Friday, July 15, 2016

Ciri – Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup Serta Penggolongannya

Ciri – Ciri Dan Kebutuhan Makhluk Hidup Serta Penggolongannya

Ciri-ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta penggolongannya. Makhluk hidup yang hidup di dunia pasti memiliki ciri – ciri dan kebutuhan yang berbeda – beda. Dari makhluk hidup yang satu dengan yang lainnya pasti berbeda. Penggolongan makhluk hidup seperti hewan dan tumbuhan pasti berbeda. Ada yang dilihat berdasarkan tempat hidup, jenis makanannya dll untuk penggolongan hewan. Sedangkan dilihat berdasarkan bunga, biji, batang dll untuk penggolongan tumbuhan. Penggolongan tersebut akan memudahkan kita untuk membedakannya.

A. Ciri – ciri makhluk hidup

Semua makhluk hidup pasti memiliki ciri – ciri yang berbeda – beda. Ciri – ciri makhluk hidup yaitu sebagai berikut :

1. Makhluk hidup memerlukan makanan

Semua makhluk hidup pasti memerlukan makanan atau minuman baik itu manusia, hewan atau tumbuhan. Yang berguna sebagai sumber energi dan digunakan untuk bergerak dan tumbuh. Manusia membutuhkan makanan yang bersumber dari tumbuhan dan hewan. Hewan membutuhkan makanan yang bersumber dari tumbuhan dan hewan lain. Sedangkan tumbuhan membutuhkan makanan yang bersumber dari dalam tanah berupa air.

2. Makhluk hidup bergerak

Semua makhluk hidup akan dapat bergerak. Yang mempunyai tujuan untuk mendapatkan makanan dan menghindar dari serangan musuh. Tak semua makhluk hidup dapat bergerak berpindah tempat. Namun ada juga makhluk hidup yang bergerak tidak berpindah tempat. Contohnya tumbuhan.

3. Makhluk hidup bernapas

Ciri – ciri makhluk hidup selanjutnya yaitu bernapas. Karena dengan bernapas makhluk hidup akan dapat mempertahankan hidupnya. Bernapas yaitu proses menghirup udara yang mengandung oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida serta uap air.

4. Makhluk hidup tumbuh

Semua makhluk hidup akan mengalami pertumbuhan yang ditandai dengan pertambahan tinggi, besar dan berat. Misalnya manusia.

5. Makhluk hidup berkembang biak

Makhluk hidup akan terus berkembang biak artinya akan bertambah banyak. Tujuan berkembang biak yaitu untuk mempertahankan kelestarian jenisnya agar tetap ada dan tidak punah.


B. Kebutuhan makhluk hidup

Kebutuhan hidup makhluk hidup yaitu memerlukan air, makanan, udara dan tempat tinggal. Air berguna untuk melarutkan berbagai zat makanan agar mudah diserap oleh tubuh dan agar tidak mudah mengalami kekeringan. Makanan berguna untuk sumber energi yang sangat diperlukan oleh tubuh. Udara berguna untuk bernapas sehingga makhluk hidup dapat hidup. Tempat tinggal berguna untuk melangsungkan kehidupan didunia dan sebagai perlindungan.

C. Penggolongan makhluk hidup

1. Penggolongan hewan

a. Penggolongan hewan berdasarkan tempat hidup
  1. Hewan darat yaitu hewan yang tinggalnya di darat. Misalnya ayam, kucing dll.
  2. Hewan air yaitu hewan yang tinggalnya di air. Misalnya ikan
  3. Hewan amfibi yaitu hewan yang bisa hidup di darat dan di air. Misalnya katak.
b. Penggolongan hewan berdasarkan jenis makanan
  1. Hewan herbivora (pemakan tumbuhan). Misalnya sapi, kambing dll.
  2. Hewan karnivora (pemakan daging). Mislanya singa, buaya dll.
  3. Hewan pemakan segalanya. Mislanya ayam, bebek dll.
c. Penggolongan hewan berdasarkan penutup tubuhnya
  1. Berupa sisik, contohnya ular, ikan dll.
  2. Berupa bulu, contohnya ayam, bebek dll.
  3. Berupa rambut, contohnya kucing, kelinci dll.
  4. Berupa cangkang, contohnya siput
d. Penggolongan hewan berdasarkan cara berkembang biak
  1. Hewan ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur. Contohnya ayam, burung dll.
  2. Hewan vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan. Contohnya kucing.
  3. Hewan ovovivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara melahirkan dan bertelur. Contohnya jenis kadal.
e. Penggolongan hewan berdasarkan cara bernapas
  1. Dengan paru – paru, contohnya kucing, burung dll.
  2. Dengan insang, contohnya ikan.
  3. Dengan trakea, contohnya kupu – kupu.
  4. Dengan kulit, contohnya cacing.

