindungi sumsum tulang belakang. Saraf-saraf yang terdapat pada sumsum tulang belakang dapat menghubungkan semua bagian tubuh dengan otak. Jadi, jika sumsum tulang belakang rusak maka dapat menimbulkan kelumpuhan. 
4. Tempat Melekatnya Otot (Daging)

Sebenarnya otot melekat pada rangka. Tanpa adanya rangka, otot tidak memiliki tempat untuk melekat. Sehingga dapat mengakibatkan seluruh anggota badan akan terasa kaku dan tidak bisa digerakkan. Umumnya, otot bekerja dengan cara relaksasi dan kontraksi. Antara rangka dan otot saling bekerjasama untuk melakukan sebuah gerakan. Tetapi tulang dan otot dalam melakukan kerjasama harus dengan bantuan sendi agar dapat menghasilkan gerakan yang baik. Sendi merupakan hubungan antara dua tulang yang dapat menghasilkan gerakan. Sendi yang terdapat di dalam tubuh manusia memiliki berbagai jenis. Jenis-jenis sendi tersebut antara lain :

1. Sendi Engsel

Sendi Engsel
Sendi Engsel
Sendi engsel memiliki fungsi seperti pintu yang dapat digerakkan hanya dengan satu arah. Letak sendi engsel pada manusia yaitu pada lengan maupun kaki. Sendi engsel lengan terletak di siku yang dapat menghubungkan tulang lengan atas dengan tulang hasta (tulang pengumpil). Sedangkan sendi engsel kaki terletak di lutut yang dapat menghubungkan tulang paha dengan tulang betis dan kering. 



2. Sendi Pelana

Sendi Pelana
Sendi Pelana
Sendi pelana berbeda dengan sendi engsel. Kalau sendi engsel hanya satu arah sedangkan sendi pelana dapat digerakkan menuju dua arah baik ke samping maupun ke depan. Letak sendi pelana terdapat di antara tulang pangkal ibu jari tangan dan tulang pertama pergelangan tangan. 




3. Sendi Peluru

Sendi Peluru
Sendi Peluru
Sendi peluru yaitu sebuah sendi yang yang terbentuk antara tulang yang pada bagian ujungnya berbentuk bola dengan tulang yang berbentuk mangkok. Dari kondisi tersebut maka sendi peluru dapat digerakkan ke semua arah atau berputar. Sendi peluru terdapat di antara tulang lengan atas dengan gelang bahu, serta terdapat di  antara tulang paha dan tulang panggul. Jika kita ingin mengetahui letak dan arah pergerakan sendi peluru maka dengan cara menggerakkan lengan atas maupun daerah pangkal paha. 


4. Sendi Putar

Sendi Putar
Sendi Putar
Sendi putar terdapat pada pertemuan antara tulang yang mampu berputar mengelilingi tulang lain yang bertugas sebagai poros. Contohnya yaitu pada pertemuan antara tulang leher pertama dengan tulang leher kedua. Dari pertemuan kedua sendi tersebut maka kepala dapat bergerak berputar. Jika kita ingin mengetahui letak dan arah pergerakan sendi putar maka dengan cara memutar kepala kita sendiri. 



5. Sendi Geser

Sendi Geser
Sendi Geser
Pada sendi geser hanya mampu melakukan sedikit gerakan. Contohnya pada sendi pergelangan tangan. Pada bagian pergelangan tangan terdapat kurang lebih 20 sendi geser. 






Demikianlah artikel tentang fungsi rangka manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.

Macam-Macam Kelainan dan Cara Menjaga Rangka Manusia

Macam-Macam Kelainan dan Cara Menjaga Rangka Manusia

Macam-macam kelainan dan cara menjaga rangka manusia. Manusia merupakan makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna. Kita sebagai manusia harus bisa menjaga dan merawat rangka kita hingga tua nanti. Sebab rangka merupakan pondasi bagi tubuh kita untuk berdiri, berjalan, dan melakukan aktivitas lain. Dapat dibayangkan jika manusia tidak memiliki rangka maka yang terlihat hanyalah gumpalan daging tanpa bentuk dan untuk melakukan aktivitaspun sangat sulit. Saat masih bayi, tulang manusia masih dalam masa perkembangan dan penguatan sehingga tulang seorang bayi harus selalu dijaga agar tetap sehat dan kuat. Ketika dewasa tulang sudah semakin baik dan kuat tetapi setelah menginjak lansia (lanjut usia) tulang akan melemah lagi dan kondisipun tidak baik-baik saja karena banyak sel yang akan berkurang.

A. Kelainan Pada Rangka Manusia

Jika sebuah rangka atau tulang tidak dijaga dengan baik maka akan mengalami suatu kelainan. Kelainan tulang dapat terjadi tanpa mengenal usia, baik pada usia anak-anak, dewasa bahkan lansia (lanjut usia). Umumnya, kelainan tulang dapat menyebabkan perubahan bentuk tulang. Kelainan tersebut terjadi pada tulang belakang dan juga tulang kaki. Biasanya kelainan pada tulang belakang terjadi karena kebiasaan duduk dengan posisi yang salah. Berikut ada tiga jenis kelainan tulang belakang yaitu :
  1. Kifosis merupakan kelainan pada tulang belakang yang terlalu bengkok ke belakang. Keadaan ini dapat terjadi karena kondisi punggung tidak lurus ketika duduk atau bisa jadi terlalu berat mengangkat beban. 
  2. Lordosis merupakan kelainan tulang belakang terlalu bengkok ke depan. Keadaan ini dapat terjadi karena kondisi tulang salah posisi duduk. Hal tersebut dapat mengakibatkan posisi ketika berdiri atau duduk jadi tidak baik. 
  3. Skoliosis merupakan kelainan tulang belakang terlalu bengkok ke kiri maupun ke kanan. Keadaan ini dapat terjadi karena terbiasa duduk dalam posisi miring sebelah atau kebiasaan membawa beban yang terlalu berat pada salah satu sisi. 
Macam-macam kelainan tulang
Macam-macam kelainan tulang
Tulang kaki juga dapat mengalami suatu kelainan. Kelainan pada tulang kaki dapat dibedakan menjadi dua macam, antara lain :
  1. Tulang kaki melengkung ke luar seperti huruf O
  2. Tulang kaki melengkung ke dalam seperti huruf X
Kelainan Pada Kaki
Kelainan Pada Kaki
Kelainan tulang kaki yang ditunjukkan gambar diatas dapat disebut dengan rakhitis. Rakhitis merupakan kelainan yang disebabkan oleh kekurangan vitamin D. Sebenarnya vitamin D sangat penting bagi tubuh kita sebab digunakan untuk pembentukan tulang, apalagi jika masih masa kanak-kanak.

