Monday, August 8, 2016

Mengenal Sistem Pernapasan Pada Tumbuhan

Mengenal Sistem Pernapasan Pada Tumbuhan


Sistem pernapasa pada tumbuhan. Salah satu ciri-ciri makhluk hidup adalah bernapas. Setiap makhluk hidup pasti bernapas termasuk tumbuhan karena jika makhluk hidup tidak bernapas maka akan mati. Bernapas bisa disebut dengan respirasi. Bernapas merupakan kegiatan makhluk hidup untuk menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Tujuan dari bernapas yaitu agar makhluk hidup mendapatkan oksigen. Sisa makanan di dalam tubuh akan menghasilkan energi bagi makhluk hidup dengan bantuan oksigen, hal tersebut dinamakan oksidasi. Sedangkan pembakaran sisa makanan yang terjadi di dalam tubuh disebut oksidasi biologis. Nah, sisa pembakaran tadi berupa karbon dan air yang kemudian dibuang ke udara melalui kentut. Energi yang ada di dalam tubuh dapat dimanfaatkan makhluk hidup untuk bertumbuh dan berkembang.

Sistem Pernapasan Pada Tumbuhan

Sebelum membahas lebih jauh, kita bahas terlebih dahulu proses respirasi. Pernapasan diawali dengan proses pertukaran gas oksigen dan karbon dioksida melalui alat pernapasan. Tumbuhan dapat melakukan pernapasan setiap waktu, baik pada waktu pagi, siang bahkan malam hari. Banyak organ yang digunakan tumbuhan untuk bernapas, salah satunya adalah stomata. Nah, berikut ada beberapa alat pernapasan pada tumbuhan.


1. Stomata

Stomata merupakan alat pernapasan pada tumbuhan hijau. Stomata dapat disebut dengan mulut daun. Stomata terdiri dari celah atau lubang yang dikelilingi oleh dua sel penjaga (sel epidermis). Stomata terletak di bagian bawah daun. Fungsi stomata yaitu sebagai tempat pertukaran gas pada tumbuhan. Pembukaan dan penutupan pada stomata diatur oleh sel penjaga (sel epidermis). Pada waktu matahari terbit, stomata akan membuka. Sedangkan ketika sudah gelap maka stomata akan menutup. Matahari terbit (siang) adalah waktu yang sangat cocok untuk tumbuhan melakukan fotosintesis sebab dengan intensitas cahaya yang tinggi maka tumbuhan akan sangat aktif. Pada waktu gelap (malam hari) proses fotosintesis tidak terjadi sebab pada malam hari tidak ada cahaya matahari sehingga stomata akan menutup. Proses membuka dan menutupnya stomata dapat dipengaruhi oleh senyawa berikut.
  • Air. Kadar air yang terdapat di dalam sel penjaga (sel epidermis) yang memiliki kandungan sangat tinggi akan membuat sel tersebut menjadi bengkak karena sel penjaga akan menjorok ke atas sehingga dapat menyebabkan stomata terbuka. Begitu juga dengan sebaliknya. 
  • Ion Kalium. Ion kalium dapat dipicu oleh adanya cahaya. Jika penumpukan ion di dalam sel penjaga (sel epidermis) semakin banyak maka akan membuat tekanan turgor sel menjadi rendah (kental) dan dapat memicu osmosis yaitu perpindahan air ke sel yang kental, kemudian pada akhirnya akan membuat sel penjaga (sel epidermis) menjadi bengkak. Dalam keadaan tersebut maka akan membuka celah stomata. 
  • CO2. CO2 (karbondioksida) sangat dibutuhkan oleh tumbuhan guna membuat makanan sendiri melalui fotosintesis. Pada siang hari stomata akan dibuka sebab laju fotosintesis sangat cepat dan membutuhkan CO2 yang sangat banyak. 

2. Lenti Sel

Umumnya pada tumbuhan dikotil terdapat kambium gabus yang dapat menghasilkan parenkima gabus dan lapisan gabus. Lapisan gabus tersebut akan menggantikan epidermis. Lapisan gabus terdiri dari sel-sel mati yang membantu melindungi batang. Kambium gabus, parenkima gabus dan lapisan gabus dapat mengelupas, sehingga dapat mengakibatkan timbul lubang-lubang pada batang. Nah, lubang-lubang pada batang tersebut dinamakan lentisel. Lentisel akan membuat sel-sel tetap hidup di dalam batang melalui pertukaran gas dengan udara luar.

3. Rambut Akar

Rambut akar mempunyai fungsi sebagai alat pernapasan. Rambut akar juga dapat menghisap air dan garam-garam mineral. Sel-sel pada rambut akar dapat digunakan untuk mengambil oksigen yang terdapat pada pori-pori tanah.

4. Alat Pernapasan Khusus

Tidak semua jenis tumbuhan memiliki alat pernapasan yang sama karena ada beberapa tumbuhan hijau tertentu yang memiliki alat bantu pernapasan yang khusus. Contohnya pohon beringin memiliki akar gantung sebagai akar napas kemudian tanaman akar napas berupa akar tunjang. Akar tersebut dapat muncul pada bagian batang diatas permukaan tanah yang dapat menjulur ke bawah dan menembus ke tanah. Contoh lain yaitu pada tumbuhan yang hidup di air seperti enceng gondok yang batangnya memiliki rongga-rongga udara yang nampak besar dan berfungsi sebagai penyalur oksigen.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pernapasan


Dalam proses pernapasan pasti dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya :
  1. Ketersediaan Oksigen. Ketersediaan oksigen pada tumbuhan sangat mempengaruhi pernapasan. Tetapi besarnya pengaruh tersebut dapat berbeda-beda terhadap masing-masing spesies. Bahkan antar organ pada tumbuhan dapat berbeda walaupun dengan tumbuhan yang sama. 
  2. Ketersediaan Substrat. Karbohidrat adalah substrat pernapasan paling utama yang terdapat di dalam sel tumbuhan tinggi. Tumbuhan yang memiliki kandungan substrat yang banyak akan membuat respirasi semakin meningkat. Sedangkan jika substratnya rendah maka akan membuat respirasi dengan laju yang rendah. 
  3. Suhu. Suhu juga salah satu faktor yang mempengaruhi pernapasan. Semakin suhunya tinggi maka laju respirasinya juga sangat tinggi. Laju respirasi dapat meningkat untuk setiap kenaikan suhu sebesar 100C, tetapi keadaan tersebut tergantung pada masing-masing spesies. 

