Showing posts with label geografi. Show all posts
Showing posts with label geografi. Show all posts

Wednesday, October 12, 2016

Mengenal Macam – Macam Pembagian Laut di Dunia

Mengenal Macam – Macam Pembagian Laut di Dunia


Mengenal macam-macam pembagian laut di dunia. Sebagian besar bumi ini berupa air atau laut. Sehingga semua negara di dunia ini memiliki beberapa laut. Laut merupakan bagian dari permukaan bumi yang tertutup oleh air serta mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Laut termasuk sumber kekayaan alam yang sangat melimpah, oleh karena itu sebuah laut harus kita jaga dan lestarikan. Banyak yang dapat kita manfaatkan dari laut seperti mengambil ikannya atau biota lain, sebagai tempat transportasi, sebagai sumber tenaga listrik, sebagai sumber minyak bumi dan masih banyak lagi. Memanfaatkan laut dapat meningkatkan perekonomian penduduk di sekitar laut untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebenarnya laut di dunia dapat digolongkan menjadi beberapa kategori. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam pembagian laut simaklah artikel di bawah ini.

Pembagian Laut

Pembagian wilayah laut sering disebut dengan zona laut. Zona laut sendiri bukanlah sebuah zona yang sangat sederhana melainkan sangat sulit. Zona laut ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori tertentu. Berdasarkan setiap kategori tersebut, maka zona laut dapat dibagi lagi menjadi beberapa macam antara lain :

a. Menurut Letaknya

Menurut letaknya, laut dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut :

1. Laut Pedalaman

Laut pedalaman merupakan laut yang terletak di tengah-tengah benua atau bisa juga dengan laut yang dikelilingi oleh daratan. Biasanya, laut pedalaman ini tidak mengalami pasang surut seperti laut-laut pada umumnya. Laut pedalaman juga tidak bisa dipengaruhi oleh kekuatan arus di Samudera. Air pada laut pedalaman ini lebih asin jika dibandingkan dengan air pada laut lepas. Hal tersebut dikarenakan kadar garam pada laut pedalaman jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan laut lainnya. Contoh laut pedalaman adalah Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Kaspia dan Laut Mati.

2. Laut Tepi

Laut tepi merupakan laut yang terletak di tepi benua dan seolah-olah terpisah dari Samudera luas karena terhalang oleh gugusan pulau. Arus pada laut tepi ini dipengaruhi oleh arus Samudera. Contoh laut tepi adalah Laut Bering, Laut Cina Selatan, Laut Arab dan Laut Jepang.

3. Laut Pertengahan

Laut pertengahan merupakan laut yang terletak di antara dua benua. Telah kita ketahui bahwa bumi ini terdiri atas 7 benua sehingga kita dapat menjumpai banyak laut pertengahan. Contoh laut pertengahan adalah Laut Tengah, Laut Karibia, Laut Merah dan laut-laut yang ada di Indonesia.

b. Menurut Terjadinya

Menurut terjadinya, laut dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut :

1. Laut Transgresi

Laut transgresi merupakan laut yang dapat terjadi karena suatu daratan rendah yang digenangi oleh air laut atau dapat juga disebut dengan laut genangan. Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Laut Arafuru, Laut Kawa dan Laut Timor dan Selat Sunda.

2. Laut Ingresi

Laut ingresi merupakan lautan yang dapat terjadi karena adanya tanah yang bergerak semakin menurun ke dasar laut dan menjadikan wilayah tersebut tergenang oleh air. Umumnya penurunan tanah secara terus menerus dapat membentuk palung laut bahkan lubuk laut. Contoh laut ingresi adalah Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Flores dan Laut Banda.

3. Laut Regresi

Laut regresi merupakan laut yang keadaan airnya turun akibat naiknya daratan atau sendimental. Laut jenis ini juga dapat terjadi karena penurunan permukaan laut sedangkan daratannya tetap. Contoh laut regresi adalah Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Selat Makasar.

c. Menurut Kedalamannya

Menurut kedalamannya, laut dapat dibedakan menjadi empat zona yaitu sebagai berikut :

1. Zona Litoral (Zona Laut Pasang-Surut)

Zona litoral merupakan daerah yang terletak diantara garis air pasang dan garis air surut. Dapat dikatakan bahwa zona litoral ini termasuk wilayah yang paling jarang terkena air. Jika laut sedang pasang maka zona ini akan terlihat seperti lautan pada umumnya, tetapi jika laut sedang surut maka wilayah ini akan terlihat seperti daratan. Oleh karena itu zona litoral ini dapat disebut dengan zona pesisir pantai yang terdiri atas pasir pantai dan pecahan rumah-rumah karang. Pada wilayah atau zona ini dapat ditemukan binatang laut yang dapat kita konsumsi seperti kerang dan kepiting.

2. Zona Neuritis (Zona Laut Dangkal)

Zona neuritis merupakan zona yang mempunyai kedalaman sekitar 0 - 200 meter. Zona jenis ini umumnya terletak pada landas benua. Landas benua merupakan kelandaian benua yang menjorok ke laut. Pada zona ini dapat ditemukan berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya yang sering ditangkap oleh para nelayan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan zona ini banyak dihuni oleh berbagai macam ikan, antara lain :
  • Perairannya banyak mengandung oksigen
  • Ditemukan banyak plankton yang mengapung di permukaan air
  • Cukup mendapatkan penyinaran matahari
3. Zona Batial (Zona Laut Dalam)

Zona batial merupakan zona yang mempunyai kedalaman antara 200 – 1.000 meter. Biasanya pada zona batial ini, sinar mataharinya sudah tidak dapat menembus kedalaman air. Pada zona ini masih terdapat banyak jenis ikan dan biota laut lainnya tetapi sudah jarang ditemukan tanaman-tanaman laut.

4. Zona Abisal (Zona Laut Sangat Dalam)

Zona abisal merupakan zona yang mempunyai kedalaman lebih dari 1000 meter. Zona abisal sering disebut dengan zona laut sangat dalam. Zona abisal memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang khusus antara lain :
  • Mempunyai tekanan air yang sangat tinggi
  • Mempunyai suhu yang sangat rendah
  • Hanya dihuni oleh sedikit jenis ikan dan biota laut lainnya
  • Tidak ditemukan tanaman-tanaman laut
  • Binatang laut yang mampu hidup di zona abisal ini merupakan binatang laut yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang sangat ekstrim

Demikianlah artikel tentang mengenal macam-macam pembagian laut di dunia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Tuesday, October 11, 2016

6 Manfaat Perairan Laut dan Cara Menjaga Kelestariannya

6 Manfaat Perairan Laut dan Cara Menjaga Kelestariannya


6 manfaat perairan laut dan cara menjaga kelestariannya. Bumi ini terdiri dari daratan dan lautan. Laut merupakan bagian dari permukaan bumi yang tertutup oleh air dan mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Sebenarnya luas permukaan bumi (perairan darat) adalah 510 juta Km2 dan tiga perempatnya (75%) merupakan laut. Hal ini malah justru memberikan keuntungan tersendiri terhadap negara yang sedang berkembang. Jika sebuah negara dapat dan mampu memanfaatkan perairan laut maka secara langsung dapat mendongkrak kemakmuran rakyat Indonesia. Negara Indonesia terkenal akan julukan negara maritime sebab Indonesia mempunyai wilayah laut yang sangat luas jika dibandingkan dengan wilayah daratan. Nah, langsung saja kita simak tentang manfaat perairan laut dan cara menjaganya.

Manfaat Perairan Laut

Telah kita ketahui bahwa perairan laut memberikan banyak manfaat khususnya bagi kehidupan manusia. Manfaat-manfaat perairan laut tersebut antara lain :

1. Sebagai Sumber Kehidupan Nelayan

Manfaat perairan laut yang pertama yaitu sebagai sumber kehidupan bagi nelayan. Di dalam laut terdapat banyak jenis ikan, kerang, kepiting, udang dan sebagainya. Dari hasil laut tersebut, para nelayan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sehingga para nelayan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan ikan yang banyak. Tetapi semakin ketatnya persaingan banyak nelayan yang melakukan percurangan seperti menangkap ikan dengan bom. Hal tersebut akan mengakibatkan langkanya beberapa jenis ikan dan hewan laut lainnya.

2. Sebagai Pengendali Iklim Dunia

Perbedaan antara sifat fisik air laut dengan sifat fisik daratan yang berbeda dapat menimbulkan gerakan udara (angin). Bersama dengan angin tersebut, uap air laut akan terbawa dan dapat menyejukkan atau memanaskan tempat yang dilaluinya serta dapat menimbulkan turunnya hujan. Arus panas dan arus dingin dapat mempengaruhi klimatologi suatu daerah.

3. Sebagai Tempat Perhubungan dan Transportasi

Laut merupakan sarana transportasi murah yang dapat menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya serta sarana perhubungan seperti sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. Transportasi laut dapat berupa kapal penumpang, kapal barang dan kapal pesiar.

4. Sebagai Sumber Pembangkit Listrik

Pergerakan air laut yang terjadi setiap harinya baik itu ombak atau arus laut maupun pergerakan pasang atau surut air laut dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik sebab pergerakan air tersebut dapat menimbulkan sebuah sumber energi listrik.