Dari penjelasan diatas telah disinggung bahwa tulang atau rangka dapat mengalami kelainan. Nah, kelainan pada tulang dapat diserang oleh beberapa penyakit. Biasanya penyakit tersebut akan menyerang orang yang sudah lanjut usia (lansia). Penyakit yang terjadi di rangka atau tulang antara lain :
  1. Rematik. Penyakit rematik merupakan suatu penyakit yang menimbulkan rasa nyeri pada persendian dan disertai dengan pembengkakan sendi. Biasanya rematik dapat terjadi di pergelangan tangan, siku dan pergelangan kaki.
  2. Osteoporosis. Penyakit osteoporosis merupakan suatu penyakit pengeroposan tulang. Penyakit ini dapat terjadi akibat tubuh kekurangan kalsium (zat kapur). Kebanyakan osteoporosis menyerang perempuan yang sudah lanjut usia. 
  3. TBC Tulang. Penyakit jenis ini disebabkan oleh kuman Tuberkulosis (TBC). Kuman ini akan menyerang tulang sehingga menyebabkan tulang menjadi lemah dan bernanah. Penderita TBC tulang akan merasakan sakit yang luar biasa pada tulangnya. 
  4. Flu Tulang. Penyakit flu tulang merupakan suatu penyakit yang mana tulang tidak dapat digerakkan sebagaimana mestinya. 

B. Cara Menjaga Kesehatan Rangka

Rangka atau tulang harus selalu dijaga sejak dini hingga tua agar tulang tetap sehat dan kuat. Cara menjaga kesehatan tulang sangat mudah di lakukan. Jika ingin memiliki rangka atau tulang yang sehat, marilah mulai dari sekarang kita menjaganya. Hal-hal yang harus dilakukan untuk menjaga rangka yaitu :

1. Membiasakan sikap tubuh yang benar

Selalu berusaha untuk membiasakan sikap tubuh yang benar. Misalnya pada posisi duduk, sikap yang harus dilakukan adalah punggung sedikit menyender pada kuris. Posisi duduknya harus tegap dan lurus serta letak bahu ke arah belakang. Paha juga harus menempel pada kursi dan bagian pinggang harus menyentuh sandaran belakang kursi. Ketika berdiri tubuh harus dalam posisi tegak. Sedangkan pada saat tidur, tubuh sebaiknya dalam posisi lurus dan telentang. Jangan membiasakan tidur dengan tengkurap karena hal tersebut dapat mengganggu rangka dan juga pernapasan.

2. Makan makanan bergizi

Makanan bergizi untuk menjaga rangka atau tulang yaitu makanan yang mengandung kalsium, vitamin D dan fosfor. Sehingga tulang yang hanya diberikan vitamin D saja tidak mampu menguatkan dan memelihara tulang. Makanan yang mengandung banyak kalsium terdapat pada susu, buah-buahan, dan ikan. Sedangkan yang mengandung fosfor terdapat pada jagung, dan kacang-kacangan. Makanan yang mengandung Vitamin D terdapat pada susu, ikan dan kuning telur.

3. Mengangkat beban semaksimalnya

Mengangkat beban berat adalah salah satu penyebab terjadinya kelainan pada tulang. Banyak orang yang memaksakan untuk mengangkat beban lebih berat dari kemampuannya. Hal tersebut dapat memicu tulang menjadi lelah, jika keadaan seperti itu terus berlanjut maka lama kelamaan tulang menjadi patah. Maka lebih baik mengangkat beban sesuai kemampuan. Kalau perlu angkatlah beban berat pada bahu kiri dan kalau sudah lelah pindah ke bahu kanan. Cara tersebut sangat efektif untuk meminimalisir kelelahan pada punggung.

4. Berolahraga secara rutin

Dengan berolahraga secara teratur mampu memperkuat tulang. Waktu yang sangat baik untuk berolahraga adalah pada pagi hari. Karena pagi hari terdapat sinar matahari yang sangat baik bagi kesehatan tulang. Perlu kalian ketahui bahwa sinar matahari pagi dapat membantu mengubah provitamin D menjadi vitamin D.


Demikanlah artikel tentang macam-macam kelainan dan cara menjaga rangka manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Wednesday, August 31, 2016

Mengenal Bagian – Bagian Rangka Pada Manusia

Mengenal Bagian – Bagian Rangka Pada Manusia

Mengenal bagian-bagian rangka pada manusia. Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna jika dibandingkan dengan makhluk hidup lainnya. Jika kita merasakan ada bagian keras dalam tubuh kita maka hal tersebut menunjukkan adanya tulang. Tulang-tulang manusia terdiri dari tulang-tulang pipih yang tersusun secara teratur dan saling bersambungan. Tulang manusia bersifat sangat kuat dan kaku. Dalam tubuh manusia terdapat kurang lebih 200 tulang. Walaupun demikian tubuh manusia masih dapat digerakkan sesuai yang kita inginkan. Bagian tubuh manusia yang dapat menggerakkan rangka disebut otot.

Tulang manusia berguna untuk melindungi bagian tubuh manusia yang bersifat lunak serta organ-organ penting, misalnya jantung, paru-paru dan ginjal. Sebenarnya tulang manusia merupakan kerangka tubuh yang digunakan untuk menahan dan menjaga bentuk tubuh. Jadi, dari pembahasan diatas dapat dikatakan bahwa tulang sangat berguna dan penting bagi tubuh manusia. Nah, untuk lebih jelasnya tentang rangka manusia simaklah penjelasan dibawah ini hingga selesai.

Bagian-bagian Rangka Pada Manusia

Sebenarnya tulang manusia terbentuk dari sel hidup yang terdiri dari mineral dan zat lentur yang disebut dengan kolagen. Rangka manusia dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu rangka kepala (tengkorak), rangka badan dan rangka anggota gerak. 

1. Rangka Kepala 

Rangka kepala sering disebut dengan tengkorak. Tulang pada rangka kepala memiliki sifat yang keras sehingga dapat berguna untuk melindungi otak. Otak merupakan bagian tubuh manusia yang sangat lunak dan sangat penting untuk kehidupan sehari-hari. Rangka kepala memiliki bentuk bulat dan disusun oleh tulang-tulang yang berbentuk pipih. Tulang-tulang tersebut saling bersatu sehingga dapat membentuk sendi tetapi tulang tersebut tidak dapat digerakkan. Tulang rangka kepala dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu tulang bagian depan membentuk dasar wajah dan tulang bagian belakang disebut batok kepala. 
Tulang-tulang yang menyusun rangka kepala yaitu :
  • Tulang dahi
    Rangka Kepala
    Rangka Kepala
  • Tulang ubun-ubun
  • Tulang pelipis
  • Tulang tengkorak
  • Tulang baji
  • Tulang air mata
  • Tulang pipi
  • Tulang hidung
  • Tulang rahang atas
  • Tulang rahang bawah
  • Tulang lidah


2. Rangka Badan

Tulang Belakang
Tulang Belakang
Rangka badan manusia tersusun mulai dari tulang leher hingga tulang ekor. Rangka badan memiliki ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk serta tulang dada. Dalam ruas-ruas tulang belakang ini terdapat 7 ruas tulang yang disebut dengan tulang leher. Kemudian terdapat 26 ruas tulang yang merupakan tulang punggung dan tulang ekor. Jadi, dapat disimpulkan bahwa jumlah seluruh tulang belakang adalah 33 ruas. Tulang leher bersambungan dengan tulang punggung hingga tulang ekor. Ruas tulang belakang yang terdiri atas sambungan antar tulang dapat digerakkan baik itu kedapan atau bahkan membungkuk ke dapan sehingga tubuh kita dapat digerakkan secara sengaja.