2. Penggolongan tumbuhan

a. Penggolongan tumbuhan berdasarkan bunganya
  1. Tumbuhan berbunga. Misalnya melati, mawar dll.
  2. Tumbuhan tidak berbunga. Misalnya paku tanduk rusa.
b. Penggolongan hewan berdasarkan keeping biji
  1. Berkeping satu (monokotil). Misalnya padi, jagung dll.
  2. Berkeping dua (dikotil). Misalnya mangga, jambu dll.
c. Penggolongan tumbuhan berdasarkan batang
  1. Batang basah, lunak dan berair. Contohnya bayam, kangkung dll.
  2. Batang berkayu, berkambium, dapat bertambah besar. Contohnya tumbuhan dikotil.
  3. Batang rumput, beruas – ruas, berongga. Contohnya padi dan rumputan.
d. Penggolongan tumbuhan berdarkan bentuk tulang daun
  1. Menyirip, seperti sirip ikan. Misalnya daun mangga, rambutan dan jambu.
  2. Menjari, seperti susunan jari – jari tangan. Misalnya daun singkong, jarak dll.
  3. Sejajar, seperti garis – garis lurus yang sejajar. Misalnya daun padi dan jagung.
  4. Melengkung, seperti garis yang melengkung. Misalnya daun sirih.
e. Penggolongan tumbuhan berdasarkan akar
  1. Serabut, berbentuk seperti serabut. Misalnya akar tumbuhan jagun, padi dan tebu.
  2. Tunggang, memiliki akar pokok. Misalnya akar tumbuhan mangga, singkong dll.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang ciri – ciri dan kebutuhan makhluk hidup serta penggolongannya. Semoga bermanfaat bagi anda.

Sunday, July 3, 2016

Mengenal Macam – macam Pemantulan Dalam Berbagai Cermin

Mengenal Macam – macam Pemantulan Dalam Berbagai Cermin

Mengenal macam-macam pemantulan dalam berbagai cermin. Pada dasarnya, setiap benda dapat dan mampu memantulkan cahaya yang jatuh pada permukaan benda. Permukaan benda sendiri dapat berupa permukaan kasar dan permukaan halus. Cermin dan lensa merupakan contoh permukaan benda halus dan mengkilap yang dilapisi amalgam perak sehingga seluruh cahaya yang datang akan dipantulkan. Cermin dapat dibedakan menjadi tiga yaitu cermin datar, cermin cekung dan cermin cembung.

A. Pemantulan Pada Cermin Datar

Cermin Datar
Cermin Datar
Cermin datar merupakan sebuah cermin yang permukaannya datar sempurna dan licin (mengkilap). Ketika kita bercermin dengan menggunakan cermin datar maka hasilnya akan sama seperti bentuk kita atau sama seperti aslinya. Untuk melindungi agar cermin tidak mudah berkarat atau tergores, maka diatas alumunium dilapisi lapisan silikon monooksida atau magnesium flourida. Hal terpenting dalam melukis bayangan pada cermin datar yaitu : (a) sinar datang selalu berasal dari sisi depan cermin (sisi mengkilap), kemudian dipantulkan kembali ke sisi depan, (b) bayangan nyata dibentuk oleh perpotongan langsung sinar-sinar pantul (garis utuh), bayangan maya (tidak nyata) dibentuk oleh perpotongan perpanjangan sinar-sinar pantul.

Cermin datar memiliki sifat – sifat yang berbeda dengan cermin lainnya. Sifat-sifat bayangan tersebut antara lain :
  1. Bayangan maya, terletak di belakang cermin
  2. Ukuran bayangan = ukuran benda 
  3. Jarak bayangan ke cermin = jarak benda dari cermin 
  4. Bayangan tegak dan menghadap berlawanan arah terhadap benda
  5. Garis hubung titik teratas benda dengan titik bawah benda dengan titik bawah bayangan selalu tegak lurus bidang cermin. 