5. Sebagai Sumber Minyak Bumi

Kita pasti pernah melihat bangunan yang tinggi dan besar di tengah laut lepas. Bangunan tersebut dibuat oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk membangun kilang minyak. Hal tersebut dikarenakan banyak sumber minyak bumi maupun gas alam yang berguna bagi kehidupan manusia. Setelah para ahli melakukan penelitian, mereka memperkirakan bahwa kandungan minyak bumi dan gas alam yang terdapat di laut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan yang ada di daratan.

6. Sebagai Tempat Sarana Rekreasi

Laut merupakan sarana rekreasi yang paling murah dan menyenangkan. Pemandangan di laut seperti air laut berwarna biru dan angin yang semilir akan menghilangkan penat dari aktivitas sehari-hari sehingga setelah dari laut pikiran dan badan akan kembali segar dan siap untuk melakukan aktivitas lagi.

Cara Menjaga Kelestarian Laut

Jika kita pergi ke laut atau pantai pasti pemandangan akan terganggu oleh adanya sampah di mana-mana. Sehingga laut akan terlihat sangat kotor dan semakin terekploitasi. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat laut kotor seperti perubahan suhu, naiknya permukaan laut serta langkanya bahkan hilangnya biota laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu jagalah laut kita agar tetap indah. Menjaga kelestarian laut tidak hanya pemerintah atau petugas laut saja melainkan tanggung jawab kita semua karena kita sendiri yang akan menikmatinya. Menjaga kelestarian laut dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

1. Kurangi Konsumsi Makanan Laut

Pada zaman sekarang ini sudah banyak orang yang menyukai makanan seafood (makanan laut). Jika setiap hari para pengusaha makanan seafood mengambil ikan atau biota laut secara berlebihan karena memenuhi permintaan konsumen maka lama kelamaan ikan atau biota laut tersebut akan semakin berkurang jumlahnya bahkan dapat mengalami kepunahan. Jadi sebaiknya boleh makan seafood dengan bijak-bijak dan tidak berlebihan. Hal tersebut sudah membantu dan menjaga para biodata laut agar tidak punah.

2. Kurangi Penggunaan Energi

Penggunaan energi sering dilakukan setiap hari tanpa kita menyadarinya. Contohnya selalu menggunakan motor walaupun jaraknya dekat. Hal tersebut dapat merusak udara lingkungan akibat asap dari motor tersebut. Oleh karena itu kurangilah dalam penggunaan motor agar udara tetap segar dan sejuk. Selalu mematikan lampu jika tidak digunakan juga salah satu contoh dari penghematan energi.

3. Kurangi Pemakaian Produk Berbahan Plastik

Sampai saat ini ada sebagian orang yang belum sadar akan menjaga laut. jika kita ke pantai atau laut banyak ditemukan plastik-plastik yang sudah mengapung di air laut. hal tersebut dapat membuat pantai menjadi kotor. Plastik juga bisa mempunyai andil dalam perusakan ekosistem laut.

Demikianlah artikel tentang 6 manfaat perairan laut dan cara menjaga kelestariannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Thursday, October 6, 2016

Macam – Macam Arus Laut Dunia [Lengkap]

Macam – Macam Arus Laut Dunia [Lengkap]


Macam-macam arus laut dunia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang arus laut. Arus laut dapat disebut juga dengan gerakan air laut. Arus laut merupakan aliran air laut yang memiliki arah dan peredaran yang tetap dan teratur. Arus laut juga dapat dikatakan sebagai gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat lain dengan arah vertikal dan horizontal sehingga dapat menuju keseimbangannya. Terjadinya arus di lautan dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu :
  1. Faktor Internal merupakan faktor yang disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut, gradient tekanan mendatar dan gesekan lapisan air
  2. Faktor Eksternal merupakan faktor yang disebabkan oleh tiupan angin, gaya gravitasi, gaya tektonik dan perbedaan tekanan udara
Di dunia arus laut sangat bermacam-macam jenisnya. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam arus laut dunia simaklah artikel di bawah ini hingga selesai.

Macam – Macam Arus Laut

Macam – macam arus laut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :

1. Arus Laut Berdasarkan Letaknya

Berdasarkan letaknya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Atas merupakan arus yang bergerak di permukaan laut
  • Arus Bawah merupakan arus yang bergerak di bawah permukaan laut
2. Arus Laut Berdasarkan Suhunya

Berdasarkan suhunya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Panas merupakan arus yang dapat terjadi jika suhu air laut lebih panas atau lebih tinggi dari pada suhu air laut di sekitarnya
  • Arus Dingin merupakan arus yang dapat terjadi jika suhu air laut lebih dingin dari suhu air laut sekitarnya
3. Arus Laut Berdasarkan Kedalamannya

Berdasarkan kedalamannya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Permukaan merupakan arus yang dapat terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, memiliki arah gerak horizontal serta dipengaruhi oleh pola sebaran angin
  • Arus Dalam merupakan arus yang dapat terjadi jauh di dasar kolam peraran, dan arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin serta membawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator
4. Arus Laut Berdasarkan Terjadinya

Berdasarkan terjadinya, arus laut dapat dibedakan menjadi lima macam yaitu :
  • Arus Ekman merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh angin
  • Arus Pasut merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh pasut
  • Arus Termohaline merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi
  • Arus Wind Driven Current merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh pola pergerakan angin serta dapat terjadi di lapisan permukaan
  • Arus Geostropik merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh gradient tekanan mendatar dan gaya corolis

Persebaran Arus Laut Di Samudra

1. Di Samudra Pasifik

Pada samudra Pasifik dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Utara merupakan arus panas yang mengalir menuju arah barat sejajar dengan khatulistiwa yang di dorong oleh angin pasat timur laut
  • Arus Kuroshio merupakan arus panas yang menyurut sebelah timur kepulauan Jepang dan kepesisir Amerika Utara. Arus ini di dorong oleh angin barat
  • Arus Kalifornia merupakan arus yang mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju khatulistiwa. Arus kalifornia adalah lanjutan arus kuroshio dan termasuk arus menyimpang karena pengaruh daratan serta arus dingin
  • Arus Oyashio merupakan arus dingin dari selat Bering atau angin timur yang menuju ke selatan Kepulauan Jepang dan bertemu dengan arus Kuroshio. Pertemuan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya akan ikan karena daerah tersebut terdapat plankton yang sangat melimpah
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas yang bergerak ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa akibat angin pasat tenggara
  • Arus Humbold atau arus Peru merupakan arus dingin dari Amerika Selatan ke arah utara. Arus jenis ini di dorong oleh angin pusat tenggara
  • Arus Australia Timur merupakan lanjutan arus Khatulistiwa Selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan
  • Arus Angin Barat merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia Timur yang mengalir menuju ke timur pada lintang 300 - 400 LS. Arus jenis ini di dorong oleh angin barat
2. Di Samudra Atlantik

Pada samudra Atlantik dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Utara merupakan arus panas di dorong oleh angin pasat timur laut
  • Arus Teluk Gulfstrem merupakan arus panas dari khatulistiwa menuju teluk Mexico dan keluar melalui Selat Florida sebagai arus Florida
  • Arus Greenland Timur merupakan arus laut dingin yang bergerak dari kutub utara menuju pulau Greenland
  • Arus Labrador merupakan arus yang berasal dari kutub utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus Labrador ini di dorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin yang umumnya membawa gunung es untuk dihanyutkan
  • Arus Canari merupakan arus dingin kelanjutan arus teluk dari daratan Spanyol ke selatan menyusuri pantai barat Afrika Utara
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa 
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan khatulistiwa. Arus ini termasuk arus panas dan di dorong ke selatan oleh angin pasat tenggara
  • Arus Brazilia merupakan arus panas yang mengalir menyusuri pantai Amerika Selatan atau Brazilia dan terus mengalir ke selatan
  • Arus Benguela merupakan arus dingin dari angin barat kea rah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan
  • Arus Angin Barat merupakan arus lanjutan dari sebagian arus Brazilia yang mengalir kea rah timur pada lintang 300 - 400 LS yang sejajar dengan garis ekuator. Arus ini di dorong oleh angin barat dan termasuk arus dingin
3. Di Samudra Hindia

Pada samudra Hindia dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Laut di Samudra Hindia ini berbeda dengan arus di Samudra lain karena mengalami pergantian arah dan kecepatan yang tidak tetap dalam setengah tahunnya yang dipengaruhi oleh pergerakan angin musim
  • Arus Muson Barat Daya merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini di dorong oleh angin  Muson Barat Daya
  • Arus Muson Timur Laut merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri teluk Benguela  dan laut Arab. Arus ini di dorong oleh angin Muson Timur Laut
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa 
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas dari arus Khatulistiwa ke arah barat dan di dorong oleh angin pasat tenggara
  • Arus Maskarena dan Arus Agulhas merupakan arus menyimpang dan juga termasuk arus panas. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan dan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Sedangkan arus Agulhas mengalir menuju ke selatan dan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat
  • Arus Angin Barat merupakan arus laut dingin yang menyusuri pantai barat Benua Australia ke arah utara

Demikianlah artikel tentang macam-macam arus laut dunia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca

Wednesday, October 5, 2016

8 Manfaat Danau Bagi Makhluk Hidup Terutama Manusia

8 Manfaat Danau Bagi Makhluk Hidup Terutama Manusia


8 manfaat danau bagi makhluk hidup terutama manusia. Danau adalah salah satu sumber mata air yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Danau merupakan sebuah cekungan yang digenangi oleh air tawar dalam jumlah yang sangat banyak dan luas dan dikelilingi oleh daratan. Air yang terdapat di danau dapat berasal dari mata air, air tanah, air sungai yang bermuara di danau atau dapat juga berasal dari air hujan. Jika dilihat danau memiliki bentuk seperti kolam yang memiliki ukuran sangat besar. Danau dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu danau alami (danau yang terbentuk secara alami) dan danau buatan (danau yang dibuat dengan campur tangan manusia). Danau sangat penting bagi kehidupan organisme di dalam danau maupun bagi kehidupan di sekitarnya. Nah untuk lebih jelasnya tentang manfaat danau, simaklah artikel di bawah ini.