Tulang rusuk dan tulang dada
Tulang rusuk dan tulang dada
Pada bagian depan terdapat tulang-tulang rusuk yang melekat ke tulang dada. Tulang rusuk manusia terdiri dari 7 pasang tulang rusuk sejati, 3 pasang tulang rusuk palsu dan 2 pasang tulang rusuk melayang. Dalam tulang dada dapat dipisahkan menjadi tiga bagian yaitu tulang hulu, tulang badan dan tulang pedang-pedangan. Sebenarnya tulang dada tidak dapat digerakkan. Persatuan antara ruas-ruas tulang belakang, tulang rusuk dan tulang dada akan membentuk rongga dada yang berfungsi untuk melindungi paru-paru, jantung, hati dan lambung. 



Diatas rongga dada terdapat rangka bahu. Bahu dibentuk oleh tulang selangka dan tulang belikat. Sedangkan di bagian bawah terdapat rangka panggul atau gelang panggul. Rangka panggul tersebut dibentuk oleh tulang pinggul dan tulang kemaluan. 
Tulang bahu dan tulang pinggul
Tulang bahu dan tulang pinggul

3. Rangka Anggota Gerak

Umumnya, jumlah tulang paling banyak terdapat pada rangka anggota gerak. Rangka anggota gerak sendiri terdiri dari anggota gerak atas dan anggota gerak bawah. Rangka anggota gerak atas menyusun sepasang tangan sedangkan rangka anggota gerak bawah menyusun sepasang kaki.

a. Bagian-bagian anggota gerak atas terdiri dari :
Rangka Tangan
Rangka Tangan

  • Tulang lengan atas
  • Tulang pengumpil
  • Tulang hasta
  • Tulang pergelangan tangan
  • Tulang jari-jari tangan
  • Tulang telapak tangan




b. Bagian-bagian anggota gerak bawah terdiri dari :

  • Rangka Kaki
    Rangka Kaki
    Tulang paha
  • Tulang tempurung lutut
  • Tulang betis
  • Tulang kering
  • Tulang pergelangan kaki
  • Tulang jari-jari kaki
  • Tulang telapak kaki





Demikianlah artikel tentang bagian-bagian rangka pada manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..

Monday, August 29, 2016

7 Jenis Penyakit yang Menyerang Tumbuhan

7 Jenis Penyakit yang Menyerang Tumbuhan

Penyakit yang menyerang tumbuhan. Tumbuhan merupakan salah satu jenis makhluk hidup. Tumbuhan sangat dibutuhkan manusia maupun hewan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Tumbuhan sama halnya dengan manusia dan hewan yaitu dapat terkena penyakit. Penyakit yang menyerang tumbuhan biasanya disebabkan oleh adanya mikroorganisme yang meliputi bakteri, virus, jamur, protozoa, cacing dan tikus. Tumbuhan yang terserang penyakit akan merugikan para petani sehingga para petani akan mengantisipasinya dengan memberikan berbagai macam pupuk serta jenis obat-obatan yang lainnya. Karena kita tidak tahu kapan datangnya penyakit sehingga pemberian pupuk dan jenis obat-obatan lainnya sangat diperlukan. 

Tidak semua tumbuhan dapat sembuh dengan memberikan pupuk dan obat-obatan lainnya. Terkadang ada sebuah penyakit yang sangat sulit untuk dihilangkan sehingga dapat menyebabkan tumbuhan tersebut mati. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang penyakit yang menyerang tumbuhan.

Penyakit Pada Tumbuhan

Tumbuhan yang diserang mikroorganisme akan mengakibatkan tumbuhan tidak dapat berkembang dengan baik dan juga tidak dapat berbuah. Tumbuhan akan terlihat tidak sehat seperti pada umumnya. Banyak sekali jenis penyakit yang menyerang tumbuhan yang mengakibatkan banyak petani mengalami kerugian karena gagal panen. Penyakit pada tumbuhan tersebut antara lain :

1. Penyakit Rebah Kecambah

Penyakit rebah kecambah merupakan pembusukan pada leher akar tanaman yang baru tumbuh. Penyakit jenis ini disebabkan oleh jamur Phytium sp. dan Rhizoctonia Solani. Penyakit rebah kecambah akan mengakibatkan leher akar tanaman mengecil sehingga tidak mampu menopang batang tanaman. Jika keadaan tersebut berlangsung cukup lama maka batang tanaman akan menjadi busuk dan kering kemudian kondisi tanaman akan rebah. Biasanya penyakit rebah kecambah akan menyerang tanaman tembakau. Umumnya penyakit ini akan menyerang pembibitan dengan gejala serangan pangkal bibit berlekuk. Cara mengatasinya yaitu dengan melakukan pengaturan jarak tanam pembibitan atau bisa juga dengan disinfeksi tanah sebelum melakukan penaburan benih. 

2. Penyakit Mosaik

Penyakit mosaik disebabkan oleh virus TMV (Tobacco Mozaic Virus). Penyakit jenis ini akan menyerang tanaman tembakau, kacang kedelai, tomat, kentang dan labu. Biasanya tanaman yang terserang akan memiliki bercak kuning pada daun. Cara penularan virus TMV pada tanaman yaitu dengan cara mekanis atau melalui benih. Virus jenis ini mampu bertahan lama hingga beberapa tahun dan bersifat infektif. Gejala-gejala yang penyakit mosaik adalah :
  • Daun tanaman akan berubah menjadi berwarna belang dari hijau muda hingga hijau tua.
  • Ukuran daun relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan ukuran daun normal
  • Pertumbuhan tanaman akan terhambat sehingga menyebabkan tanaman menjadi kerdil
3. Penyakit Citrus Vein Phloem Degeration (CVPD)

Penyakit jenis ini sering disebut dengan CVPD. CVPD dapat disebabkan oleh virus yang merusak pembuluh tapis (floem). Biasanya tanaman yang diserang penyakit CVPD adalah tanaman jeruk. Jika tanaman jeruk terserang dalam waktu yang lama dan sudah masuk stadium lanjut maka daun jeruk menjadi tidak produktif dan mati. Gejala-gejala penyakit CVPD pada tanaman jeruk antara lain :
  • Daun jeruk akan berwarna kuning
  • Ukuran daun relatif kecil 
  • Pertumbuhan kuncupnya sangat lambat
4. Penyakit Ustilago

Penyakit ustilago merupakan sebuah penyakit yang banyak disebabkan oleh adanya jamur. Jamur tersebut adalah Ustilago Maydis. Ada beberapa jenis jamur yang menyerang tanaman. Pada tanaman jagung biasanya jamur yang menyerang adalah jamur Mavdis. Sedangkan pada tanaman gandum disebabkan oleh jamur Ustilago Avenae dan tanaman tebu adalah jamur Ustilago Scitaminea. 