Ketika kita bercermin, maka tinggi kita dengan tinggi bayangan pada cermin selalu sama. Jarak kita pada cermin juga sama dengan jarak bayangan ke cermin. Hal tersebut dapat dikatakan perbesaran bayangan. Perbesaran bayangan pada cermin datar memiliki rumus sebagai berikut.
Keterangan :
M = Perbesaran bayangan
h’ = Tinggi bayangan
h  = Tinggi benda
s’ = Jarak bayangan ke cermin
             s  = Jarak benda ke cermin

B. Pemantulan Pada Cermin Cekung

Cermin cekung merupakan cermin dengan bagian depannya melengkung ke dalam. Contohnya ketika kita melihat cermin pada lengkungan dalam senter. Pada cermin cekung, permukaan yang memantulkan cahaya adalah permukaan bagian dalam. Cermin cekung bersifat konvergen yaitu mengumpulkan sinar.
Cermin Cekung
Cermin Cekung
Bagian-bagian cermin cekung antara lain :

  1. Titik pusat cermin (O)
  2. Titik pusat kelengkungan cermin (C)
  3. Titik fokus (F)
  4. Sumbu utama, yaitu garis normal yang melalui titik C dan O
  5. Jari-jari kelengkungan R (garis OC)
  6. Jarak fokus f (garis FO), f = ½ OC = ½ R

Untuk melukiskan pembentukan bayangan, kita hanya perlu melukiskan sinar-sinar istimewa yang melewati cermin cekung. Sinar-sinar istimewa tersebut antara lain :
  1. Sinar datang sejajar dengan sumbu utama akan dipantulkan melalui titik fokus.
  2. Sinar datang melalui titik fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
  3. Sinar datang melalui titik pusat kelengkungan akan dipantulkan melalui titik pusat.

Cermin cekung memiliki empat ruang, yaitu ruang I, II, III, dan IV. Pada ruang I –III berada di depan cermin, sedangkan ruang IV berada dibelakang cermin. Lukisan pembentukan bayangan cermin cekung antara lain :
  • Benda di ruang I, sifat bayangannya yaitu maya, tegak, dan diperbesar.
  • Benda di ruang II, sifat bayangannya yaitu nyata, terbalik dan diperbesar.
  • Benda di ruang III, sifat bayangannya yaitu nyata, terbalik dan diperkecil.
  • Benda di pusat kelengkungan cermin , sifat bayangannya yaitu nyata, terbalik dan sama besar.

Rumus untuk menghitung bayangan benda yaitu :
Rumus Cermin Cekung
       Keterangan :
s = Jarak benda
s’ = Jarak bayangan
f = Panjang fokus
R = Jari-jari cermin

C. Pemantulan Pada Cermin Cembung

Cermin Cembung
Cermin Cembung
Cermin cembung merupakan cermin yang sisi depannya melengkung ke luar. Contohnya spion mobil atau montor. Pada cermin cembung, permukaan yang memantulkan cahaya adalah permukaan luar yang cembung. Berkas cahaya yang datang pada cermin cembung akan disebarkan. Cermin cembung memiliki sifat maya, diperkecil dan tegak.




Cermin cembung memiliki sifat-sifat pemantulan, yaitu sebagai berikut :
  1. Sinar yang menuju ke pusat kelengkungan (C) dipantulkan seakan-akan dari C.
  2. Sinar yang menuju ke fokus (F) dipantulkan sejajar sumbu utama.
  3. Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah datang dari focus (F).

Persamaan bayangan pada cermin cembung hampir sama dengan cermin cekung. Tetapi pada cermin cembung fokus terletak di belakang cermin sehingga jarak fokusnya bernilai negatif. Rumus cermin cembung yaitu sebagai berikut.
Rumus Cermin Cembung
                Keterangan :
s = Jarak benda
s’ = Jarak bayangan
f = Panjang fokus
R = Jari-jari cermin

Demikianlah pembahasan tentang macam-macam pemantulan dalam berbagai cermin. Semoga dapat menambah wawasan bagi semua orang.