Selesai sudah artikel tentang sistem respirasi pada tumbuhan. Semoga artikel ini dapat memberikan wawasan baru bagi anda. Selamat membaca..


[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Sistem Pencernaan Pada Manusia

[Artikel Lengkap] Berbagai Macam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Berbagai macam sistem pencernaan pada manusia. Makanan dan minuman yang telah masuk ke tubuh manusia akan di proses oleh tubuh. Sistem yang memproses makanan dan minuman tersebut dinamakan sistem pencernaan. Sistem pencernaan merupakan suatu sistem organ yang menerima sesuatu yang telah masuk ke dalam tubuh dan mencernanya menjadi energi dan nutrisi dengan bantuan enzim. Dari proses tersebut, kemudian sisa proses pencernaan akan dikeluarkan dari tubuhn dengan melibatkan organ-organ pencernaan dan kelenjar-kelenjar pencernaan. Sebenarnya semua makanan yang telah masuk ke tubuh tidak dikeluarkan semua, hanya zat-zat krusial yang terkandung dalam makanan yang akan diserap sedangkan ampasnya akan dibuang karena tidak berguna. Sistem pencernaan memiliki fungsi sebagai tempat untuk mencerna seluruh makanan yang telah masuk ke dalam tubuh manusia.

Macam-macam Sistem Pencernaan Pada Manusia

Proses sistem pencernaan manusia dibedakan menjadi dua macam, antara lain :

1. Pencernaan Mekanik

Pencernaan mekanik merupakan proses pengubah makanan dari yang berbentuk besar dan kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pencernaan makanan jenis ini termasuk proses pencernaan sangat awal sebab proses ini dilakukan dengan menggunakan gigi.

2. Pencernaan Kimiawi

Pencernaan kimiawi merupakan proses perubahan makanan dari zat yang lebih kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan bantuan enzim. Enzim merupakan sebuah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh dengan fungsi untuk mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan kimiawi dapat terjadi mulai dari mulut, lambung serta usus.

Alat Pencernaan Makanan Pada Manusia

Tubuh manusia dalam melakukan proses pencernaan membutuhkan alat-alat pencernaan makanan sendiri. Nah, alat-alat pencernaan makanan pada manusia itu berupa organ-organ tubuh yang mempunyai fungsi sebagai tempat mencerna makanan yang telah masuk ke dalam tubuh kita. Alat-alat pencernaan makanan pada manusia, antara lain :

1. Mulut

Mulut merupakan pintu utama masuknya sebuah makanan ke dalam tubuh. Sebenarnya, di dalam mulut sudah terjadi proses pencernaan baik secara mekanik maupun kimiawi. Sehingga mulut memiliki beberapa bagian penting yang berperan dalam proses pencernaan. Bagian-bagian tersebut antara lain :
  • Gigi. Gigi manusia terdiri dari 4 macam yaitu gigi seri, gigi taring, geraham depan dan geraham belakang. Gigi seri memiliki fungsi sebagai pemotong makanan yang letaknya di bagian depan dari mulut. Gigi taring memiliki fungsi untuk merobek makanan sedangkan gigi geraham memiliki peran yang sangat penting yaitu sebagai pengunyah makanan yang telah masuk ke dalam mulut.
  • Lidah. Sebagian besar lidah terdiri dari otot. Lidah memiliki fungsi sebagai tempat untuk mengaduk dan mengatur makanan di dalam mulut. Pada permukaan lidah terdapat banyak tonjolan kecil yang sering disebut dengan papilla. Papilla ini mempunyai rangkaian kompleks saraf yang membentuk alat indra pengecap dan peraba. Lidah dapat merasakan beberapa rasa yaitu manis, asin, pahit serta asam.
  • Kelenjar Ludah. Ludah berfungsi untuk memudahkan penelanan makanan, membasahi dan melumasi makanan sehingga mudah ditelan. Ludah banyak mengandum enzim amilase yang berfungsi untuk mencerna karbohidrat dalam makanan. Kelenjar ludah dapat menghasilkan air liur. Pada kelenjar ludah terdapat  tiga pasang, antara lain :
  1. Kelenjar parotis, letaknya dibawah telinga. Kelenjar ini menghasilkan ludah yang berbentuk cair
  2. Kelenjar submandibularis, letaknya di rahang bawah
  3. Kelenjar sublingualis, letaknya di bawah lidah

2. Kerongkongan

Setelah makanan sudah di kunyah dalam mulut, selanjutnya makanan akan masuk ke dalam kerongkongan. Pada pangkal tenggorokan atau laring terdapat bagian yang memiliki katup yang dapat disebut dengan epiglotis. Epiglotis memiliki fungsi sebagai pengatur masuknya makanan dan juga udara ke dalam tubuh. Kerongkongan merupakan organ tubuh yang berbentuk panjang sekitar 25 cm. Kerongkongan adalah saluran makanan dari mulut menuju lambung. Di dalam kerongkongan terdapat dua otot yaitu otot melingkar dan otot longitudinal. Jika kedua otot tersebut berkontraksi maka kerongkongan akan bergerak. Gerak tersebut dinamakan gerak peristaltik merupakan gerakan otot-otot organ yang dapat menarik dan menelan makanan sehingga dapat memasuki organ tersebut.

3. Lambung

Setelah makanan masuk ke dalam kerongkongan, maka langkah selanjutnya yaitu makanan masuk ke lambung karena kerongkongan bertugas untuk mendorong makanan agar dapat masuk ke lambung. Sedangkan lambung bertugas untuk menyimpan makanan yang telah ditelan untuk sementara waktu. Ukuran lambung adalah sekepal tangan yang letaknya di dalam rongga perut sebelah kiri tepatnya di bawah sekat rongga badan. Lambung memiliki sifat yang sangat lentur, jika lambung terisi makanan maka lambung akan mengembang sebaliknya jika lambung dalam keadaan kososng maka akan mengempis. Lambung terdiri dari tiga bagian, antara lain :
  1. Kardiaks, yaitu bagian atas sebagai tempat pintu masuk makanan dari kerongkongan
  2. Fundus, yaitu bagian tengah lambung, tempat makanan di tamping dan mengalami perlakuan kimiawi
  3. Pilorus, yaitu bagian bawah lambung sebagai tempat keluar makanan dan dapat berhubungan langsung dengan usus dua belas jari.
Sebenarnya di dalam lambung terjadi pencernaan kimiawi karena terdapat 4 zat krusial yang digunakan untuk memproses makanan. Empat zat tersebut adalah HCL yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang dapat merugikan tubuh dan juga dapat mengaktifkan pepsinogen. Pepsin digunakan untuk mencerna protein pada makanan menjadi pepton, Lipase digunakan untuk mencerna lemak dalam makanan sedangkan Renin digunakan untuk mengupulkan (mengendapkan) protein susu.