5. Penyakit Lanas

Penyakit lanas dapat disebabkan oleh cendawan Phytophthora nicotianae var Breda de Haan. Penyakit lanas biasanya menyerang tanaman tembakau. Daun tanaman tembakau yang telah diserang penyakit lanas yang semula hijau akan mendadak berwarna kuning dan terkulai layu sehingga lama kelamaan akan mati. Pada pangkal batang tembakau juga akan membusuk dan berwarna coklat. Apabila batangnya dibelah maka bentuknya akan bersekat-sekat. Cara penanganannya yaitu dengan melakukan penyemprotan fungisida pada pangkal batang. 

6. Penyakit Antraknosa

Penyakit antraknosa dapat disebabkan oleh jamur C. capsici. Penyakit ini akan menyerang tanaman cabe. Pada batang tanaman terdapat bercak yang agak mengkilap serta sedikit terbenam dan berair sehingga lama kelamaan akan busuk kemudian melebar membentuk lingkaran konsentris. Dalam kurun waktu yang tidak lama buah tersebut akan berubah menjadi coklat kehitaman dan membusuk. Cara penanganannya antara lain:
  • Melakukan pembuangan bagian tanaman yang sudah terserang agar tidak menyebar
  • Melakukan pemilihan benih secara selektif
  • Lebih baik menanam benih cabe yang memiliki ketahanan terhadap penyakit pathek
  • Melakukan cara kultur teknis yang baik
7. Penyakit Tungro (Virus Tungro)

Penyakit tungro merupakan sebuah penyakit virus yang terjadi pada tanaman padi. Biasanya penyakit ini terjadi ketika masa pertumbuhan vegetatif. Virus tungro akan menyebabkan tanaman tumbuh kerdil dan jumlah anakan pun berkurang. Pelepah dan helaian daun akan memendek. Warna daun akan berubah menjadi kuning hingga kuning oranye. Sedangkan jika daun masih muda akan berlurik atau terdapat strip berwarna hijau pucat hingga putih dengan panjang berbeda sejajar dengan tulang daun. Umumnya virus tungro disebarkan oleh wereng hijau yaitu Nephotettix malayanus dan N.virescens.

Demikianlah artikel tentang penyakit yang menyerang tumbuhan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. 

Saturday, August 27, 2016

5 Macam Penyakit Hewan yang Disebabkan Oleh Virus

5 Macam Penyakit Hewan yang Disebabkan Oleh Virus

Penyakit hewan yang disebabkan oleh virus. Semua makhluk hidup di bumi ini memiliki ikatan yang sangat kuat. Antar makhluk hidup saling terikat dan melengkapi. Dalam kehidupan sehari-hari, manusia membutuhkan hewan dan juga tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya. Contoh pada saat manusia makan membutuhkan lauk pauk yang berasal dari hewan, disamping itu manusia juga membutuhkan sayuran yang berasal dari tumbuhan. Kita sebagai manusia tidak dapat hidup sendiri karena membutuhkan hewan dan tumbuhan. Jadi kita harus selalu menjaga dan melestarikan hewan dan tumbuhan agar tidak mati.

Hewan juga sama seperti manusia yaitu dapat terserang penyakit. Penyakit yang menyeranag hewan sangat beragam, ada yang menular dan ada yang tidak menular. Umumnya penyakit yang menyerang hewan disebabkan oleh virus dan bakteri. Antara penyakit satu dengan penyakit lain memiliki cara penularan yang berbeda-beda. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam penyakit hewan, simaklah artikel ini sampai selesai.

Macam-Macam Penyakit Hewan

Penyakit hewan yang disebabkan oleh virus sangat beragam jenisnya. Penyakit-penyakit tersebut antara lain :

1. Rabies

Rabies merupakan sebuah infeksi akut yang terdapat pada susunan saraf pusat dengan berdarah panas. Rabies disebabkan oleh Rabdhovirus yang dapat menular ke manusia melalui gigitan atau air liur dari hewan penderita. Contoh hewan yang dapat terkena rabies adalah anjing, serigala, tikus, sapi, kuda, kambing dan monyet. Hewan yang terkena rabies akan menjadi lebih ganas dan ditakuti oleh manusia. Jika manusia tertular rabies akan menyebabkan kematian. Sebenarnya rabies dapat dicegah dengan memberikan vaksin.
Salah satu hewan yang terkena rabies adalah anjing. Berikut adalah ciri-ciri hewan rabies antara lain :
  • Gelisah
  • Agresif
  • Lidah selalu terjulur
  • Banyak mengeluarkan air liur
  • Lebih suka di tempat yang gelap dan selalu menyendiri
  • Ekor selalu ditekuk diantara kedua kaki belakang
  • Takut akan cahaya dan suara
  • Selalu ingin menggigit sesuatu yang ada di sekitarnya baik manusia maupun benda
2. Penyakit Tetelo

Penyakit tetelo merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus NCD (Newcastle Disese). Ciri-ciri penyakit tetelo adalah diare, batuk-batuk dan kehilangan keseimbangan. Jenis penyakit ini bersifat menular. Virus ini mampu menyerang alat pernapasan, alat reproduksi, jaringan syaraf dan sebagainya. Penyakit tetelo dapat terjadi pada unggas terutama ayam. Jika ayam sudah terserang penyakit tetelo maka ayam tersebut harus segera dimusnahkan karena dapat bertindak sebagai sumber pencemaran dan juga penularan. Penyakit tetelo juga dapat menyebabkan kematian.

3. Penyakit Kuku dan Mulut

Penyakit kuku dan mulut merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh Aphthovirus. Hewan yang dapat terserang adalah hewan ternak seperti kambing, kerbau, sapi dan sebagainya. Penyakit kuku dan mulut dapat menular melalui udara, kontak langsung, dan makanan. Gejala-gejala hewan yang terserang penyakit mulut dan kuku antara lain :
  • Sering lesu
  • Gelisah
  • Dehidrasi
  • Demam
  • Malas untuk berdiri
  • Nafsu makan menurun
  • Muncul vesikula (berisi cairan bening hingga kuning kemerah-merahan dan mudah terkelupas) pada bagian lidah, mukosa pipi, gusi, langit-langit mulut serta ujung kaki
Penyakit mulut dan kuku dapat menyebabkan menurunnya produksi susu dan daging ternak bahkan dapat menyebabkan kematian. Cara pencegahannya yaitu dengan memberikan vaksinasi.