Manfaat Danau

Sebenarnya danau memiliki banyak manfaat bagi kehidupan makhluk hidup terutama manusia. Manfaat danau tersebut antara lain :

1. Memenuhi Kebutuhan Air Sehari-hari

Danau sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau musim kemarau melanda. Di saat itulah peran danau sangat penting karena danau dapat digunakan sebagai sumber mata air yang dimanfaatkan untuk minum, memasak, mencuci dan lain-lain.

2. Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Kekuatan air yang dimiliki danau ini, energinya dapat dirubah menjadi salah satu jenis pembangkit listrik. Hal tersebut justru akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia sebagai pengguna listrik karena listrik nantinya akan disalurkan ke rumah-rumah. Listrik akan membuat kehidupan manusia lebih modern dan terarah. Adanya listrik juga dapat membantu kehidupan manusia sehari-hari dalam segala bidang.

3. Sebagai Sarana Irigasi

Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai irigasi untuk mengairi area pertanian. Danau merupakan tempat untuk menampung banyak air tawar sehingga sangat cocok dan sangat membantu untuk pertanian. Oleh karena itu, area pertanian mendapatkan cukup air untuk mengairi tanaman-tanaman yang ada di area tersebut. Sehingga tanaman-tanaman pertanian tersebut akan tumbuh menjadi subur.

4. Sebagai Tempat Memelihara Ikan Tawar

Danau juga sangat bermanfaat sebagai tempat memelihara ikan tawar karena kebanyakan danau berisi air tawar. Danau berbentuk cekungan yang sangat besar sehingga dapat memudahkan untuk memelihara atau membudidayakan ikan air tawar pada danau tersebut. Jika dimanfaatkan sebagai tempat memelihara ikan, danau harus ditanami tumbuh-tumbuhan yang dapat tumbuh di air tawar seperti enceng gondok. Gunanya enceng gondok di danau yaitu sebagai makanan ikan secara alami karena berasal dari alam. Sebuah danau yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan lama kelamaan dapat menunjang perekonomian penduduk sekitar danau.

5. Sebagai Tempat untuk Pengembangan Nilai Budaya

Sebuah danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengembangkan nilai budaya lokal yang umumnya masih bersifat tradisional. Contohnya danau dapat digunakan untuk upacara-upacara adat pada daerah tertentu. Secara tidak langsung hal tersebut justru dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk melestarikan nilai budaya agar tradisi tersebut tidak hilang oleh zaman. Di samping itu, upacara-upacara adat juga dapat digunakan untuk merekatkan persaudaraan dan kerukunan antar warga masyarakat.

6. Membantu Proses Produksi Barang

Danau dapat dimanfaatkan untuk membantu proses produksi barang. Biasanya hal ini dapat terjadi di pabrik-pabrik besar yang kegiatan produksinya membutuhkan supplay air yang sangat banyak. Sehingga pabrik-pabrik tersebut membutuhkan air pada danau untuk memenuhi kebutuhannya. Karena air danau dapat digunakan untuk melancarkan proses produksi barang pada sebuah pabrik besar.

7. Membantu Proses Penyuburan Tanah

Danau yang terdapat di tengah-tengah daratan akan membuat tanah di sekitar danau menjadi lebih subur. Karena air danau akan meresap ke dalam tanah-tanah yang ada di sekitarnya secara otomatis tanah di sekitar danau akan selalu basah dan lama kelamaan akan menjadi subur. Tidak heran jika tanaman di sekitar danau tampak lebih segar, subur dan tentunya sangat hijau. Hal tersebut akan membawa keuntungan bagi para penduduk di sekitar danau untuk menanam tanaman tertentu yang akan dijual kepada masyarakat luas.

8. Sebagai Sarana Rekreasi atau Wisata

Danau dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk rekreasi atau wisata bersama keluarga. Di sekitar danau di kelilingi banyak pohon sehingga udaranya sangat sejuk sehingga cocok untuk membuat pikiran menjadi segar kembali setelah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Danau terkenal akan pemandangannya yang sangat bagus sehingga sayang kalau di lewatkan. Di samping itu, banyak danau yang menawarkan wahana atau permainan untuk memanjakan para pengunjung.


Demikianlah artikel tentang 8 manfaat danau bagi makhluk hidup. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..

Sunday, October 2, 2016

Pengertian dan Jenis – Jenis Danau yang ada di Indonesia

Pengertian dan Jenis – Jenis Danau yang ada di Indonesia  

Pengertian dan jenis-jenis danau yang ada di Indonesia. Air sangat penting bagi kehidupan makhluk hidup untuk bertahan hidup. Sumber mata air yang terdapat di bumi ini sangat beragam jenisnya seperti samudera, sungai, laut, danau, mata air dan sebagainya. Tetapi pada artikel kali ini kita akan membahas tentang danau. Jika kita mendengar istilah danau pasti yang terbayang di pikiran kita adalah air yang sangat banyak. Bentuknya juga seperti kolam raksasa. Danau tidak hanya terdapat di luar Negeri saja melainkan Indonesia juga mempunyai danau. Di Indonesia, danau memiliki ukuran yang bervariasi dari yang kecil, sedang hingga besar. Nah untuk lebih jelasnya tentang danau, simaklah artikel ini hingga selesai.

Pengertian Danau

Sebelum membahas danau lebih jauh, kita terlebih dahulu mengetahui tentang pengertian danau. Danau merupakan sebuah cekungan yang digenangi oleh air tawar dalam jumlah yang cukup banyak dan luas yang mengelilingi daratan. Air yang terdapat di danau dapat berasal dari mata air, air tanah, air sungai yang bermuara di danau atau dapat juga berasal dari air hujan. Sumber-sumber air sangat penting untuk mengisi dan memberikan suplai air pada danau. Ciri-ciri danau antara lain :
  • Memiliki air yang cukup dalam
  • Ada beberapa tumbuhan air yang dapat menutupi sebagian tepi danau
  • Terdapat gelombang kecil yang ada di permukaan danau
  • Memiliki permukaan yang lebih tinggi dari pada permukaan air laut

Jenis-Jenis Danau

Danau sebagai tempat penampung air terbesar dan danau memiliki banyak macam tidak hanya satu saja. Jenis-jenis danau dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu danau menurut proses pembuatannya dan danau menurut proses terjadinya.

1. Danau Menurut Proses Pembuatannya

Menurut proses pembuatannya, danau dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu :
  • Danau alami, merupakan danau yang dapat terbentuk secara alami tanpa ada campur tangan manusia. Contohnya Danau Toba di Sumatera
  • Danau buatan, merupakan danau yang dibuat dengan campur tangan manusia. Danau buatan sering disebut dengan waduk. Danau buatan atau waduk dibuat dengan tujuan tertentu, seperti irigasi, penanggulangan banjir, pembangkit listrik, perikanan dan transportasi. Contohnya Waduk Karangkates, Waduk Jati Luhur dan Waduk Kedungombo
2. Danau Menurut Proses Terjadinya

Menurut proses terjadinya, danau dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu :
  • Danau Tektonik, merupakan danau yang terbentuk karena tenaga tektonik. Tenaga tektonik sendiri merupakan sebuah tenaga yang berasal dari dalam bumi atau tenaga endogen yang dapat menyebabkan tergesernya kulit bumi sehingga dapat menimbulkan cekungan di permukaan kulit bumi. Sehingga lama kelamaan cekungan tersebut akan terisi oleh air dan terbentuklah sebuah danau. Contohnya adalah Danau Poso, Danau Tondano, Danau Maninjau dan Danau Singkarak.
  • Danau Vulkanik, merupakan danau yang terbentuk karena letusan gunung berapi. Tanah bekas letusan akan membentuk cekungan sehingga lama kelamaan akan terisi oleh air dan terbentuklah sebuah danau. Contohnya adalah Danau Srangan di Jawa Timur, Danau Batur di Bali, Danau Kaliputu di Flores dan Danau Kerinci di Sumatera Barat.
  • Danau Vulkanik - Tektonik, merupakan danau yang dapat terbentuk karena proses vulkanik dan tektonik yang terjadi secara bersama-sama. Pada saat gunung berapi meletus, sebagian tanah atau batuan akan menutupi gunung patah dan merosot membentuk cekungan. Sehingga lama kelamaan cekungan tersebut terisi oleh air dan terbentuklah sebuah danau. Contohnya adalah Danau Toba dan Danau Ranau. 
  • Danau Sungai Mati atau Oxbow Lake, merupakan danau yang terjadi karena adanya aliran sungai yang terputus. Hal tersebut diakibatkan adanya proses pembelokan arah aliran. Umumnya, danau sungai mati terbentuk di bagian hilir sungai. Contohnya adalah Danau di sungai Barito yang terdapat di Pulau Kalimantan.
  • Danau Bendungan, merupakan danau yang dapat terbentuk karena aliran air yang membendung baik terjadi secara alami maupun oleh manusia. Danau yang terbentuk karena terbendung oleh manusia dapat disebut dengan waduk atau bendungan. Contohnya adalah Waduk Gajah Mungkur dan Bendungan Riam Kanan di Kalimantan. 
  • Danau Karst, merupakan danau yang dapat terbentuk karena pelapukan batuan kapur. Pada daerah sekitar karst atau kapur banyak dijumpai cekungan-cekungan dan cekungan tersebut berasal dari pipa-pipa karst yang bertambah lebar akibat pelapukan kimiawi. Proses pembentukan cekungan menjadi tambah lebar dapat disebut dengan Dolina. Apabila dolina tersebut tertutup oleh lempeng halus dan menjadi kedap air maka pada saat musim penghujan dolina tersebut akan tersisi oleh air sehingga terbentuklah danau. Contohnya adalah Uvala Benda bede di Gunung Kidul Yogyakarta. 