4. Hati

Hati terletak di bawah sekat rongga badan dan mengisi sebagian besar bagian atas rongga perut sebelah kanan. Hati dapat membuat empedu menjadi terkumpul sehingga disimpan dalam kantung empedu. Pada waktu tertentu, empedu dapat dipompakan ke dalam usus dua belas jari melalui pipa empedu. Dalam metabolisme karbohidrat, hati memiliki fungsi untuk menyimpan glikogen, mengubah galaktosa dan fruktosa menjadi glukosa, dan glukoneogenesis. Sedangkan untuk mempertahankan konsentrasi gula dalam darah, hati berfungsi untuk pembentukan lipoprotein, pembentukan kolesterol dan fosfolipid serta mengubah karbohidrat dan protein menjadi lemak.

5. Kelenjar Pankreas

Letak pankreas berada dalam lipatan duodenum yang memiliki bentuk huruf U yang rebah. Pada pankreas terdapat dua macam kelenjar yaitu kelenjar endokrin yang digunakan untuk menghasilkan hormone insulin dan kelenjar eksorin yang digunakan untuk menghasilkan getah pankreas. Getah pankreas memiliki pH 8 yang berfungsi untuk menetralkan chymus yang bersifat asam dari lambung.

6. Usus Halus

Umumnya, usus halus terbagi menjadi 3 bagian antara lain :
  1. Duodenum atau usus 12 jari, panjangnya sekitar 12 jari orang dewasa jika di jajarkan
  2. Jejunum atau usus kosong. Dalam hal ini terdapat pada orang yang telah meninggal karena bagian usus tersebut kosong
  3. Ileum atau usus penyerapan. Pada bagian-bagian ini zat-zat makanan diserap oleh tubuh
Usus halus dapat berperan sebagai kelenjar endokrin yang dapat menghasilkan hormone insulin dan sebagai kelenjar eksorin yang dapat menghasilkan getah pencernaan berupa tripsin, amilase dan lipase.

7. Usus Besar

Umumnya, usus besar terdiri dari usus besar menaik (ascending), melintang (transvers), menurun (descending) dan rektum. Rektum merupakan bagian yang berotot berguna untuk mengeluarkan kotoran melalui anus. Usus besar tidak mempunyai villi sehingga tidak terjadi penyerapan sari-sari makanan. Tetapi di dalam usus besar terjadi penyerapan air sehingga feses menjadi lebih padat.

8. Anus

Feses yang sudah terkumpul di dalam rektum akan dikeluarkan melalui saluran pengeluaran yang disebut dengan anus. Proses tersebut dinamakan proses defi kasi. Dalam anus terdapat otot sfinger yang berupa otot polos dan otot lurik. Pada saat feses menyentuh dinding rektum maka otot lurik akan terangsang untuk melakukan proses defi kasi. Sehingga dapat mengakibatkan kita mengejan (berkontraksi). Dari tindakan tersebut dapat menjadikan otot polos menjadi kendur sehingga feses keluar dari tubuh.


Demikianlah artikel tentang sistem pencernaan pada manusia. Semoga artikel ini memberikan pengetahuan baru bagi anda.


Friday, August 5, 2016

[Artikel Lengkap] Macam – Macam Alat Pernapasan Pada Hewan

[Artikel Lengkap] Macam – Macam Alat Pernapasan Pada Hewan

Macam-macam alat pernapasan pada hewan. Bernapas merupakan kegiatan makhluk hidup untuk menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2). Semua makhluk hidup yang ada di bumi ini pasti mempunyai alat pernapasan. Karena dengan alat pernapasan makhluk hidup dapat bertahan hidup. Alat pernapasan yang dimiliki setiap makhluk hidup berbeda-beda sesuai dengan tempat hidupnya. Misalnya ikan memiliki alat pernapasan khusus yang tidak dimiliki oleh makhluk hidup lainnya. Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang alat pernapasan pada hewan. Simak artikel ini sampai selesai agar lebih paham dan jelas.

Alat Pernapasan Pada Hewan

Hewan juga bernapas layaknya manusia. Karena tujuan bernapas yaitu untuk bertahan hidup, sedangkan hewan yang tidak bisa bernapas akan mati. Nah, berikut ini ada beberapa macam-macam alat pernapasan pada hewan, diantaranya:

1. Pada Burung
Gambar Burung
Gambar Burung
Burung bernapas dengan menggunakan paru-paru. Burung juga memiliki alat pernapasan berupa pundi-pundi (kantong) udara yang berdinding tipis. Pundi-pundi tersebut dapat digunakan untuk menyimpan udara ketika terbang. Sebenarnya pundi-pundi udara  terhubung dengan paru-paru sehingga ketika pundi-pundi udara menggelembung maka burung memiiki tubuh yang sangat ringan.
Pada saat burung terbang, dia tidak menghirup udara lewat hidung tetapi pernapasannya berasal dari udara yang telah disimpan di pundi-pundi udara. Kemudian ketika burung melebarkan sayapnya, burung tersebut mengisi kembali pundi-pundi udaranya dengan hidung. 

2. Pada Ikan

Gambar Ikan
Gambar Ikan
Ikan bernapas dengan menggunakan insang. Letak insang yaitu disebelah kanan dan kiri kepala. Insang memiliki empat pasang. Insang juga terdiri dari lembar-lembar insang dan lengkungan. Lembaran insang berwarna merah sebab mengandung pembuluh darah dan juga sebagai tempat pertukaran udara, sedangkan lengkung insang berwarna putih yang memiliki fungsi sebagai tempat melekatnya lembaran insang. 
Ada beberapa ikan yang dapat hidup di dalam lumpur, padahal daerah yang berlumpur memiliki air yang sangat kurang. Tetapi jenis ikan yang hidup di lumpur memiliki lipatan-lipatan insang yang disebut dengan labirin. Labirin digunakan untuk menyimpan udara (oksigen). Contoh ikan yang hidup di lumpur yaitu lele dan gabus.