4. Papillomatosis

Papillomatosis atau sering disebut dengan kutil pada sapi dapat disebabkan oleh virus BPV (Bovine Papilloma Virus). Virus tersebut dapat menyebabkan tumor pada sel epitel kulit dan membran mukosa. Bagian tubuh sapi yang diserang antara lain :
  • Hidung
  • Putting susu
  • Gland penis
  • Leher
  • Kepala
  • Saluran pencernaan
  • Vesika urinaria
5. Adenovirus

Adenovirus merupakan sebuah penyakit yang dapat menyebabkan tumor pada hewan tertentu. Penyakit jenis ini juga dapat menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan pada hewan.


Demikianlah artikel tentang 5 macam penyakit pada hewan yang disebabkan oleh virus. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca

[Artikel Lengkap] Bagian-Bagian Tumbuhan Serta Fungsinya

[Artikel Lengkap] Bagian-Bagian Tumbuhan Serta Fungsinya 

Bagian-bagian tumbuhan serta fungsinya. Tumbuhan termasuk jenis makhluk hidup. Sesuatu yang dikatakan makhluk hidup berarti dapat bernapas begitu pula dengan tumbuhan. Tumbuhan juga seperti makhluk hidup lainnya yaitu memiliki bagian-bagian tubuh. Bagian-bagian utama yang dimiliki tumbuhan yaitu akar, batang, daun, bunga dan buah. Antara bagian satu dengan bagian yang lain memiliki fungsi dan tugas yang berbeda-beda. Fungsi dan tugas tersebut tidak hanya berguna bagi tumbuhan itu sendiri melainkan dapat berguna bagi makhluk hidup lainnya seperti manusia. Bagian-bagian tumbuhan dapat dimanfaatkan manusia untuk memenuhi kebutuhannya. Nah, untuk lebih jelasnya tentang bagian-bagian tumbuhan serta fungsinya simaklah penjelasan di bawah ini.

A. Akar

Gambar Akar
Gambar Akar

Semua jenis tanaman pasti mempunyai akar. Akar tumbuh menghujam ke dalam tanah. Akar berfungsi untuk menyerap air dan mineral serta mengukuhkan tanaman. Selain itu, akar juga dapat berfungsi sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.  Akar terdiri atas dua bagian yaitu rambut akar dan tudung akar. Rambut akar berfungsi untuk memperluas daerah penyerapan air dan mineral, sedangkan tudung akar berfungsi untuk melindungi akar saat menembus tanah.
Menurut bentuknya akar dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :



1. Akar Serabut
Akar Serabut
Akar Serabut

Biasanya tumbuhan yang memiliki akar serabut adalah tumbuhan berjenis monokotil (biji berkeping satu atau tunggal). Akar serabut memiliki bentuk seperti serabut-serabut tipis. Akar serabut tidak memiliki akar pokok yang tumbuh memanjang serta tidak memiliki cabang-cabang akar. Bagian pangkal dan ujung pada akar serabut memiliki ukuran yang hampir sama. Akar-akar tersebut dapat tumbuh dari pangkal akar. Contoh tanaman dengan akar serabut adalah padi, jagung, kelapa dan papaya.




2. Akar Tunggang

Akar Tunggang
Akar Tunggang

Biasanya akar tunggang dimiliki oleh tumbuhan  berjenis dikotil (biji berkeping dua atau ganda). Akar tunggang berbeda dengan akar serabut karena akar tunggang memiliki akar pokok yang tumbuh memanjang. Pada akar tunggang ini terdapat akar lateral (samping) yang dapat tumbuh ke samping. Ukuran akar lateral adalah lebih kecil dari pada akar pokok karena akar lateral merupakan cabang-cabang dari akar pokok tersebut. Contoh tanaman dengan akar tunggang adalah jambu, jeruk, durian, kopi dan mangga.


Perlu anda ketahui bahwa tidak semua jenis tumbuhan memiliki akar yang sama karena ada beberapa tumbuhan yang memiliki akar khusus dengan sifat dan kegunaan yang khusus pula. Dibawah ini ada beberapa akar khusus, di antaranya :
  • Akar Gantung. Akar gantung dapat tumbuh pada bagian tumbuhan yang letaknya di atas tanah sehingga akar akan terlihat menggantung di udara. Fungsi akar gantung adalah untuk menyerap uap air dan gas dari udara. Contohnya pohon beringin.
  • Akar Napas. Akar napas dapat tumbuh keluar dari batang bagian bawah sehingga akar akan muncul di permukaan tanah atau air. Fungsi akar napas adalah untuk bernapas. Contohnya pohon bakau dan pandan. 
  • Akar Pelekat. Biasanya akar pelekat akan tumbuh di sepanjang batang. Fungsi akar pelekat adalah untuk melekatkan pada tumbuhan lain atau tembok. Contohnya tumbuhan sirih.
  • Akar Tunjang. Akar tunjang yaitu cabang akar yang dapat tumbuh tegak lurus ke atas. Akar tunjang memiliki banyak celah sehingga udara dapat masuk. Contohnya kayu api dan gayam. 

B. Batang

Batang merupakan bagian dari tumbuhan yang paling utama dan letaknya di atas permukaan tanah. Fungsi batang yaitu untuk menopang tumbuhan. Batang juga sebagai tempat melekatnya daun, bunga dan buah. Pada batang inilah terjadi proses pengangkatan air dan zat hara yang berasal dari akar hingga ke daun. Menurut jenisnya batang dapat dibedakan menjadi 3 antara lain:
  1. Batang Berkayu. Batang berkayu merupakan tumbuhan berkayu yang memiliki batang yang keras dan kuat. Pada batang berkayu terdapat kambium yaitu bagian batang yang selalu tumbuh. Contohnya durian, mahoni dan jati.
  2. Batang Rumput. Batang rumput memiliki ruas-ruas yang sangat nyata serta berongga. Contohnya padi, rumput, jagung. 
  3. Batang Basah. Tumbuhan yang memiliki batang basah biasanya batang tumbuhan tersebut lunak dan berair. Contohnya papaya dan pisang. 
Gambar Berbagai Macam Batang
Gambar berbagai macam batang : (a) Batang berkayu, (b) Batang rumput, dan (c) Batang basah

C. Daun

Daun merupakan bagian tumbuhan yang dapat tumbuh pada batang. Umumnya daun berwarna hijau karena daun banyak mengandung zat warna hijau yang disebut klorofil. Daun berfungsi sebagai tempat berlangsungnya proses fotosintesis. Daun dapat dibedakan menjadi dua yaitu daun tunggal dan daun majemuk. Berdasarkan bentuk susunan tulang, daun dapat dibedakan menjadi empat macam antara lain:
  1. Tulang Daun Menyirip. Memiliki bentuk seperti sirip ikan sehingga tampak tersusun rapi mulai dari tangkai hingga ujung helai daun. Contohnya daun mangga dan daun jambu.
  2. Tulang Daun Melengkung. Memiliki bentuk seperti garis-garis melengkung. Contohnya daun genjer, dan daun sirih
  3. Tulang Daun Menjari. Memiliki bentuk seperti jari-jari tangan. Contohnya daun singkong, daun papaya dan daun jarak
  4. Tulang Daun Sejajar. Memiliki bentuk berupa garis-garis yang sejajar mulai dari pangkal daun hingga ujung daun. Contohnya jagung, tebu dan padi. 
Berbagai Macam Daun
Gambar Berbagai Macam Daun : (a) Menyirip, (b) Melengkung, (c) Menjari, dan (d) Sejajar
Walaupun daun memiliki bentuk tulang yang berbeda-beda tetapi bagian-bagian penyusunnya hampir sama. Bagian-bagian tersebut adalah pelepah daun, tangkai daun dan helaian daun.