Demikianlah artikel tentang pengertian dan jenis-jenis danau yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca…

Thursday, September 29, 2016

[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Jenis Rawa

[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Jenis Rawa


Berbagai macam jenis rawa. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang rawa. Istilah rawa tidak asing lagi di telinga kita bahkan ada sebagian dari kita sudah ada yang pernah melihatnya. Rawa merupakan dataran rendah yang tergenang oleh air baik berasal dari air hujan, air tanah maupun dari aliran air permukaan yang menggumpal. Rawa sendiri memiliki banyak jenisnya dan ukurannya pun berbeda-beda, ada yang berukuran kecil maupun yang berukuran sangat besar. Rawa mengandung air sama halnya dengan danau maupun sungai yang sama-sama mengandung air tetapi ada sedikit perbedaan yang dimiliki rawa. Selain tergenang air, rawa juga bertanah lumpur dengan kadar air relatif lebih tinggi. Nah, untuk lebih jelasnya tentang rawa simaklah artikel ini hingga selesai.

Ciri-Ciri Rawa

Rawa memiliki bentuk yang hampir sama dengan danau dan sungai, tetapi rawa memilki ciri-ciri yang dapat membedakannya dengan danau dan sungai. Ciri-ciri rawa di antaranya :

  1. Umumnya air rawa bersifat asam
  2. Air rawa memiliki warna merah
  3. Air rawa kurang baik jika digunakan untuk mengairi tanaman
  4. Pada bagian dasar rawa terdapat gambut yang sangat banyak

Manfaat Rawa

Sebenarnya rawa memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya rawa pantai dapat dimanfaatkan untuk pemeliharaan ikan tambak dan untuk pengairan persawahan pasang surut. Rawa dimanfaatkan sebagai tempat pembudidaya berbagai jenis ikan tertentu. Rawa dapat dimanfaatkan sebagai tempat pengendalian banjir, contohnya jika wilayah perkotaan mengalami banjir maka air dapat dialirkan menuju rawa sehingga dapat mengurangi masalah banjir. Daerah rawa juga bermanfaat untuk dijadikan tempat wisata. Rawa juga sebagai sumber pembangkit listrik. Dalam memanfaatkan daerah rawa-rawa yang cukup luas, pemerintah mencoba untuk menjadikan lokasi pemukiman serta lahan pertanian bagi transmigran.

Macam-Macam Rawa

1. Dilihat dari Genangan Airnya

Dilihat dari genangan airnya, rawa dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :

a. Rawa yang airnya selalu tergenang

Tanah yang selalu tergenang air pada daerah rawa tidak dapat dimanfaatkan untuk lahan pertanian sebab lahan atau tanahnya tertutup oleh gambut yang sangat tebal. Rawa yang airnya selalu tergenang memiliki air yang bersifat sangat asam sehingga tidak ada satupun organisme yang dapat hidup di rawa ini.

b. Rawa yang airnya tidak selalu tergenang

Rawa yang airnya tidak selalu tergenang ini dapat menampung air tawar yang berasal dari limpahan air sungai pada saat air laut pasang. Ketika air laut surut, airnya relatif mengering sehingga airnya selalu mengalami pergantian. Keasaman tanah yang dimiliki juga tidak terlalu tinggi sehingga dapat digunakan untuk areal sawah.

2. Dilihat dari Kandungan Airnya

Dilihat dari kandungan airnya, rawa dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :

a. Rawa air tawar

Rawa air tawar ini airnya tidak mengalami pergerakan. Rawa jenis ini biasanya  berada di hutan-hutan yang lokasinya dekat dengan aliran sungai. Umumnya, air rawa ini bersifat asam sebab banyak sisa-sisa makhluk hidup yang telah membusuk.

b. Rawa air asin

Rawa air asin ini airnya dapat mengalami pergerakan sehingga dapat tergantikan. Biasanya rawa ini berada di wilayah dekat pantai. Air rawa ini bersifat tidak terlalu asam.

c. Rawa air payau

Rawa air payau ini merupakan rawa yang berisi campuran antara air tawar dan air asin. Biasanya rawa jenis ini berada di dekat muara sungai. Airnya dapat mengalami pergerakan sehingga dapat tergantikan. Air rawa ini bersifat tidak terlalu asam.

3. Dilihat dari Kondisi Air dan Tumbuh-Tumbuhan yang Hidup

Dilihat dari kondisi air dan tumbuh-tumbuhan yang hidup, rawa dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu :

a. Rawa swamp

Rawa swamp merupakan lahan basah yang selalu digenangi oleh air dengan berbagai jenis tumbuhan yang hidup seperti lumut, rumput-rumputan, semak-semak dan tumbuhan jenis pohon.

b. Rawa marsh

Rawa marsh merupakan lahan basah yang sama seperti rawa swamp tetapi tumbuhannya didominasi oleh jenis lumut-lumutan, rumput-rumputan serta alang-alang.

c. Rawa bog

Rawa bog merupakan lahan basah yang permukaan tanahnya relatif kering tetapi lahan bagian dalamnya penuh air atau bersifat basah dan jenuh air. Genangan yang dangkal hanya dapat terlihat di beberapa tempat.

d. Rawa pasang surut

Rawa pasang surut merupakan rawa yang memiliki jumlah kandungan airnya selalu berubah-ubah atau pasang surut dikarenakan adanya pengaruh pasang surutnya air laut. Tumbuhan yang dapat hidup subur di rawa ini adalah tumbuhan bakau.

Demikianlah artikel tentang berbagai macam jenis rawa. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..

Sunday, September 25, 2016

[Artikel Lengkap] Mengenal Proses dan Macam-Macam Hujan

[Artikel Lengkap] Mengenal Proses dan Macam-Macam Hujan


Mengenal proses dan macam-macam hujan. Hujan sangat familiar di telinga kita bahkan terjadi secara langsung di lingkungan sekitar kita. Hujan merupakan peristiwa jatuhnya titik air ke permukaan bumi dalam bentuk cair maupun padat (semula berupa air di udara). Hujan dapat terjadi pada bulan-bulan tertentu. Nah, kehadiran atau turunnya hujan ini sangat dinanti-nanti oleh semua makhluk hidup apalagi jika pada musim kemarau karena hujan penting bagi kehidupan makhluk hidup. Hujan yang turun ke bumi dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi kehidupan makhluk hidup. Dampak positifnya yaitu makhluk hidup tidak akan kekurangan air atau kekeringan, tanaman pertanian seperti padi dapat ditanam dan tumbuh subur, hujan juga dapat membuat udara lebih segar dan sejuk. Sedangkan dampak negatifnya yaitu jika hujan terjadi secara terus menerus dapat menyebabkan bencana alam seperti banjir, tanah longsor, gempa bumi dan erosi tanah. Sehingga dampak negatif hujan sangat merugikan semua makhluk hidup. Jika bencana alam terjadi, tidak hanya tumbuhan dan hewan saja yang dapat mati manusia juga dapat menjadi korban jiwa. Nah, untuk lebih mengenal tentang hujan simaklah artikel ini hingga selesai.


Proses Terjadinya Hujan

Proses Daur Air
Proses Daur Air
Sebelum kita membahas lebih dalam, kita bahas dulu proses terjadinya hujan. Hujan dapat terjadi akibat adanya cahaya matahari yang merupakan sumber energi panas terbesar di bumi. Energi panas dari matahari tersebut dapat membuat air permukaan bumi seperti sungai, danau, rawa dan lautan akan menguap. Ketika air tersebut naik ke udara maka uap air akan mendingin dan berubah kembali menjadi butiran-butiran air. Selanjutnya, butiran-butiran air tersebut akan membentuk awan. Jika awan semakin ke atas maka suhu udara makin rendah sehingga awan akan mengembun. Dari proses tersebut maka terjadilah kumpulan titik-titik air di langit. Jika titik-titik air tersebut jatuh ke bumi maka terjadilah hujan. Air hujan yang telah turun sebagian dapat diserap oleh tanah dan sebagian lagi kembali mengalir ke laut. Proses perputaran air tersebut dapat disebut dengan daur air.