3. Pada Reptil

Contoh hewan reptil yaitu ular, kadal, buaya dan cicak. Reptil bernapas dengan menggunakan paru-paru. Proses pernapasan pada reptil adalah udara (oksigen) masuk melalui hidung lalu masuk ke batang tenggorokan dan terakhir ke paru-paru. Pada hewan reptil, paru-paru berada di dalam rongga dada yang di lindungi oleh tulang rusuk. Reptil memiliki paru-paru yang sederhana hanya beberapa lipatan dinding yang memiliki fungsi sebagai pembesar permukaan pertukaran gas. Pada reptil jenis kadal, kura-kura dan buaya paru-parunya lebih kompleks hanya dengan beberapa belahan yang membuat paru-paru memiliki tekstur layaknya spon. Tetapi khusus reptil buaya, lubang hidung dapat ditutup ketika menyelam agar air tidak bisa masuk ke paru-paru. 

4. Pada Cacing
Gambar Cacing
Gambar Cacing
Cacing bernapas dengan menggunakan permukaan tubuhnya. Cacing memiliki kulit yang sangat tipis. Cacing juga memiliki tempat yang lembab sehingga kulit cacing terjaga kelembapannya. Dengan kulit yang lembab maka kulit cacing akan selalu basah dan berlendir. Hal tersebut justru akan memudahkan cacing dalam menyerap udara (oksigen). Oksigen dapat diikat oleh pembuluh darah yang terdapat di permukaan kulit tipisnya karena mengandung hemoglobin yang selanjutnya akan disebarkan ke seluruh tubuh. 


5. Pada Serangga
Gambar Serangga
Gambar Serangga

Contoh hewan yang termasuk serangga adalah belalang, rayap, kupu-kupu dan lalat. Serangga bernapas dengan menggunakan trakea. Trakea merupakan pembuluh-pembuluh halus yang bercabang dan memenuhi seluruh bagian tubuh serangga kemudian bermuara pada stigma. Stigma merupakan lubang yang terletak disisi tubuh bagian kanan dan kiri. Fungsi stigma yaitu sebagai jalan keluar masuknya udara. Pada serangga, oksigen tidak disebarkan melalui darah tetapi melalui sistem trakea.

6. Pada Mamalia

Gambar Mamalia
Gambar Mamalia

Hewan mamalia merupakan hewan yang menyusui anaknya. Hewan jenis ini ada yang hidup di darat dan ada juga yang hidup di air. Mamalia bernapas dengan menggunakan paru-paru. Contoh mamalia yang hidup di air adalah paus dan lumba-lumba, sedangkan yang hidup di darat adalah kambing, sapi dan kerbau. Pada paus dan lumba-lumba, dia mengeluarkan kepalanya ke permukaan air yang bertujuan untuk menghirup udara (oksigen) dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air. 



7. Pada Katak (Amfibi)

Gambar Katak
Gambar Katak

Hewan katak (amfibi) merupakan hewan yang dapat hidup di darat dan di air. Proses pertumbuhan katak adalah dimuali dari telur, berudu (cerobong), katak muda dan katak dewasa. Jika masih berudu, mereka bernapas dengan insang. Tetapi setelah dewasa, mereka bernapas dengan paru-paru dan kulit. Insang pada berudu terletak diluar tubuhnya yang terdiri dari lembaran-lembaran kulit luar yang halus dan mengandung kapiler darah. 




8. Pada Kalajengking dan Laba-laba

Kalajengking dan laba-laba dapat hidup di 2 alam yaitu di darat dan di air. Kalajengking dan laba-laba yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru buku, sedangkan yang hidup di air bernapas dengan insang buku. Paru-paru buku terdiri dari gulungan yang berasal dari invaginasi perut. Pada setiap paru-paru buku terdapat lembaran-lembaran tipis (lamella) yang tersusun berjajar. Paru-paru buku mempunyai spirakel yang digunakan sebagai tempat masuknya oksigen dari luar tubuh. 

Nah, selesai sudah artikel tentang alat-alat pernapasan pada hewan. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. 

Tuesday, August 2, 2016

Dampak Positif dan Negatif Dalam Penerapan Bioteknologi

Dampak Positif dan Negatif Dalam Penerapan Bioteknologi


Dampak positif dan negatif dalam penerapan bioteknologi. Setelah artikel kemarin membahas tentang bioteknologi dan pemanfaatan dalam berbagai bidang, kali ini kita akan bahas tentang dampak penerapan bioteknologi. Pada dasarnya bioteknologi merupakan pemanfaatan organisme hidup untuk membuat sebuah produk yang lebih bermanfaat lagi. Dari zaman ke zaman bioteknologi semakin berkembang sangat cepat. Apalagi pada zaman modern sekarang ini banyak sekali produk yang telah diciptakan dari bioteknologi dibanding pada zaman dahulu, misalnya produk tanaman dan obat-obatan medis. Sebenarnya bioteknologi telah digunakan manusia sejak zaman dulu tetapi manusia belum mengetahui dan belum sadar bahwa hal tersebut termasuk bioteknologi. Contoh produk pada zaman dahulu yaitu pembuatan tape, tempe, keju dan lain-lain yang semuanya melalui proses peragian. Walaupun banyak produk yang telah dihasilkan, bioteknologi tetap mempunyai dampak positif dan negatif. Untuk lebih jelasnya, bacalah artikel ini sampai selesai.

Dampak Positif Bioteknologi

Banyak sekali produk baru dari bioteknologi yang dapat dimanfaatkan. Sehingga bioteknologi memiliki dampak positif untuk manusia. Dibawah ini terdapat beberapa dampak positif, antara lain:
  1. Dapat meningkatkan nilai tambah pada sebuah bahan makanan. Contohnya pengolahan bahan makanan air susu diubah menjadi yoghurt, keju dan mentega.
  2. Dapat membantu dalam mengatasi kekurangan bahan makanan, misalnya protein dan vitamin. Dengan menggunakan bioteknologi bahan makanan tersebut dapat diproduksi secara lebih cepat tanpa menggunakan ruangan yang luas.
  3. Dapat mengatasi kesulitan untuk memperoleh keturunan, misalnya dengan bayi tabung.
  4. Dapat membantu dalam mengatasi masalah kesehatan dengan menyediakan obat-obatan untuk memberantas penyakit secara lebih murah
  5. Dapat meningkatkan sifat resistensi tanaman terhadap hama dan penyakit pada tanaman.
  6. Dapat membantu dalam mengatasi masalah-masalah pencemaran lingkungan, misalnya dengan menggunakan bakteri pemakan plastik.
  7. Dapat menyediakan berbagai senyawa organik, misalnya alkohol, asam asetat, gula, protein dan vitamin.
  8. Dapat menyediakan sumber daya energi, seperti biogas.
  9. Dapat membantu dalam mengatasi masalah pelestarian species langka bahkan hampir punah. 