D. Bunga 

Bunga merupakan bagian tumbuhan yang berperan sangat penting dalam proses perkembangbiakan. Bunga juga memiliki bagian-bagian yang penting di antaranya tangkai bunga, mahkota, kelopak, benang sari serta putik.
Gambar Bunga
Gambar Bunga
  1. Tangkai Bunga, berada pada bagian bawah bunga. Tangkai ini memiliki peran sebagai penopang bunga dan sebagai penyambung antara bunga dan batang atau ranting.
  2. Kelopak, berada pada bagian paling luar pada bunga. Kelopak akan melindungi mahkota ketika masih dalam keadaan kuncup. Biasanya, kelopak akan memiliki bentuk dan warna yang menyerupai daun. 
  3. Mahkota, berada di sebelah dalam kelopak. Mahkota memiliki bentuk dan warna yang sangat bermacam-macam yang dapat digunakan untuk menarik serangga untuk datang dan membantu penyerbukan.
  4. Benang Sari, berada di tengah-tengah mahkota bunga. Benang sari adalah alat kelamin jantan yang terdiri dari tangkai sari dan kepala sari.
  5. Putik, alat kelamin betina. Putik terdiri dari kepala putik dan tangkai putik.
Berdasarkan bagian-bagian yang dimiliki bunga dapat dibedakan menjadi :
  • Bunga lengkap, merupakan bunga yang memiliki kelopak bunga, mahkota bunga, putik dan benang sari
  • Bunga tak lengkap, merupakan bunga yang tidak memiliki salah satu bagian kelopak bunga, mahkota bunga, putik atau benang sari
  • Bunga sempurna, merupakan bunga yang memiliki benang sari dan putik
  • Bunga tak sempurna, merupakan bunga yang hanya memiliki putik atau benang sari saja

E. Buah dan Biji

Buah merupakan sebuah hasil dari penyerbukan dan pembuahan antara serbuk sari dan putik. Buah sendiri terdiri atas daging buah dan biji. Biji dapat dibedakan menjadi dua yaitu biji berkeping satu (monokotil) dan biji berkeping dua (dikotil).

Selesai sudah artikel tentang bagian-bagian tumbuhan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi anda.

Thursday, August 25, 2016

[Artikel Lengkap] Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

[Artikel Lengkap] Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil. Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang tumbuhan monokotil dan dikotil. Tumbuhan monokotil dan dikotil termasuk tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae). Tumbuhan berjenis monokotil dan dikotil sering kita jumpai bahkan di depan rumah pun ada, seperti pisang dan mangga. Tumbuhan monokotil dan dikotil dapat dibedakan berdasarkan jumlah keping biji. Jika tumbuhan hanya memiliki satu keping biji maka tumbuhan tersebut dikatakan sebagai tumbuhan monokotil. Sedangkan tumbuhan yang memiliki dua keping biji maka disebut dengan tumbuhan dikotil atau tumbuhan belah. Tetapi tidak semua orang mengetahui atau mengerti bahwa tumbuhan tersebut memiliki keping satu atau keping dua tumbuhan monokotil dan dikotil. Jadi, cara membedakan dengan mudah yaitu dengan mengetahui bagian-bagian tubuh tumbuhan itu sendiri. Nah, untuk lebih jelasnya tentang tumbuhan monokotil dan dikotil simaklah penjelasan di bawah ini. 

A. Tumbuhan Monokotil (biji berkeping satu)

Tumbuhan monokotil merupakan jenis tumbuhan yang hanya memiliki biji keping tunggal atau satu. Terdapat banyak ciri tumbuhan monokotil diantaranya akar berbentuk serabut, batang beruas-ruas, tidak berkambium, pertulangan daun sejajar/melengkung, memiliki satu keeping biji, bagian bunga berjumlah tiga. Contoh tanaman yang termasuk tumbuhan monokotil adalah jagung, padi, kelapa, jahe, kunyit, pisang raja, vanili dan anggrek. Ada beberapa suku yang tergolong tumbuhan monokotil yaitu sebagai berikut.
  1. Liliaceae. Contohnya Gloria Superba (kembang telang) dan Lilium Longiflorium (lilia gereja).
  2. Graminae (Rumput-rumputan). Contohnya Oryza Sativa (padi), Zea Mays (jagung) dan Panicum Milliaceum (jewawut).
  3. Amaryllidaceae. Contohnya Agave Sisalana (sisal) dan Agave Cantala (kantala).
  4. Zingiberaceae (Jahe-jahenan). Contohnya Kaempferia Galanga (kencur), Zingiber Offcinale (jahe), Curcma domestica (kunyit).
  5. Musaceae (Pisang-pisangan). Contohnya Musa Paradisiaca (pisang) dan Musa Textiles (pisang manila).
  6. Orchidaceae (Anggrek-anggrekan). Contohnya Phalaenopsis amabillis (anggrek bulan).
  7. Araceae. Contohnya Xanthosoma Violaceum (bentul) dan Colocasia Esculenta (talas).
  8. Arecaceae (Palem-paleman). Contohnya Cocos Nucifera (kelapa), Elaeis Guinensis (kelapa sawit), dan Areca Catechu (pinang).

B. Tumbuhan Dikotil (biji keping dua)

Tumbuhan dikotil merupakan tumbuhan yang berbiji keping dua atau berbiji belah. Ciri-ciri tumbuhan dikotil diantaranya jumlah keping bijinya dua, bentuk akar tunggang, bentuk tulang daunnya menyirip atau menjari, tidak memiliki tudung akar, batangnya bercabang-cabang, jumlah kelopak bunganya dua, empat, enam maupun kelipatannya. Contoh tumbuhan dikotil adalah rambutan, mangga, jambu air, terong, kacang, bunga matahari. Tumbuhan dikotil juga memiliki beberapa suku seperti hal nya dengan tumbuhan monokotil. Tetapi suku yang dimiliki tumbuhan monokotil sangat berbeda dengan suku tumbuhan dikotil. Suku-suku tersebut antara lain :