Mengenal Pemantulan Cahaya Secara Singkat Pada Fisika

Mengenal Pemantulan Cahaya Secara Singkat Pada Fisika


Mengenal pemantulan cahaya secara singkat pada fisika. Istilah cahaya tidak asing lagi di  telinga kita. Karena banyak cahaya yang datang dalam kehidupan makhluk hidup. Cahaya matahari merupakan salah satu cahaya yang banyak dimanfaatkan oleh makhluk hidup. Cahaya adalah gelombang elektromagnetik yang merambat dengan arah perambatannya lurus dan memiliki kecepatan tertentu. Cahaya dapat terlihat oleh kasat mata dengan panjang gelombang 380-750 nm. Jika benda yang kita lihat adalah sumber cahaya, seperti api, mataharai, lampu, dll maka cahaya tersebut berasal dari benda tersebut. Tetapi jika yang kita lihat bukan sumber cahaya seperti meja, kursi, tembok, dll maka cahaya yang terlihat oleh mata kita merupakan cahaya pantulan. Cahaya yang biasa kita lihat merupakan kelompok-kelompok sinar cahaya atau sering disebut berkas cahaya dan selanjutnya akan disebut sinar. Berkas cahaya sendiri dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu :

1. Berkas cahaya sejajar, yaitu berkas cahaya yang arah cahayanya sejajar satu sama lain.
Berkas Cahaya Sejajar

2. Berkas cahaya mengumpul (konvergen), yaitu berkas cahaya yang menuju ke satu titik tertentu.

Berkas Cahaya Mengumpul

3. Berkas cahaya menyebar (divergern), yaitu berkas cahaya yang berasal dari satu titik kemudian     
    menyebar ke segala arah. 
Berkas Cahaya Menyebar


Sifat-Sifat Cahaya

Semua benda yang ada di lingkungan sekitar ada yang mampu memancarkan cahaya sendiri dan ada juga yang tidak mampu memancarkan cahaya sendiri harus dengan bantuan cahaya pantulan. Benda-benda yang mampu memancarkan cahaya sendiri disebut sumber cahaya, sedangkan benda-benda yang tidak mampu memancarkan cahaya sendiri disebut benda gelap. Oleh karena itu, cahaya memiliki sifat-sifat umum, antara lain :
  1. Cahaya dapat merambat lurus. Cahaya merambat lurus tanpa medium dan mampu melewati ruang hampa serta memiliki kecepatan 300000000 nm. Contohnya cahaya  matahari, cahaya bulan, cahaya lilin, dll. Oleh karena itu sifat cahaya yang ini banyak manusia yang memanfaatkannya untuk kehidupan sehari-hari. Misalnya cahaya matahari digunakan untuk mengeringkan pakaian, cahaya lilin digunakan untuk menerangi ruang yang gelap. 
  2. Cahaya dapat dipantulkan. Jika sebuah benda yang terkena cahaya, maka cahaya tersebut akan dipantulkan. Dalam pemantulan cahaya dapat dibagi menjadi dua yaitu pemantulan baur dan pemantulan teratur. Pemantulan baur yaitu cahaya yang mengenai permukaan tidak rata, sedangkan pemantulan teratur yaitu cahaya yang mengenai permukaan rata.
  3. Cahaya dapat menembus benda bening. Pada dasarnya cahaya dapat menembus benda gelap dan benda bening. Contohnya kaca, tetapi bukan cermin.
  4. Cahaya dapat dibiaskan. Cahaya dapat dibiaskan adalah peristiwa pembelokan cahaya setelah melewati media rambat yang berbeda atau melewati dua zat. 
  5. Cahaya dapat diuraikan. Penguraian cahaya putih menjadi banyak cahaya berwarna disebut dispersi. Cahaya matahari diuraikan oleh titik titik air awan sehingga terbentuk warna pelangi.

Hukum Pemantulan Cahaya

Pemantulan cahaya oleh permukaan suatu benda itu bergantung pada keadaan permukaan benda tersebut. Nah, berdasarkan keadaan permukaannya, pemantulan cahaya dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

Pemantulan Teratur1. Pemantulan Teratur, merupakan pemantulan cahaya yang terjadi pada permukaan halus (rata). Sinar        sejajar mengenai bidang pantul, sehingga akan dipantulkan sebagai berkas sinar sejajar. Pemantulan teratur ini akan menyejukkan mata kita. Contohnya cermin dan lensa. 