Dampak Negatif Bioteknologi

Walaupun bioteknologi memiliki banyak keuntungan terhadap manusia, penerapan bioteknologi juga dapat menimbulkan efek yang berdampak negatif bagi manusia, lingkungan serta organisme lainnya. Dampak negatif bioteknologi, antara lain:

1. Dampak Terhadap Lingkungan

Dampak bioteknologi terhadap lingkungan merupakan timbulnya dampak yang merugikan terhadap keanekaragaman hayati yang dapat disebabkan oleh potensi terjadinya aliran gen ketanaman kerabat dekat.
Contoh dampak bioteknologi terhadap lingkungan yaitu pada pembuatan tempe dan kecap dengan skala yang sangat besar dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Air limbah dan kulit kedelai dari proses pembuatan tempe dan kecap yang dibiarkan dan tergenang air dalam waktu yang sangat lama maka akan menimbulkan lingkungan yang tidak sehat. Limbah yang sudah mengalir ke sawah, akan menyebabkan tanaman tersebut mati. Sedangkan limbah yang sudah mengalir ke sungai akan menyebabkan air sungai menjadi keruh dan berbau. Sehingga limbah perlu mendapatkan penanganan khusus agar tidak mencemari semua lingkungan.

2. Dampak di Bidang Sosial Ekonomi

Dengan menggunakan bioteknologi pada bidang pertanian dan peternakan akan menyebabkan tergesernya petani kecil yang mengandalkan hidupnya dengan bercocok tanam pada semua jenis tanaman tradisional. Dilihat dari segi produktivitas baik kualitas dan kuantitas, cara tradisional akan lebih jauh tertinggal dibanding dengan cara modern. Hal tersebut dapat menyebabkan kesenjangan ekonomi.
Contoh lain yaitu adanya persaingan dalam perdagangan dan pemasaran produk bioteknologi secara internasional. Hal tersebut dapat menyebabkan ketidakadilan bagi negara yang berkembang karena mereka belum memiliki teknologi yang maju. Perkembangan teknologi yang sangat maju tersebut disebabkan oleh bioteknologi modern yang memiliki harga sangat mahal atau tinggi sehingga negara yang berkembang kesulitan untuk mengembangkannya.

3. Dampak Terhadap Norma Pergaulan atau Etika

Teknik rekombinan gen yang merupakan sebuah aplikasi dari bioteknologi modern membawa pengaruh terhadap norma etika, karena dengan menyiapkan sebuah gen tertentu untuk mendapatkan sifat keunggulan pada suatu organisme lain. Hal tersebut justru dapat menimbulkan pro dan kontra dalam masyarakat luas. Masyarakat memiliki bermacam norma yang kemungkinan saling bertabrakan, karena mereka menganggap bahwa yang baik bagi sebuah kelompok belum tentu baik bagi orang lain.

4. Dampak Terhadap Kesehatan

Banyak kasus bioteknologi yang terjadi dalam dunia kesehatan. Misalnya susu sapi yang telah disuntik dengan hormon BGH yang diduga mengandung bahan kimia itu sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Contoh lain yaitu penggunaan insulin di Negara Inggris, ada 31 orang meninggal dunia. Sebenarnya, di dunia ini tidak semua masyarakat dapat menerima bioteknologi untuk kesehatan, karena mereka menganggap bahwa bioteknologi melawan kodrat alam. Contoh bioteknologi yang sampai sekarang masih menjadi kontroversi di kalangan masyarakat adalah bayi tabung dan trasplantasi organ.

Nah, selesai sudah artikel tentang dampak positif dan negatif dalam penerapan bioteknologi. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam menambah ilmu wawasan. Semoga bermanfaat.

Bioteknologi dan pemanfaatannya Dalam Berbagai Bidang [Artikel Lengkap]

Bioteknologi dan pemanfaatannya Dalam Berbagai Bidang [Artikel Lengkap]

Bioteknologi dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang bioteknologi dan pemanfaatannya dalam berbagai bidang. Ilmu pengetahuan yang berkembang semakin cepat dari zaman ke zaman membuat penerapan bioteknologi dalam kehidupan sehari-hari gencar dilakukan. Dalam memanfaatkan mikroorganisme bukan hanya secara konvensional saja yang dilakukan melainkan telah menggunakan peralatan modern yang lebih canggih. Dengan menggunakan peralatan yang modern kebutuhan manusia yang begitu banyak akan dapat teratasi karena peralatan yang canggih akan menghasilkan sesuatu dengan cepat dan tentunya dengan hasil yang banyak. Untuk lebih jelasnya tentang bioteknologi, bacalah artikel ini sampai selesai.

Pengertian Bioteknologi


Bioteknologi terdiri dari 2 kata yaitu Bio yang artinya hidup dan Teknologi yang artinya ilmu terapan. Jadi, bioteknologi merupakan pemanfaatan organisme hidup (jamur, bakteri, virus) sebagai komponen utama untuk memecahkan suatu masalah atau untuk membuat produk yang bermanfaat bagi kehidupan manusia. Sebenarnya sudah dari dulu manusia telah memanfaatkan bioteknologi seperti pembuatan tempe, tape, kecap, dan keju. Tetapi hanya saja kita tidak mengetahui dan tidak menyadari bahwa hal tersebut termasuk bioteknologi. Dalam perkembangan bioteknologi dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu bioteknologi konvensional dan bioteknologi modern.


1. Bioteknologi Konvensional


Bioteknologi konvensional dapat juga dikatakan sebagai bioteknologi tradisional. Bioteknologi konvensional merupakan penerapan ilmu bioteknologi dengan memanfaatkan jasa mikroba untuk menghasilkan produk baru yang sesuai dengan kebutuhan hidup manusia melalui proses fermentasi (pemberian ragi). Bioteknologi konvensional dapat dilakukan di rumah-rumah sederhana karena prosesnya yang begitu mudah serta bahan-bahan yang digunakan mudah di dapat. Contohnya pembuatan tempe, pembuatan tape, dan pembuatan  kecap. Banyak jenis mikroorganisme yang digunakan untuk mengubah makanan sehingga diperoleh produk makanan jenis baru. Mikroorganisme tersebut antara lain.