Macam - Macam Hujan

Hujan dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain :

1. Berdasarkan Bentuk Curah Hujannya

Berdasarkan bentuk curah hujannya, hujan dapat dibedakan menjadi empat yaitu :
  • Hujan gerimis (drizzle), mempunyai ukuran diameter antara 0,5 - 0,4 mm
  • Hujan salju (snow), dapat terjadi karena sublimasi uap air berada pada temperatur di bawah titik beku. Hujan ini dapat terjadi jika tempat terjadinya awan sampai dengan permukaan tanah mempunyai temperature <0C 
  • Hujan es (hail stone), terdiri dari bongkahan-bongkahan es yang mempunyai diameter 5 - 50 mm yang berasal dari awan Cumulunimbus
  • Hujan deras (rain), curahan air yang turun dari awan yang mempunyai temperature di atas titik beku dengan diameter kurang lebih 7 mm. 

2. Berdasarkan Proses Terjadinya

Berdasarkan proses terjadinya, hujan dapat dibedakan menjadi empat yaitu :

1. Hujan Konveksi (Hujan Zenital)

Hujan Zenital
Hujan Zenital
Hujan konveksi (hujan zenital) dapat terjadi karena massa udara yang banyak mengandung uap air akan naik ke atas secara vertikal atau angin mendorong ke atas. Proses tersebut dapat menyebabkan penurunan suhu, sehingga dapat terjadi proses kondensasi atau pengembunan serta membentuk awan konveksi. Air yang telah mengumpul tadi akan sampai pada titik jenuhnya akibatnya turunlah hujan. Letak turun hujan berada di atas garis khayal ekuator atau khatulistiwa, oleh karena itu peristiwa tersebut dinamakan hujan konveksi (hujan zenital). Biasanya hujan jenis ini dapat terjadi pada daerah tropis seperti iklim di Indonesia.

2. Hujan Orografis

Hujan Orografis
Hujan Orografis
Hujan orografis merupakan hujan yang terjadi karena adanya angin yang mengandung uap air dengan arah pergerakannya secara horizontal. Pergerakan angin harus melewati pegunungan sehingga suhu angin menjadi dingin akibat adanya proses kondensasi. Kemudian membentuk titik-titik air yang mengendap sehingga menyebabkan terjadinya hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin tersebut. Proses itulah yang dinamakan hujan orografis.

3. Hujan Frontal

Hujan Frontal
Hujan Frontal
Hujan frontal merupakan hujan yang terjadi dari awan yang terbentuk karena pertemuan massa udara yang panas dan massa udara dingin serta banyak terjadi pada lintang pertengahan. Massa udara panas yang kurang padat akan naik ke atas, sedangkan massa udara dingin yang lebih padat akan turun ke bawah. Tempat pertemuan antara kedua massa tersebut dinamakan bidang front. Hujan dapat terjadi di daerah front karena massa udara panas yang lembab akan bertemu dengan massa udara dingin sehingga terjadi kondensasi yang kemudian akan membentuk awan dan terjadilah hujan.

4. Hujan Muson (Hujan Musiman)

Hujan Muson
Hujan Muson
Hujan muson merupakan hujan yang terjadi karena adanya angin muson atau angin musiman. Hujan ini dapat terjadi dalam kurun waktu tertentu, sehingga menyebabkan musim kemarau dan musim penghujan. Negara Indonesia sering mengalami angin muson yang terjadi pada bulan Oktober hingga Maret. Sehingga pada bulan-bulan tersebut sering terjadi hujan atau musim penghujan. Sedangkan pada bulan April hingga September, Indonesia mengalami angin muson sehingga jarang terjadi hujan atau musim kemarau.

Demikianlah artikel tentang mengenal proses dan macam-macam hujan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Jenis Kabut

[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Jenis Kabut


Berbagai macam jenis kabut. Jika kita tinggal di daerah pegunungan atau daerah yang tinggi pasti pernah melihat kabut. Biasanya kabut muncul pada daerah yang memiliki suhu udara dingin. Kabut merupakan awan rendah yang berada di atas permukaan bumi. Jika dilihat sepintas bentuk kabut hampir sama dengan awan. Kalau awan tidak menyentuh permukaan bumi dan berada di atas, sedangkan kabut menyentuh permukaan bumi. Kabut dapat terbentuk karena adanya pertemuan antara udara panas yang lembab dengan udara dingin. Udara pada suatu daerah dengan suhu 30 0C memiliki kandungan uap air sebanyak 30 gr per m3 sehingga udara tersebut mengandung jumlah maksimum uap air yang dapat ditahannya. Namun, ketika suhu udara tersebut turun dan jumlah uap air melewati batas jumlah maksimum uap air yang ditahannya maka uap air tersebut akan berubah menjadi embun. Secara umum, kabut dapat hilang sendirinya jika suhu udara meningkat dan kemampuan udara dalam hal menahan uap air bertambah. Nah, langsung saja kita bahas lebih dalam tentang jenis-jenis kabut.

Jenis-Jenis Kabut

Sebenarnya jenis kabut tidak hanya satu saja melainkan mempunyai banyak jenis. Jenis-jenis kabut tersebut antara lain :

1. Kabut Sawah

Kabut sawah merupakan kabut yang sering terjadi pada malam atau pagi hari dengan cuaca yang terang serta udara dingin melalui sungai, sawah atau selokan. Sehingga air akan berubah menjadi suhu yang lebih panas. Ketika suhu udara naik serta kesanggupan memuat air bertambah terjadilah penguapan. Namun setelah udara sampai di tempat atau daratan yang lebih tinggi maka udara tersebut akan mendingin serta mengalami kondensasi sehingga membentuk kabut. 

2. Kabut Adveksi

Kabut adveksi merupakan kabut yang terjadi akibat adanya gerakan udara yang panas dan lembab menuju ke atas permukaan yang dingin. Udara yang telah didinginkan dari bawah dan inverse permukaan membentuk pendinginan lebih lanjut pada lapisan tersebut maka dapat menurunkan suhu udara hingga di bawah titik embun. Proses-proses diatas dapat menghasilkan sebuah kabut. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terbentuknya kabut jenis ini, antara lain :
  • Adanya perbedaan suhu yang sangat mencolok antara udara yang bergerak dengan permukaan
  • Udara yang bergerak bersifat panas dn lembab
  • Kecepatan angin sedang agar perbedaan suhu dapat dipertahankan dan percampuran turbulensi tidak cukup kuat mengangkat kabut
3. Kabut Gunung

Kabut gunung merupakan kabut yang terbentuk ketika uap air bergerak menuju ke atas melewati lereng-lereng gunung. Udara dingin akan terus bergerak ke atas gunung hingga tak sanggup menahan uap air. Udara dingin yang terdapat pada ketinggian tertentu akan mengkondensasi sehingga terbentuk kabut yang dapat terjadi di sepanjang lereng gunung. 

4. Kabut Industri

Kabut industri merupakan kabut yang mempunyai warna kehitaman yang dapat terjadi di atas kota industri. Kabut jenis ini biasanya disebabkan oleh kumpulan asap-asap pabrik. Jika hal tersebut sering terjadi maka jumlah inti kondensasi akan bertambah banyak sehingga udara yang mengandung uap air akan membentuk menjadi kabut. 

5. Kabut Percampuran

Kabut percampuran merupakan kabut yang dapat terjadi jika udara lembab panas bertemu dengan udara lembab dingin, sehingga percampuran pada daerah pertemuan dapat menghasilkan penjenuhan dan kondensasi. 

6. Kabut Radiasi

Kabut radiasi merupakan kabut yang terjadi jika udara lembab bersinggungan dengan permukaan tanah yang lebih dingin yang diakibatkan oleh radiasi bumi pada malam hari. Satu lapis kabut dapat terbentuk di seluruh permukaan tanah yang terjadi secara bertahap sehingga lama kelamaan akan bertambah menjadi tebal. Biasanya kabut radiasi ini dapat muncul di lembah-lembah yang dalam. 

Demikianlah artikel tentang berbagai macam jenis kabut. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..


Jenis-Jenis Erosi Tanah dan Dampaknya Bagi Kehidupan

Jenis-Jenis Erosi Tanah dan Dampaknya Bagi Kehidupan


Jenis-jenis erosi tanah dan dampaknya bagi kehidupan. Dalam dunia geografi, kata “Erosi Tanah” sudah tidak asing lagi di telinga kita. Erosi merupakan pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan pengangkatan berbagai benda-benda, misalnya air mengalir, es, angin serta gelombang atau arus. Umumnya, erosi dapat terjadi pada daerah atau tempat yang tinggi menuju ke tempat yang lebih rendah. Sedangkan tanah merupakan bagian dari alam yang bebas dan menduduki sebagian besar lapisan atas permukaan bumi. Jadi, erosi tanah merupakan proses geologis yang mana partikel tanah akan terpisah dan diangkut oleh berbagai agen-agen erosi, seperti air, angin, gletser dan gravitasi. Ternyata di bumi ini jenis erosi tanah sangat beragam. Nah, untuk lebih jelasnya tentang jenis-jenis erosi tanah simaklah penjelasanan di bawah ini.