1. Euphorbiaceae (getah-getahan)

Euphorbiaceae sering disebut dengan suku getah-getahan. Contohnya karet, ubi kayu, nangka, kemiri, pala, dll.  Ciri-ciri Euphorbiaceae adalah sebagai berikut.
  • Jika tubuh dari tumbuhan tersebut dilukai maka akan mengeluarkan getah karena batangnya memiliki kandungan getah
  • Tulang daun menjari
  • Buah kendaga yaitu memiliki tiga ruang yang masing-masing memiliki satu biji
2. Papilionaceae (kacang-kacangan)

Papilionaceae sering disebut dengan suku kacang-kacangan. Contohnya berbagai macam kacang, misalnya kacang tanah, kacang hijau, kacang panjang, orok-orok, turi dan buncis. Ciri-ciri yang dimiliki Papilionaceae adalah sebagai berikut. 
  • Mahkota bunga berbentuk kupu-kupu
  • Buahnya berbentuk polong
  • Dalam setiap buah terdapat beberapa ruang biji dan masing-masing mengandung satu biji saja
3. Solanaceae (terung-terungan)

Solanaceae sering disebut dengan suku terung-terungan. Contohnya terung, kentang, tomat, cabai dan tembakau. Ciri-ciri Solanaceae adalah sebagai berikut.
  • Berupa semak
  • Bentuk bunga seperti terompet atau bintang
  • Memiliki mahkota lima helai dan saling melekat
  • Memiliki jumlah benang sari lima buah
  • Buahnya kotak dengan lapisan dalam berair / berdaging
  • Putiknya hanya satu buah
4. Myrtaceae (jambu-jambuan)

Myrtaceae sering disebut dengan suku jambu-jambuan. Contohnya jambu biji, jambu monyet, jambu air dan cengkeh. Ciri-ciri yang dimiliki Myrtaceae adalah sebagai berikut.
  • Pohon berkayu atau berupa perdu
  • Mahkota bunganya kecil 
  • Memiliki benang sari yang banyak
5. Malvaceae (kapas-kapasan)

Malvaceae sering disebut dengan suku kapas-kapasan. Contohnya kapas, waru dan kembang sepatu. Ciri-ciri dari Malvaceae adalah sebagai berikut.
  • Berupa semak atau perdu
  • Memiliki mahkota bunga lima dan saling melekat pendek

6. Rubiaceae (kelompok kopi)

Rubiaceae sering disebut dengan kelompok kopi. Contohnya kopi, bunga kaca piring, mengkudu, kina dan pace.  

Untuk lebih mudah membedakan antara tumbuhan monokotil dan tumbuhan dikotil, berikut disajikan tabel perbedaanya. 
Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil
Perbedaan Tumbuhan Monokotil dan Dikotil

Demikianlah artikel tentang tumbuhan monokotil dan dikotil. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..

Tuesday, August 16, 2016

10 Usaha Manusia Untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan

10 Usaha Manusia Untuk Mengatasi Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan



Usaha Manusia untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Pada zaman sekarang ini tidak hanya kota-kota besar saja yang terkena pencemaran. Di desapun sekarang sudah tercemar baik udara maupun tanah. Pencemaran tidak hanya dilakukan oleh pabrik-pabrik atau usaha besar saja, pabrik kecil pun sekarang sudah mencemari lingkungan penduduk. Pencemaran merupakan masuknya sebuah bahan pencemar ke dalam lingkungan sehingga lingkungan menjadi tidak seimbang atau tidak asri lagi. Pencemaran sangat tidak baik bagi kesehatan manusia karena banyak bakteri dan virus yang akan masuk ke tubuh manusia, apalagi bagi anak kecil yang rentan penyakit. Pencemaran udara adalah pencemaran yang sangat terkenal dan berada di mana-mana, seperti asap kendaran.


Di samping pencemaran lingkungan, bahaya lain yang mengintai manusia bahkan makhluk hidup  adalah kerusakan lingkungan. Banyak akibat yang ditimbulkan dari kerusakan lingkungan, misalnya tanah longsor. Kerusakan lingkungan merupakan rusaknya lingkungan akibat ulah manusia maupun alam itu sendiri. Contoh kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh ulah manusia antara lain : hutan gundul dan kebakaran hutan. Sedangkan contoh kerusakan lingkungan akibat alam itu sendiri yaitu tanah longsor dan banjir. Sebenarnya, pencemaran dan kerusakan lingkungan dapat memberikan dampak yang negatif bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, kita sebagai manusia harus selalu menjaga lingkungan kita agar tetap asri dan indah. Banyak usaha yang dapat dilakukan untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan, antara lain :
  1. Reboisasi (penghijauan) yang berguna untuk memperbaiki kerusakan hutan
  2. Melakukan sistem tebang pilih agar hutan tidak menjadi gundul. Jika keadaan hutan yang gundul akan menyebabkan banjir
  3. Melakukan pengolahan limbah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai agar air sungai tidak tercemar oleh limbah
  4. Selalu menggunakan bahan-bahan yang mudah diuraikan oleh mikroorganisme tanah
  5. Di daerah pegunungan harus membuat sengkedan yang berguna untuk mencegah erosi sehingga lahan pertanian di lereng gunung tetap subur
  6. Tidak mengekspor kayu bulat (log) dan juga bahan baku serpih karena hal tersebut ada larangannya
  7. Menerapkan prinsip 4 R yaitu Reduce (mengurangi pemakaian), Reuse (memakai ulang), Recycle (mendaur ulang barang bekas) dan Replant (menanam sampah organik).
  8. Melakukan cara remediasi yang artinya membersihkan permukaan tanah dari berbagai polutan
  9. Selalu mengurangi dan membatasi dalam penggunaan zat-zat pencemar lingkungan
  10. Selalu menjaga pelestarian sumber daya alam

Begitu banyak usaha yang dapat dilakukan manusia untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Jadi, antara manusia satu dengan yang lainnya harus saling bergotong royong dan saling menjaga lingkungan agar lingkungan tidak tercemar dan tidak rusak.

Selesai sudah pembahasan tentang usaha manusia untuk mengatasi pencemaran dan kerusakan lingkungan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda semua. Selamat membaca…

Saturday, August 13, 2016

10 Jenis Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah Manusia

10 Jenis Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah Manusia


Penyakit pada sistem peredaran darah manusia. Di dalam tubuh manusia terdapat sebuah cairan merah yang disebut dengan darah. Darah dapat mengalir ke seluruh bagian tubuh. Darah sendiri mengandung haemoglobin sehingga darah akan berwarna merah. Sistem peredaran darah memiliki fungsi sebagai tempat pengangkut makanan dan zat-zat sisa hasil metabolisme. Telah kita ketahui bahwa sistem peredaran darah manusia terdiri dari jantung, darah dan pembuluh darah. Ketiga sistem peredaran darah tersebut masing-masing memiliki fungsi dan tugas yang berbeda-beda. Jika salah sistem peredaran darah manusia tidak berfungsi dengan baik maka hal tersebut akan menimbulkan sebuah penyakit. Umumnya, sebuah penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia disebabkan oleh pola makan yang tidak teratur dan gaya hidup yang tidak sehat. Penyakit pada sistem peredaran darah manusia dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu :
  1. Penyakit pada darah : anemia, thalasemia, hemofilia, leukimia, polisitemia
  2. Penyakit pada pembuluh darah : jantung, aterosklerosis, stroke, hipertensi, diabetes mellitus

Nah, untuk lebih jelasnya simaklah penjelasan tentang penyakit pada sistem peredaran darah manusia dibawah ini. 