  • Jamur Aspergillus soyae, Saccharomyces rouxil, Pedoccus soyae atau Torulapsis sp., yang digunakan untuk pembuatan kecap
  • Jamur Aspergillus wentii, yang digunakan untuk pembuatan tauco dari biji kedelai dan garam yang telah di fermentasi
  • Jamur Rhizopus oryzae, Rhizopus oligosporus, Rhizopus stolonifer, dan Rhizopus chlamydosporus, yang digunakan untuk pembuatan tempe
  • Jamur Aspergillus oryzae dan Saccharomyces sp., yang digunakan untuk pembuatan tape
  • Jamur Streptococcus lactis, yang digunakan untuk pembuatan keju, mentega dan yogurt
  • Jamur Oncom (Neurospora sp), yang digunakan untuk pembuatan oncom 
2. Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern merupakan penerapan bioteknologi yang telah menggunakan peralatan dan cara kerja yang canggih, dilakukan dalam keadaan steril dengan kualitas produk lebih baik dan kuantitas hasil produk dibuat lebih banyak. Pada bioteknologi modern ini, penerapan tidak hanya mengendalikan jasa/kerja mikroba saja melalui fermentasi tetapi sudah bermain-main pada ranah manipulasi terhadap susunan genetis mikroba yang sedang digunakan. Teknologi yang biasa digunakan dalam bioteknologi modern berupa DNA rekombinan yang merupakan teknologi penggabungan antara molekul DNA yang satu dengan molekul DNA yang lain. Dari bioteknologi modern ini sudah dihasilkan beberapa produk-produk baru dan modern, antara lain.

a. Makhluk hidup transgenik merupakan jenis makhluk hidup yang sifatnya telah diubah sehingga memilki kelebihan tertentu, contohnya :
  • Kapas transgenik, memiliki serat yang lebih halus dan tahan lama
  • Tomat transgenik, yang memiliki sifat tahan lama dan tidak cepat membusuk
  • Bakteri yang mampu membersihkan lingkungan yang tercemar
  • Hormon pertumbuhan yang mampu mengobati kekerdilan
  • Erythopoetin sebagai obat anemia dan merangsang pembentukan sel darah yang baru
  • Insulin untuk mengobati penyakit kencing manis (diabetes militus)

b. Bioteknologi modern juga dapat dimanfaatkan untuk menyembuhkan berbagai penyakit keturunan dengan cara menyisipkan gen tertentu pada penderita. Hal tersebut dapat disebut dengan terapi genetik. Ada 3 jenis gen yang disisipkan untuk yaitu :
  1. Gen Antisense ras, untuk menyembuhkan penyakit kanker paru-paru
  2. Gen faktor VIII, untuk menyembuhkan penyakit darah sukar membeku (haemofilia)
  3. Gen Thymidinkinase, untuk menyembuhkan penyakit kanker indung telur

Manfaat Bioteknologi Sederhana

Bioteknologi juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Bidang-bidang tersebut antara lain.

1. Bidang Pangan


Dalam bidang pangan, bioteknologi berperan atau bertugas untuk meningkatkan gizi pada sebuah makanan. Makanan (tempe, tape, keju) yang semula memiliki rasa dan gizi yang rendah setelah melalui proses bioteknologi berubah menjadi makanan yang enak dan memiliki gizi yang tinggi. Berikut ada beberapa contoh makanan, yaitu:

  • Membuat minuman anggur dengan menggunakan Khamr untuk memfermentasikan sari buah-buahan
  • Membuat terasi dengan bakteri Lactobacillus sp untuk memfermentasikan udang dan teri
  • Membuat nata de coco dengan memfermentasikan jamur Acetobacter xylium untuk memfermentasikan air kelapa
2. Bidang Pertanian


Bioteknologi telah menciptakan teknologi budidaya untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian serta mampu membuat benih dengan sifat yang sama dalam jumlah yang sangat banyak. Dari zaman dahulu, bioteknologi pertanian sudah digunakan. Contoh bioteknologi konvensional adalah pembuatan kompos, sedangkan bioteknologi modern adalah pembuatan tanaman transgenik, biopestisida, dan kultur jaringan. Hidroponik adalah salah satu yang memanfaatkan bioteknologi pertanian. Hidroponik merupakan cara bercocok tanam tanpa menggunakan media tanah seperti kultur air dan kultur pasir.


3. Bidang Pengobatan

Bioteknologi juga bekerjasama dengan ilmu kedokteran, farmasi dan mikrobiologi dan ilmu yang relevan dalam memanfaatkan bakteri atau mikroorganisme dalam memproduksi hormon steroid. Hormon steroid digunakan untuk mengobati rematik dan persendian serta mampu menghasilkan enzim yang dapat digunakan untuk mendiagnosis sebuah penyakit, kerusakan organ tubuh.

Nah, selesai sudah pembahasan tentang bioteknologi. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca.

Monday, August 1, 2016

Perkembangan dan Budaya Agama Hindu Budha di Indonesia

Perkembangan dan Budaya Agama Hindu Budha di Indonesia

Perkembangan dan budaya agama Hindu Budha di Indonesia. Proses masuk dan budaya agama hindu budha dari India ke Indonesia berpengaruh sangat besar pada perkembangan kebudayaan Indonesia. Kemudian terjadi akulturasi budaya dan proses sinkritisme kepercayaan. Bangsa Indonesia tidak mengambil secara langsung kebudayaan tersebut namun bangsa Indonesia mengolahnya terlebih dahulu.

A. Bangsa Indonesia tidak langsung mengambil langsung kebudayaan lain karena memiliki 2 hal yaitu :

1. Bangsa Indonesia memiliki budaya yang tinggi dan sangat kuat di masyarakat atau yang disebut dengan 10     mutiara bandes (10 unsur kebudayaan asli Indonesia) yaitu:
  1. Sistem pertanian, dengan cara berladang membuka hutan dan bercocok tanam di lahan kering.
  2. Sistem berlayar, kemampuan berlayar digunakan untuk mengendalikan perdagangan internasional.
  3. Sistem pengecoran logam, digunakan untuk membuat alat – alat yang diperlukan.
  4. Sistem astronomi, orang zaman dulu sudah mengenal ilmu astronomi.
  5. Sistem kemasyarakatan, untuk menciptakan agar masyarakat menjadi teratur.
  6. Sistem perdagangan, menukarkan barang dengan barang lain yang dibutuhkannya kepada orang.
  7. Kesenian gamelan, digunakan untuk mengiringi pertujukan wayang.
  8. Kesenian wayang, dimaninkan pada malam hari oleh dalang lewat boneka.
  9. Kesenian macapat, puisi tradisional Jawa.
  10. Kesenian membatik dan menenun, kerajinan menghias kain dengan menggunakan canting.
2. Bangsa Indonesia memiliki kecakapan pribadi sehingga mampu mengolah unsur – unsur kebudayaan             asing.