Jenis-Jenis Erosi Tanah

Lapisan tanah atas memiliki tingkat kesuburan yang tinggi, tetapi setelah terkena erosi tanah maka tanah tersebut tingkat kesuburannya akan berkurang. Tanah yang terkena erosi akan menyebabkan tanah menjadi terkikis dan dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lainnya. Dalam hal erosi terdapat tenaga pengangkut dari material hasil pelapukan, antara lain :

a. Erosi oleh tenaga air

Air memiliki kekuatan mengikis lebih dalam dan besar untuk menghancurkan batu-batuan. Pengikisan tersebut dinamakan korasi. Ada berbagai macam erosi yang disebabkan oleh tenaga air, antara lain :
  1. Erosi gelombang air laut (abrasi). Pengikisan atau pelepasan batuan pantai yang diterjang oleh gelombang air laut terus menerus baik terjadi pada pantai curam maupun landai. Pada pantai curam akan membentuk gua-gua pantai dan cliff berdinding curam akibat deburan ombak. Sedangkan pada panta landai banyak sawah, tambak yang lenyap akibat diterjang oleh gelombang air laut.
  2. Erosi tanah bagian atas. Pengikisan serta pengangkutan lapisan permukaan tanah oleh air yang mengalir sehingga menyebabkan butiran tanah dan unsur-unsur hara pada tanah mengakibatkan tanah menjadi tandus. 
  3. Erosi alur (riil erotion). Erosi yang terjadi karena terbentuknya alur-alur yang sangat memanjang di sepanjang permukaan tanah oleh aliran air. Kedalaman alur tersebut kurang lebih 50 cm.
  4. Erosi parit (gully erotion). Aliran air yang melebar dan mengikis lereng serta membuat alur-alur yang sangat dalam sehingga membentuk parit atau dapat juga membentuk huruf V atau U yang mempunyai kedalaman mencapai 50 sampai 300 cm. 
  5. Erosi tebing (stream bank erotion). Erosi tebing ini terjadi karena adanya pengikisan pada dinding sungai sehingga menyebabkan lembah sungai semakin melebar. Umumnya, erosi jenis ini terjadi di daerah hilir sungai. Erosi ini juga disebut dengan erosi saluran (channel erotion).
  6. Erosi percikan (splash erotion). Erosi ini terjadi karena terlepasnya partikel tanah yang disebabkan oleh tetesan air hujan. Hal tersebut dapat menyebabkan batuan yang terkena air hujan akan menjadi lapuk dan akhirnya hancur
b. Erosi tanah oleh tenaga angin

Biasanya erosi angin terjadi pada daerah atau tempat yang kering. Besarnya tekanan dapat mempengaruhi kecepatan atau kencangnya angin. Angin bergerak untuk menggesek-gesek batuan sehingga lama kelamaan batuan induknya terkikis dan diangkut oleh angin. Proses pengikisan oleh angin dapat disebut deflasi. Contohnya adalah struktur yang terbentuk secara alami oleh erosi angin yaitu batu jamur yang dapat ditemukan di padang pasir.

c. Erosi oleh gletser

Erosi oleh gletser dapat terjadi karena adanya pengikisan es pada daerah kutub atau pegunungan bersalju. Es yang terdapat di daerah tinggi akan mencair dan menuruni lereng karena dipengaruhi oleh gaya gravitasi bumi, sehingga menyebabkan terkikisnya batuan yang telah dilaluinya.

d. Erosi oleh gerak massa batuan

Batuan yang dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara besar-besaran dapat dipengaruhi oleh beberapa factor diantaranya pengaruh gravitasi, pengaruh tempat (dari tempat tinggi menuju ke tempat yang rendah), kandungan air serta jenis batuan. Perpindahan batuan secara besar-besaran dapat disebut dengan mass wasting, yang dapat dibedakan menjadi tiga macam antara lain :

1. Slow flowage, merupakan perpindahan massa batuan yang berjalan sangat lambat
2. Rapit flowage, merupakan perpindahan massa batuan yang berlangsung secara cepat. Jenis ini dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu :
  • Earth flow yaitu gerakan massa tanah yang jenuh air
  • Mud flow yaitu gerakan massa lumpur
  • Debris avalanches yaitu massa tanah dan puing-puing batuan dapat meluncur dengan cepat pada lereng curam dan sempit
3.Landslide, merupakan turunnya massa larutan sepanjang lereng yang sangat terjal. Jenis ini dapat dibagi menjadi enam macam yaitu :
  • Rock slide yaitu batuan besar menuruni lereng
  • Debris slide yaitu puing-puing batuan yang longsor
  • Rock fall yaitu runtuhnya massa batuan secara vertikal
  • Debris fall yaitu runtuhnya massa batuan karena hancur
  • Slumping yaitu tanah longsor yang terputus-putus
  • Subsidence yaitu massa batuan yang tenggelam

Dampak Erosi Terhadap Kehidupan

Erosi tanah dapat menyebabkan pengembangan struktur topologi baru dikarenakan pengendapan partikel tanah sehingga tanah menjadi lebih lapuk dan produktivitas serta kesuburan tanah menjadi berkurang. Jika hal tersebut terjadi maka kadar air serta mineral otomatis akan berkurang dan aktivitas pertanian pada lahan akan sulit dilakukan. Akibat erosi yang sudah parah dapat menyebabkan lahan atau tanah menjadi tandus karena tidak adanya curah hujan sehingga mengalami kekeringan. Selain berdampak pada lahan pertanian, erosi juga dapat berdampak pada manusia. Tanah longsor termasuk salah satu erosi tanah yang dapat memakan korban jiwa.

Usaha Mengurangi Erosi Tanah

Untuk mengurangi erosi yang ada di sekitar lingkungan kita dapat dilakukan berbagai cara, antara lain :
  • Melindungi serta menjaga pengikisan atau erosi
  • Melakukan kegiatan reboisasi yaitu penanaman kembali lahan-lahan yang telah gundul akibat eksploitasi yang dilakukan secara besar-besaran dan tidak bertanggung jawab
  • Mengatur sistem drainase atau saluran yang baik untuk mengatur sirkulasi air
  • Melakukan terasering yaitu pola bercocok tanam dengan sistem bertingkat (berteras-teras) guna mencegah terjadinya erosi tanah
  • Selalu menjaga dari pencemaran atau polusi tanah
  • Mengganti jenis tanaman yang bertujuan untuk menghindari penyerapan unsur hara tanah secara terus menerus oleh tanaman yang sama 

Demikianlah artikel tentang jenis-jenis erosi tanah dan dampaknya bagi kehidupan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Wednesday, September 21, 2016

[Artikel Lengkap] Proses Pembentukan Tanah

[Artikel Lengkap] Proses Pembentukan Tanah


Proses pembentukan tanah. Telah kita ketahui bahwa bumi dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu lautan dan daratan. Kali ini kita akan membahas tentang daratan yaitu berupa tanah. Tanah merupakan bagian kerak bumi yang tersusun atas campuran mineral berupa batuan yang telah lapuk dengan bahan organik yang berasal dari tumbuhan atau hewan yang telah mati dan terurai. Bahan organik sangat dibutuhkan oleh tanah sebab dapat berpengaruh terhadap sifat tanah dan juga pertumbuhan tanaman. Pengaruh bahan organik tersebut antara lain :
  • Memperbaiki struktur tanah
  • Sumber unsur hara
  • Mampu menahan air
  • Sumber energi bagi organisme
  • Kemampuan menahan unsur hara (tanah topsoil yaitu tanah yang banyak mengandung humus atau bahan organik)
Tanah sangat penting bagi makhluk hidup yaitu sebagai pijakan dalam melangkah. Tanah tidak dapat terbentuk sendiri secara tiba-tiba, melainkan melalui beberapa proses sehingga dapat menjadi tanah yang sempurna. Dalam proses pembentukan tanah dibutuhkan waktu yang sangat lama bahkan hingga ribuan tahun. Nah, untuk lebih jelasnya simaklah artikel dibawah ini.

Proses Pembentukan Tanah

Pada mulanya bentuk tanah yaitu berupa batuan-batuan yang sangat besar, sehingga harus diubah menjadi butiran-butiran tanah yang lebih kecil agar dapat digunakan untuk kelangsungan hidup makhluk hidup terutama tumbuhan. Secara umum, proses pembentukan tanah dapat dibedakan menjadi empat tahap antara lain :

1. Proses Pelapukan

Batuan yang berada di permukaan bumi lama kelamaan akan mengalami pelapukan yang menjadi remahan-remahan kecil. Walaupun begitu proses pelapukan tanpa mengubah susunan kimiawi dari batuan tersebut. Banyak faktor yang mempengaruhi proses pelapukan yaitu sinar matahari, perubahan suhu yang ekstrim dan juga hujan. Proses pelapukan dapat dibedakan menjadi tiga jenis, antara lain :
  1. Pelapukan Fisik (alterasi), merupakan proses pemecahan dan pelembutan batuan tanpa mengalami perubahan susunan kimia sehingga kandungan mineralnya tetap sama atau dapat dikatakan tidak ada pembentukan mineral baru. Pelapukan fisik ini dipengaruhi oleh perubahan iklim dan cuaca yang sangat ekstrim. 
  2. Pelapukan Kimia, merupakan proses pelapukan dan penguraian pecahan-pecahan batuan dan mineral-mineral ke dalam unsur penyusunnya atau dapat disebut dengan pembentukan mineral-mineral baru. Pelapukan kimia ini dipengaruhi oleh hujan asam yang selalu dan sering terjadi di awal proses pembentukan bumi
  3. Pelapukan Biologis, merupakan sebuah proses yang pada umumnya tidak terjadi pada awal proses pembentukan tanah. Pelapukan biologis dapat terjadi secara terus menerus tetapi setelah tanah terbentuk dan siap digunakan oleh makhluk hidup. Pelapukan jenis ini dapat dikatakan sebagai pelapukan penyempurna dari sifat-sifat tanah yang akan terbentuk
2. Proses Pelunakan

Proses selanjutnya yaitu pelunakan. Batuan-batuan kecil yang telah terbentuk dari proses pelapukan kemudian akan mengalami pelunakan. Dalam proses ini dibantu oleh air dan udara yang akan masuk dan merembes ke dalam sela-sela batuan tersebut. Calon makhluk hidup dalam proses pelunakan sudah mulai dapat tumbuh diatas permukaan batuan karena sudah terdapat air dan udara yang dibutuhkan untuk hidup. Walaupun begitu hanya sedikit saja organisme dapat hidup dan berkembang, contohnya lumut dan mikroba.