Penyakit Pada Darah


Banyak sekali penyakit yang menyerang darah, antara lain :

1. Anemia

Anemia merupakan sebuah penyakit kekurangan darah. Penyebabnya adalah berkurangnya kandungan haemoglobin dalam darah, kurangnya jumlah entrosit dalam darah, kurangnya volume darah dari volume normal, kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12. Gejala anemia adalah wajah terlihat pucat, sakit kepala, cepat lelah, timbulnya titik-titik hitam pada mata dan jantung berdebar-debar sangat cepat. Anemia dapat terjadi pada seseorang yang sedang terluka dan banyak mengeluarkan darah seperti kecelakaan. Penderita anemia atau kekurangan darah dapat diatasi dengan transfusi darah. 

2. Thalasemia

Thalasemia merupakan sebuah penyakit pada entrosit yang mengakibatkan sel darah merah mudah rapuh dan cepat rusak. Thalasemia termasuk penyakit yang bersifat genetis yang artinya penyakit yang diturunkan dari kedua orang tua kepada anak-anaknya (penyakit keuturunan). Thalasemia dapat dibedakan menjadi 3 macam, antara lain :
  1. Thalasemia Mayor. Pada penderita ini akan mengalami anemia berat, mulai dari umur 3-6 bulan sejak lahir. Seseorang yang sedang menderita penyakit ini harus selalu bertransfusi darah sebab tidak dapat bertahan hidup jika tanpa transfusi darah. Gejalanya adalah tubuh lemah, wajah terlihat pucat, berat badan kurang, pertumbuhan fisik tidak sesuai umur serta perut akan membuncit. Thalasemia mayor juga akan merubah fisik seseorang, antara lain kelainan tulang yang berupa tulang pipi masuk ke dalam dan batang hidung menonjol, penonjolan dahi dan jarak kedua mata menjadi  lebih jauh, tulang menjadi lemah dan keropos serta pertumbuhan gigi akan buruk. 
  2. Thalasemia Intermedia. Gejala pada penderita thalasemia intermedia lebih ringan dan sedang jika dibandingkan dengan thalasemia mayor. Walaupun ringan, gejala perubahan bentuk wajah seperti thalasemia mayor akan nampak jika seseorang sudah menginjak dewasa. 
  3. Thalasemia Minor. Pada umumnya, gejala thalasemia minor tidak memiliki gejala klinis yang khas atau khusus, hanya ditandai dengan anemia ringan. Penderita thalasemia minor memiliki peluang hidup yang sangat kecil sebab dipengaruhi oleh kondisi fisik, ketesediaan donor darah dan biaya. Untuk bertahan hidup, penderita harus selalu melakukan perawatan yang rutin seperti transfusi darah secara teratur dan menjalani pemeriksaan ferritin serum yang digunakan untuk memantau kadar zat besi dalam tubuh.

3. Hemofilia

Hemofilia merupakan sebuah penyakit yang diakibatkan darah sukar membeku. Jika seseorang yang sedang berdarah maka darah akan terus mengucur sehingga menyebabkan penderita tersebut kekurangan darah dan lama kelamaan akan menyebabkan kematian. Hemofilia termasuk jenis penyakit keturunan yang hampir terjadi pada semua keturunan yang berjenis kelamin laki-laki. 

4. Leukimia

Leukimia merupakan sebuah penyakit yang disebabkan sel darah putih memiliki jumlah yang sangat banyak dan ganas sehingga akan memakan sel darah merah. Gejalanya adalah demam, kedinginan, badan lemah dan sakit kepala, penurunan berat badan, nyeri tulang dan sendi serta sering mengalami infeksi. Leukimia dapat terjadi akibat sumsum tulang tidak dapat bekerja secara normal sehingga produksi leukosit menjadi banyak atau berlipat ganda sedangkan produksi pada entrosit dan trombosit akan menurun. 

5. Polisitemia

Polisitemia merupakan sebuah penyakit yang ditandai dengan adanya kelebihan pada produksi entrosit. Gejalanya adalah sakit kepala dan pusing. Penyakit polisitemia ini dapat menyebabkan darah menjadi kental sehingga dapat memperlambat aliran darah dan dapat membentuk gumpalan di dalam pembuluh darah. 

Penyakit Pada Pembuluh Darah

Penyakit pada pembuluh darah antara lain :

1. Jantung Koroner

Jantung koroner merupakan sebuah penyakit jantung yang dapat disebabkan oleh tersumbatnya arteri koroner (pembuluh menyuplai darah ke jantung). Penyumbatan pada pembuluh darah tersebut akan terjadi karena terdapat endapan lemak yang berupa kolestrol pada lapisan dalam dinding pembuluh. Penyumbatan akan mengakibatkan otot jantung akan mengalami kekurangan aliran darah dan lama kelamaan akan mengakibatkan angina pektoris (nyeri dada) bahkan infark jantung (serangan jantung) yang dapat menyebabkan kematian mendadak. 

2. Aterosklerosis

Aterosklerosis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh tumpukan lemak pada bagian bawah lapisan dinding arteri. Aterosklerosis dapat terjadi di otak, jantung, ginjal, organ vital lainnya, lengan dan tungkai. Jika aterosklerosis terjadi pada arteri menuju otak akan menyebabkan stroke. Sedangkan jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri menuju jantung maka akan menyebabkan serangan jantung.

3. Stroke

Stroke merupakan sebuah penyakit akibat penyempitan pembuluh darah arteri menuju ke otak. Stroke dapat terjadi ketika pembuluh darah di otak pecah sehingga saraf-saraf yang ada di dalam otak tidak memperoleh cukup oksigen. Hal tersebut dapat menyebabkan kerja saraf terganggu. 

4. Hipertensi

Hipertensi merupakan sebuah penyakit akibat tekanan darah tinggi. Gejala hipertensi adalah badan menjadi lemah, pusing, napas pendek dan palpitasi jantung. Hipertensi akan menyebabkan pecahnya pembuluh arteri dan kapiler. Jika hal tersebut terjadi pada otak maka dapat disebut dengan pendarahan otak. 

5. Diabetes Mellitus

Peningkatan kadar gula dalam tubuh sangat berhubungan dengan resiko stroke. Jika kandungan kadar gula dalam darah tinggi maka akan semakin mudah terkena stroke. Sehingga diabetes mellitus memiliki peningkatan stroke dua kali lipat. 

Demikianlah artikel tentang penyakit pada sistem peredaran darah manusia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. 





Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system