B. Dampak masuk dan budaya agama hindu budha di Indonesia


Masuknya agama hindu budha di Indonesia akan berdampak pada kebudayaan di Indonesia. Seperti halnya:

a. Bidang arsitektur
  • Candi, unsur kebudayaan Indonesia yaitu punden berundak. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu Stupa. Kata candi berasal dari “Candika” adalah salah satu nama untuk Durga sebagai Dewi Maut. Candi memiliki 3 bagian yaitu kaki candi, tubuh candi dan atap candi.
  • Yupa dari Kutai, unsur kebudayaan Indonesia adalah Menhir. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu prasasti pada tiang untuk menambatkan binatang kurban.
  • Lingga dan Yoni (lambang kesuburan), unsur kebudayaan Indonesia yaitu Alu dan Lumpang. Sedangkan unsur kebudayaan India yaitu Lingga Yoni.
Candi yang bercorak Hindu di Indonesia yaitu candi Prambanan, Ratu Boko, Gedong Songo, Dieng, Kidal, Panataran dll.
Candi yang bercorak Budha di Indonesia yaitu candi Borobudur, Mendut, Sewu, Muara Takus, Pawon dll.
Perbedaan candi di Jawa Tengah dengan candi di Jawa Timur dilihat dari arsitekturnya yaitu :
Perbedaan Candi Jateng dan Jatim
Perbedaan Candi

b. Bidang aksara dan seni sastra

Aksara yang masuk ke Indonesia adalah huruf pallawa dan huruf pranagari. Karya sastra India yang besar pengaruhnya terhadap Indonesia yaitu kitab Mahabharata dan kitab Ramayana. Dari kedua kitab tersebut muncullah karangan yang ceritanya bersumber dari peristiwa dalam kitab tersebut di Indonesia. Karya sastra yang muncul di Indonesia yaitu :
  • Kitab Arjunawiwaha karangan Empu Kanwa, yang menceritakan tentang Arjuna bertapa di Indrakila.
  • Kitab Bharatayudha karangan Empu sedah dan Panuluh, yang menceritakan tentang peperangan Pandawa dan Kurawa gubahan dari kitab Mahabharata.
  • Kitab Arjuna Wijaya karangan Empu Tantular, yang menceritakan Rahwana yang harus tunduk kepada Sasrabahu.
  • Kitab Kresnayana karangan Empu Triguna, yang menceritakan pernikahan Kresnadengan Rukmini.
  • Kitab Hariwangsa karangan Empu Panuluh, berisi sama dengan Kresnayana.
c. Bidang Filsafat

Penduduk Indonesia pada masa prasejarah menyakini adanya kehidupan sesudah mati. Kehidupan roh nenek moyang di yakini memiliki kekuatan, oleh karena itu roh nenek moyang di puja orang yang masih hidup. Setelah pengaruh India masuk, hal tersebut pun tidak hilang.

d. Sistem kepercayaan

Setelah masuk dan berkembangnya agama hindu – budha maka terjadilah akulturasi kepercayaan. Yang semula masyarakat Indonesia mempercayai tentang roh nenek moyang dan makhluk gaib. Namun setelah masuknya India ke Indonesia berubah memeluk agama Hindu – Budha.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang perkembangan dan budaya agama hindu -  budha di Indonesia.

[Materi Lengkap] Sistem Saraf Pada Manusia

[Materi Lengkap] Sistem Saraf Pada Manusia


Sistem saraf pada manusia. Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang sistem saraf pada manusia. Sistem saraf termasuk pelajaran IPA khususnya biologi. Sistem saraf berhubungan dengan  anggota tubuh manusia bagian dalam seperti otak. Sistem saraf merupakan sistem koordinasi (pengaturan tubuh) yang berupa penghantaran impul saraf ke susunan saraf pusat, pemprosesan impul saraf dan perintah untuk memberikan tanggapan rangsangan. Dengan sistem saraf, makhluk hidup mampu tanggap dengan sangat cepat terhadap perubahan-perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar. Hal tersebut dinamakan dengan iritabilitas yaitu kemampuan menanggapi sebuah rangsangan.

Sistem koordinasi pada sistem saraf manusia diperlukan 3 komponen agar fungsi yang dimiliki koordinasi dapat berlangsung. Komponen – komponen tersebut antara lain.
  • Reseptor merupakan alat penerima rangsangan (impuls). Organ indera adalah anggota tubuh yang bertindak sebagai reseptor
  • Penghantar impuls (konduktor) dapat dilakukan oleh saraf itu sendiri. Saraf tersusun dari berkas serabut penghubung. Di dalam saraf penghubung terdapat sel-sel khusus yang memiliki bentuk memanjang dan meluas yang disebut dengan neuron
  • Efektor merupakan bagian yang bertugas untuk menanggapi rangsangan yang telah di sampaikan oleh penghantar impuls. Otot dan kelenjar adalah efektor yang paling penting pada manusia.

A. Sel Saraf (Neuron)

Unit terkecil pada penyusun saraf yaitu sel saraf (neuron). Sel saraf merupakan sebuah sel yang memiliki fungsi sebagai penghantar impuls (rangsangan). Setiap satu sel saraf (neuron) terdiri dari bagian-bagian utama, yaitu.
  • Dendrit merupakan penjaluran yang pendek dan bercabang-cabang dari badan sel. Dendrit berfungsi untuk menerima dan penghantar rangsangan ke badan sel.
  • Badan Sel merupakan bagian yang paling besar dalam sel saraf. Badan sel berfungsi untuk menerima rangsangan dari dendrit dan meneruskannya ke akson. Di dalam badan sel terdapat inti sel dan sitoplasma.
  • Akson (Neurit) merupakan tonjolan sitoplasma yang panjang dari badan sel. Akson berfungsi untuk mengirim pesan ke neuron sekitarnya. Jumlah akson biasanya hanya satu dalam setiap neuron. Di dalam akson terdapat benang-benang halus yang disebut neurofibril. Neurofibril di bungkus oleh beberapa lapis selaput mielin yang mengandung lemak. Fungsinya yaitu untuk mempercepat jalannya rangsangan. Kemudian selaput mielin di bungkus oleh sel-sel sachwann yang membentuk jaringan yang berfungsi untuk menyediakan makanan untuk neurit dan membantu pembentukan neurit. Lapisan sebelah luar dari mielin adalah neurilemma yang bertugas untuk melindungi akson dari kerusakan. Ada satu bagian dari neurit yang tidak dibungkus oleh lapisan mielin yaitu nodus ranvier yang berfungsi untuk mempercepat transmisi impuls saraf. 
Sel saraf bergabung membentuk jaringan saraf. Antara ujung dendrit dan ujung akson yang bertugas untuk menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya. Berdasarkan fungsinya, sel saraf ada 3 macam yaitu:
  1. Sel saraf sensorik merupakan sel saraf yang membawa impuls dari indera (reseptor) ke pusat susunan saraf (otak dan sumsum tulang belakang)
  2. Sel saraf motorik merupakan sel saraf yang membawa impuls dari saraf pusat ke efektor
  3. Sel saraf penghubung (konektor) merupakan sel saraf yang membawa impuls dari neuron sensorik dan motorik.
Terdapat 3 hal penting yang berhubungan dengan jalur pesan yang dibawa oleh sel saraf, yaitu:
  1. Jalur yang membawa pesan dari otak menuju alat indera tidak sama dengan jalur yang membawa pesan dari alat indera menuju ke otak
  2. Neuron yang membentuk satu jalur panjang tidak bersentuhan satu sama lain. Terdapat celah yang sangat kecil di antara neuron yang disebut Sinaps
  3. Dendrit dari satu neuron selalu berhubungan dengan akson dari neuron lain.