3. Proses Penumbuhan

Pada proses ketiga ini, batuan sudah mulai ditumbuhi oleh tumbuhan perintis yang berupa rumput dan tumbuhan kecil. Akar-akar pada tumbuhan tersebut akan masuk ke dalam batuan yang telah menjadi lunak sehingga dapat memecah batuan tersebut. Air yang membawa asam humus juga akan menyebabkan terjadinya pelapukan pada batuan tersebut. Sehingga batuan yang telah hancur akan menjadi unsur mineral pembentuk tanah. Dari proses diatas dapat dikatakan bahwa hal tersebut merupakan pelapukan biologi.

4. Proses Penyuburan

Pada proses terakhir ini, batuan yang telah mengalami pelapukan sudah mulai subur. Pembentukan awal tanah hanya mengandung mineral-mineral saja sehingga setelah mengalami pelapukan tanah akan menjadi bertambah subur karena terdapat materi-materi organik yang berasal dari tumbuhan dan hewan yang telah mati. Proses inilah tanah sudah terbentuk sempurna sehingga tanah sudah siap untuk di injak sehari-hari.


Demikianlah artikel tentang proses pembentukan tanah. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.

Berbagai Jenis Tanah yang ada Di Indonesia

Berbagai Jenis Tanah yang ada Di Indonesia 


Berbagai jenis tanah yang ada di Indonesia. Bumi terbagi menjadi dua bagian yaitu daratan dan lautan. Daratan sendiri memiliki bentuk berupa permukaan tanah. Tanah atau dapat disebut dengan soil merupakan lapisan paling atas dari bumi ini. Di bumi ini, tanah sangat penting bagi semua makhluk hidup karena kehidupan makhluk hidup berada di atas tanah. Tanah dapat terjadi karena proses batuan yang mengalami pelapukan atau penghancuran dalam kurun waktu yang sangat lama bahkan hingga ratusan tahun. Dalam proses pelapukan batuan dibantu oleh beberapa mikroorganisme, perubahan suhu serta air. Untuk mempelajari seluk beluk tanah dibutuhkan sebuah panduan yang berupa ilmu. Ilmu yang mempelajari tentang tanah disebut dengan Pedeologi. Nah, untuk lebih jelasnya tentang tanah simaklah artikel di bawah ini hingga selesai.

Jenis-Jenis Tanah

Sebenarnya jenis tanah dari satu daerah dengan daerah lainnya memiliki kondisi yang berbeda tergantung komponen yang ada di daerah tersebut. Sehingga di bumi ini mempunyai beragam jenis tanah yang dapat dimanfaatkan makhluk hidup terutama manusia. Jenis-jenis tanah tersebut antara lain :

1. Tanah Vulkanis

Tanah vulkanis merupakan tanah yang berasal dari pelapukan batuan vulkanik. Tanah vulkanik dapat disebut dengan tanah gunung berapi sehingga banyak mengandung unsure hara yang tinggi. Tanah jenis ini sangat cocok untuk dijadikan lahan pertanian karena memiliki sifat yang sangat subur. Persebaran tanah ini terdapat di sepanjang jalur pegunungan mudah diterima dan berbentuk gunung berapi.

2. Tanah Humus

Sebenarnya tanah humus sering kita jumpai di sekitar lingkungan kita atau dapat dikatakan bahwa tanah ini adalah tanah yang selalu kita pijak setiap harinya. Tanah humus merupakan tanah yang terbentuk dari pelapukan tumbuh-tumbuhan. Tanah jenis ini memiliki warna yang gelap dengan teksturnya gembur. Tanah ini juga memiliki unsur hara dan mineral yang sangat banyak sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian karena mempunyai sifat yang sangat subur.

3. Tanah Organosal (Tanah Gambut)

Tanah gambut merupakan tanah yang berasal dari bahan induk organik di daerah rawa. Ketebalan tanah ini kurang lebih 0,5 meter dengan warna agak gelap dan bersifat sangat asam. Kandungan haranya sangat rendah sehingga tanah ini tergolong tanah yang tidak subur dan tidak cocok jika ditanami tumbuhan.

Macam-macam tanah gambut :
1. Berdasarkan topografinya, tanah dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
  • Tanah gambut ombrogen, merupakan tanah yang selalu tergenang oleh air
  • Tanah gambut topogen, merupakan tanah depresi di dataran rendah
  • Tanah gambut pegunungan, merupakan tanah yang terbentuk di daerah pegunungan
2. Berdasarkan susunan kimiawinya, tanah dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu :
  • Gambut eutrof, ciri-cirinya yaitu agak asam, haranya relatif lebih tinggi, O2 lebih tinggi
  • Gambut oligotrof, ciri-cirinya yaitu sangat asam, hara rendah, O2 rendah
  • Gambut mestrof, merupakan peralihan dari eutrof dan oligotrof
4. Tanah Pasir

Tanah pasir merupakan pelapukan dari batuan pasir. Tanah pasir berbentuk butiran yang kasar dan berkerikil. Tanah jenis ini memiliki kandungan humus yang sedikit sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian. Karena berbentuk kerikil maka tanah ini sangat cocok untuk dijadikan bahan bangunan. Persebarannya yaitu hampir seluruh wilayah Indonesia terdapat tanah pasir.

5. Tanah Liat

Tanah liat atau sering disebut dengan tanah lempung merupakan jenis tanah yang terdiri atas campuran antara aluminium dengan silikat yang mempunyai diameter tidak lebih dari 4 mikrometer. Tanah jenis ini termasuk tanah yang tidak subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian. Umumnya tanah ini mempunyai warna abu-abu pekat atau hampir mengarah ke warna hitam. Tanah liat mempunyai manfaat yang sangat besar untuk kebutuhan hidup manusia yaitu tanah ini dapat digunakan untuk membuat kerajinan dan gerabah yang memiliki nilai jual tinggi. Persebarannya yaitu hampir tersebar secara merata di seluruh Indonesia, hanya yang membedakannya pada kedalaman tanah tersebut

6. Tanah Kapur

Umumnya tanah kapur berasal dari batuan kapur yang telah mengalami pelapukan. Tanah ini juga tergolong tanah yang tidak subur sehingga tidak cocok untuk lahan pertanian. Tetapi tanah kapur dapat ditanami pohon yang sangat kuat dan tahan lama seperti pohon jati dan pohon keras lainnya. Persebaran tanah kapur tersebar di daerah yang kering, misalnya di gunung kidul (Yogyakarta), dan di daerah pegunungan kapur seperti di Jawa Tengah, Jawa barat dan Nusa Tenggara Timur.

7. Tanah Litosol

Tanah litosol merupakan batuan yang bahan induknya batuan beku atau batuan sedimen. Tanah jenis ini memiliki tekstur yang beraneka ragam serta berpasir tidak berstruktur. Tanah ini juga memiliki kesuburan yang sangat bervariasi yang terdapat di daerah bertopografi berbukit, pegunungan dan kemiringan curam.

8. Tanah Aluvial

Tanah aluvial merupakan tanah endapan atau sedimentasi dari batuan aluvium yang dibawa oleh air sungai. Tanah ini mempunyai warna coklat hingga kelabu. Tanah jenis ini tergolong tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian baik untuk tanaman padi maupun palawija. Persebarannya yaitu di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Papua serta Jawa.

9. Tanah Podsol

Tanah podsol merupakan jenis tanah yang batuan induknya berupa batuan pasir dengan kandungan hara yang tinggi. Warna tanah podsol yaitu kuning hingga kuning keabuan  dan mempunyai tekstur pasir hingga lempung. Kesuburan tanahnya sangat rendah karena terbentuk dari curah hujan yang tinggi tetapi memiliki suhu yang rendah.

10. Tanah Andosal 

Tanah andosal merupakan tanah mineral yang berasal dari batuan induk atau tuff vulkanik yang bersifat kandungan bahan organiknya tinggi. Tanah ini mempunyai warna coklat keabu-abuan. Tanah jenis ini memiliki kandungan mineral, unsur hara, dan air yang banyak sehingga sangat cocok untuk segala jenis tanaman. Umumnya persebaran tanah ini terdapat di daerah yang dekat dengan gunung berapi.

Demikianlah artikel tentang berbagai jenis tanah yang ada di Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.

Tuesday, September 20, 2016

[Artikel Lengkap] Macam-Macam Gempa Bumi

[Artikel Lengkap] Macam-Macam Gempa Bumi

Macam-macam gempa bumi. Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi khusunya di Indonesia karena memiliki banyak gunung berapi. Umumnya, gempa bumi  datang secara tiba-tiba tanpa di ketahui tanda-tandanya terlebih dahulu. Gempa bumi berbeda dengan bencana alam lainnya karena gempa bumi tidak memiliki tanda-tanda apapun saat akan terjadi gempa bumi. Sedangkan bencana alam lainnya memiliki tanda-tanda umum sehingga manusia dapat mengantisipasi atau mengungsi ke tempat yang lebih aman terlebih dahulu sebelum terjadinya bencana alam tersebut. Misalnya pada suatu daerah dilanda hujan yang sangat deras maka bisa menyebabkan banjir. Jika di daerah pegunungan terdengar suara gemuruh dari dalam tanah dan banyak binatang liar yang turun ke kaki gunung, hal tersebut menandakan bahwa gunung akan meletus. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam gempa simaklah artikel di bawah ini dengan benar.

Macam-Macam Gempa Bumi 

Gempa bumi atau bisa disebut dengan Seisme merupakan getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan-kekuatan dari dalam. Jenis gempa bumi sangat bermacam-macam, antara lain :

A. Berdasarkan Intenstitasnya

Berdasarkan intensitasnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi dua yaitu :
  1. Macroseisme, merupakan gempa bumi yang memiliki intensitas sangat besar. Cara mengetahuinya sangat mudah karena tidak membutuhkan alat, seperti alat perekam gempa
  2. Microseisme, merupakan gempa bumi yang memiliki intensitas sangat kecil. Gempa bumi jenis ini hanya diketahui dengan menggunakan alat perekam gempa
B. Berdasarkan Sebab Terjadinya

Berdasarkan sebab terjadinya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :

1. Gempa Vulkanik

Gempa vulkanik dapat terjadi akibat adanya aktivitas magma yang biasanya terjadi sebelum gunung berapi meletus. Jika aktivitas magma semakin tinggi maka dapat mengakibatkan munculnya sebuah ledakan dan hal tersebut dapat memicu terjadinya gempa bumi. Gempa vulkanik hanya dapat dirasakan di daerah  sekitar gunung berapi yang meletus saja sehingga bahaya yang ditimbulkan juga kecil.

2. Gempa Tektonik

Gempa tektonik dapat terjadi akibat adanya aktivitas tektonik yaitu pergeseran lempeng-lempeng tektonik yang timbul secara mendadak dan memiliki kekuatan dari yang sangat kecil hingga sangat besar. Biasanya gempa vulkanik dapat menyebabkan kerusakan atau bencana alam di bumi sehingga bahaya yang ditimbulkan sangat besar yaitu tanah dapat mengalami retakan, terbang hingga bergeser.

3. Gempa Guguran atau Runtuhan

Gempa guguran atau runtuhan dapat terjadi karena gugurnya atau runtuhnya tanah. Getaran yang dihasilkan akibat runtuhnya lahan hanya dapat dirasakan di daerah sekitar yang runtuh karena bersifat lokal. Biasanya daerah yang terkena gempa guguran adalah daerah tambang yang berbentuk terowongan, pegunungan kapur atau lubang.

C. Berdasarkan Bentuk Episentrumnya

Berdasarkan bentuk episentrum, gempa bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
  1. Gempa Linear, episentrumnya berbentuk titik. Contohnya gempa runtuhan
  2. Gempa Sentral, episentrumnya berbentuk garis. Contohnya gempa tektonik
D. Berdasarkan Letak atau Kedalaman Hiposentrum

Berdasarkan letak atau kedalaman hiposentrum, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  1. Gempa dalam, jika letak atau kedalaman hiposentrumnya antara 300-700 km di bawah permukaan bumi
  2. Gempa menengah, jika letak atau kedalaman hiposentrumnya antara 100-300 km di bawah permukaan bumi
  3. Gempa dangkal, jika letak atau kedalaman hiposentrumnya kurang dari 100 km di bawah permukaan bumi
E. Berdasarkan Jarak Episentrumnya

Berdasarkan jarak episentrumnya, gempa bumi dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu :
  1. Gempa dekat, jarak episentrumnya kurang dari 10.000 km
  2. Gempa jauh, jarak episentrumnya sekitar 10.000 km
  3. Gempa sangat jauh, jarak episentrumnya diatas 10.000 km

Kekuatan sebuah gempa dapat diukur berdasarkan tingkat kerusakan yang terjadi. Kekuatan gempa dapat diukur dengan beberapa skala antara lain skala omari, skala richter, skala cancani dan skala mercalli tetapi untuk saat ini masih menggunakan skala richter.

Demikianlah artikel tentang macam-macam gempa bumi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.


Saturday, September 17, 2016

[Artikel Lengkap] 3 Sistem Pegunungan di Negara Indonesia

[Artikel Lengkap] 3 Sistem Pegunungan di Negara Indonesia

3 sistem pegunungan di negara Indonesia. Indonesia memiliki banyak gunung terutama gunung berapi. Kumpulan gunung-gunung berapi yang ada di Indonesia merupakan rangkaian pegunungan di seluruh dunia yang berujung di negara Indonesia. Gunung berapi atau pegunungan termasuk salah satu gejala alam yang ada di muka bumi ini. Gunung berapi yang masih aktif sewaktu-waktu dapat meletus dan dapat merusak semua yang ada di sekitarnya. Fenomena tersebut sangat tidak diharapkan oleh manusia atau makhluk hidup lainnya sebab dapat merugikan. Tetapi sebagai makhluk hidup hanya bisa menerimanya karena hal tersebut di luar kuasa kita. Gejala alam dalam hal pembentukan pegunungan dapat memakan waktu jutaan tahun lamanya. Nah, untuk lebih jelasnya tentang sistem pegunungan di negara Indonesia maka simaklah artikel di bawah ini dengan baik.

Sistem Pegunungan di Indonesia

Ada tiga sistem pokok pegunungan yang bertemu di Indonesia, yaitu sistem sunda, sistem busur di tepi asia dan sistem sirkum Australia.

1. Sistem Sunda

Sistem sunda dimulai dari Arakan Yoma di Birma atau sekarang menjadi Myanmar hingga kepulauan Banda di Maluku. Sistem sunda ini memiliki panjang kurang lebih  7000 km yang terdiri dari lima busur pegunungan, antara lain :
  • Busur Arakan Yoma, berpusat di Shan (Myanmar)
  • Busur Andaman Nikobar, berpusat di Mergai
  • Busur Sumatra – Jawa, berpusat di Anambas
  • Busur Kepulauan Nusa Tenggara, berpusat di Flores
  • Busur Banda, berpusat di Banda
Secara umum, sistem sunda dapat dibagi menjadi dua busur, yaitu :
  1. Busur Dalam. Jalur pegunungan busur ini bersifat vulkanis yang artinya rangkaian pegunungan lipatan atau bisa juga diartikan sebagai ketampakan dari kegunungapian. Jalur yang dilewati busur dalam yaitu sepanjang bukit barisan di pulau Sumatra, seluruh pegunungan yang ada di pulau Jawa, pulau Bali, pulau Lombok, pulau Sumbawa, pulau Flores, pulau Solor, pulau Wetar, kepulauan Banda dan berakhir di pulau Saparua.
  2. Busur Luar. Jalur pegunungan busur ini bersifat nonvulkanik yang artinya tidak menampakkan sifat-sifat kegunungapian tetapi hanya rangkaian pegunungan yang berupa lipatan. Jalur yang dilewati busur luar yaitu mulai dari pulau Simelue, pulau Nias, kepulauan Mentawai, pulau Enggano kemudian sebagian tenggelam berada di bawah laut sepanjang bagian selatan pulau Jawa dan setelah itu muncul kembali di atas permukaan bumi di pulau Sawu, pulau Roti, pulau Timor, pulau Babar, kepulauan Kai, pulau Seram dan berakhir di pulau Buru. 
2. Sistem Busur di Tepi Asia

Sistem busur di tepi Asia ini dimulai dari semenajung Kamasyatku melalui Jepang, Filipina, Kalimantan dan Sulawesi. Di Filipina sendiri, sistem busur dapat bercabang menjadi tiga, antara lain :
  • Cabang pertama dari pulau Luzon melalui pulau Palawan kemudian ke Kalimantan utara 
  • Cabang kedua dari pulau Luzon melalui pulau Samar kemudian ke Mindanao dan kepulauan Sulu ke Kalimantan Utara
  • Cabang ketiga dari pulau Samar ke Mindanau, Sangihe dan ke Sulawesi
3. Sistem Sirkum Australia

Sistem sirkum Australia ini dimulai dari Selandia Baru melalui Kaledonia Baru kemudian ke pulau Irian. Pada bagian utara dari sistem pegunungan ini dapat bercabang menjadi dua yaitu :
  • Cabang pertama, dari ekor pulau Irian melalui bagian tengah sampai ke pegunungan Charleslois di sebelah barat
  • Cabang kedua, dari kepulauan Bismark  melalui pegunungan di tepi pulau Irian bagian utara sampai ke kepala burung pulau Irian kemudian menuju ke Halmahera

Ketiga sistem pegunungan diatas bertemu di sekitar kepulauan Sulu dan Banggai. Indonesia sendiri merupakan daerah pertemuan antara sirkum mediterania dengan sirkum pasifik dengan proses pembentukan pegunungan yang masih berlangsung hingga saat ini sehingga Indonesia banyak mengalami gempa bumi.

Demikianlah artikel tentang sistem pegunungan di negara Indonesia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca


Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system