B. Impuls

Impuls merupakan sebuah rangsangan yang telah diterima oleh reseptor dari lingkungan luar dan dibawa oleh neuron. Contoh rangsangan adalah perubahan dari dingin menjadi panas, berbagai macam aroma yang tercium oleh hidung, berbagai macam rasa (asam, manis, asin, pahit) pada makanan. Impuls yang diterima oleh reseptor dan disampaikan ke efektor akan menyebabkan terjadinya gerakan. Gerakan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu:

1. Gerak Sadar

Gerak sadar merupakan gerak yang terjadi karena disengaja atau disadari. Biasanya pada gerak sadar ini, gerakan tubuh dikoordinasi oleh otak. Untuk lebih jelasnya, lihatlah skema di bawah ini.

Skema Gerak Sadar
Skema Gerak Sadar
2. Gerak Refleks

Gerak refleks merupakan gerak yang tidak disengaja atau tidak disadari. Gerakan ini disampaikan dengan jalan singkat dan tidak melewati otak. Contohnya adalah terangkatnya kaki jika terinjak sesuatu, menutup hidung saat mencium bau yang busuk, menutup mata ketika ada benda asing yang masuk ke mata. Lihatlah skema gerak refleks dibawah ini agar lebih jelas.
Skema Gerak Refleks
Skema Gerak Refleks

C. Susunan Saraf Manusia

Di dalam tubuh manusia terdapat miliaran sel saraf yang membentuk sistem saraf. Secara skematis sistem saraf manusia dapat digambarkan dengan skema dibawah ini.
Skema Sistem Saraf Manusia
Skema Sistem Saraf Manusia











1) Sistem Saraf Pusat

Sistem saraf pusat berfungsi sebagai pemegang kendali dan pengaturan terhadap kerja jaringan saraf hingga ke sel saraf. Pada sistem saraf pusat terdapat jembatan varol yang tersusun atas serabut saraf yang dapat menghubungkan otak kecil bagian kiri dan kanan serta menghubungkan otak besar dengan sumsum tulang belakang. Sistem saraf pusat meliputi :

a) Otak

1. Otak Besar (Cerebrum)

Wujud otak besar yaitu kenyal, lunak, ada banyak lipatan serta berminyak. Otak besar manusia terletak didalam tulang tengkorak. Fungsi otak besar yaitu sebagai pusat kegiatan – kegiatan yang disadari seperti berpikir, mengingat, berbicara, melihat, mendengar, dan bergerak. Otak besar terdiri dari 2 belahan yaitu belahan otak kiri yang bertugas untuk melayani tubuh sebelah kanan sedangkan belahan otak kanan bertugas untuk melayani tubuh sebelah kiri. Otak besar terdiri dari 2 lapisan yaitu lapisan luar berwarna kelabu disebut korteks yang berisi badan-badan sel saraf, sedangkan lapisan dalam berwarna putih yang bersisi serabut-serabut saraf. Otak besar dikelilingi oleh cairan serebrospinal yang berfungsi untuk memberi makan otak dan melindungi otak dari guncangan. Otak besar pada laki-laki memiliki berat 1,6 kg sedangkan pada perempuan 1, 45 kg. jadi, otak laki-laki lebih berat karena memiliki ukuran yang lebih besar jika dibandingkan dengan otak perempuan.

2. Otak Kecil

Otak kecil terdapat di bagian belakang otak besar, tepatnya dibawah otak besar. Otak kecil juga terdiri  dari 2 lapisan yaitu lapisan luar berwarna kelabu dan lapisan dalam berwarna putih. otak kecil juga memiliki 2 belahan yaitu belahan kanan dan belahan  kiri yang dihubungkan oleh jembatan varol. Fungsi otak kecil adalah untuk mengatur keseimbangan tubuh dan mengkoordinasi kerja otot-otot ketika manusia bergerak.

3. Sumsum Lanjutan

Sumsum lanjutan terletak di persambungan antara otak dengan tulang belakang. Sumsum lanjutan memiliki fungsi sebagai pengatur suhu, kendali muntah, pengatur beberapa gerak refleks (batuk, bersin) serta pusat pernapasan. Sumsum lanjutan juga berperan untuk mengantarkan impuls yang dating menuju otak. Selain mempengaruhi gerak refleks, sumsum lanjutan juga mempengaruhi refleks fisiologis. Misalnya jantung, tekanan darah, respirasi, pencernaan dan sekresi kelenjar pencernaan.

b) Sumsum Tulang Belakang

Sumsum tulang belakang terletak memanjang di dalam rongga tulang belakang. Sumsum tulang belakang terdiri dari 2 lapis yaitu lapisan luar berwarna putih yang mengandung serabut saraf dan lapisan dalam berwarna kelabu yang mengandung badan saraf. Di dalam sumsum tulang belakang terdapat saraf sensorik, motorik dan saraf penghubung. Sumsum belakang memiliki fungsi sebagai penghantar impuls dari otak ke otak dan sebagai pusat pengatur gerak refleks.

2) Sistem Saraf Tepi

Susunan saraf tepi tersusun atas serabut-serabut saraf dari dan ke pusat susunan saraf. Susunan saraf tepi berupa 12 pasang serabut saraf dari otak dan 31 pasang serabut saraf dari sumsum tulang belakang.

Demikianlah artikel tentang sistem saraf pada manusia. Semoga artikel ini dapat membantu anda dalam mengerjakan tugas. Selamat membaca.


Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system