Pemantulan tidak teratur2. Pemantulan tidak teratur (baur/diffus),  merupakan pemantulan cahaya yang terjadi pada permukaan kasar (tidak rata). Sinar dating sejajar akan dipantulkan dengan sudut pantul yang berbeda-beda. Pemantulan tidak teratur ini akan menyilaukan mata kita. contohnya dinding dan kayu. Pemantulan baur memiliki keuntungan yaitu : (1) tempat yang tidak terkena sinar cahaya secara langsung masih dapat terlihat terang, (2) berkas cahaya yang dipantulkan tidak menyilaukan.


Seberkas sinar cahaya didatangkan menuju sebuah cermin datar. Jika titik datang di cermin dan titik pantul di cermin kita tarik garis bantu tegak lurus bidang pantul, maka garis tersebut adalah garis normal. Dari percobaan tersebut, maka berlaku hukum pemantulan yaitu :
  1. Sinar datang, sinar pantul dan garis normal berpotongan pada satu titik dan terletak pada satu bidang datar.
  2. Sudut datang sama dengan sudut pantul.
  • Sudut datang (i) : sudut antara sinar datang dengan garis normal
  • Sudut pantul (r) : sudut antara sinar pantul dengan garis normal.

Sinar Datang dan Sinar Pantul


Demikianlah penjelasan artikel tentang pemantulan cahaya. Semoga menambah wawasan ilmu bagi semua orang.

Macam- macam Gejala Alam Yang Terjadi di Indonesia Dan Cara Menghadapinya

Macam-macam Gejala Alam Yang Terjadi di Indonesia Dan Cara Menghadapinya

Macam-macam gejala alam dan cara menghadapinya. Kehidupan manusia di bumi pasti tidak lepas dengan alam. Dimana berbagai kebutuhan manusia telah tersedia di alam. Dan di alam juga banyak manfaat bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus menjaga dan melestarikan alam kita. Agar tetap ada dan tidak rusak. Jika alam rusak manusia akan kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya. Di alam sering terjadi gejala alam. Gejala alam merupakan peristiwa alam yang terjadi di karenakan oleh faktor alam itu sendiri. Gejala alam ini akan merugikan manusia yang disebut bencana alam. Gejala alam ini datangnya tidak dapat diperkirakan. Gejala alam tidak hanya disebabkan oleh alam itu sendiri namun bisa disebabkan karena ulah manusia.

A. Macam – macam gejala alam

Ada banyak macam – macam gejala alam di Indonesia. Diantaranya yaitu sebagai berikut :


1. Gempa bumi


Gempa bumi adalah getaran yang terjadi pada lapisan kerak bumi dikarenakan adanya tenaga dari dalam bumi. Kekuatan gempa dapat diukur dengan seismograf. Seismograf yaitu alat pencatat kekuatan gempa. Besar kecilnya ukuran gempa dapat menggunakan skala Richter. Gempa bumi ini dapat menimbulkan gelombang pasang air laut menjadi sangat besar. Namun tidak semua akan menimbulkan hal seperti itu. Gelombang pasang air laut disebabkan karena adanya gempa didasar laut yang sering di sebut dengan tsunami.



2. Gunung meletus



Gunung meletus yaitu aktivitas gunung api mengeluarkan material yang berasal dari dalam perut bumi ke permukaan bumi. Gunung yang meletus akan mengeluarkan magma dari dalam bumi. Magma adalah cairan panas yang berasal dari dalam bumi. Gunung yang bisa meletus yaitu gunung yang masih aktif. Meletusnya gunung api ini akan sangat berbahaya. Magma yang keluar akan menimbulkan kerusakan dan keselamatan makhluk hidup. Namun setelah gunung meletus tanah daerah pegunungan akan cocok untuk pertanian. Karena setelah terjadi gunung meletus akan turun hujan, abu dan lahar yang keluar akan menyuburkan tanah.


3. Banjir


Banjir yaitu genangan air yang sangat deras dan tingginya melebihi tingkat normal. Banjir bisa disebabkan karena faktor alam dan juga bisa karena perilaku manusia. Banjir yang sangat membahayakan makhluk hidup yaitu banjir bandang. Karena banjir bandang terjadi secara tiba – tiba dan bisa menghayutkan. Penyebabkan banjir yaitu curah hujan yang tinggi sedangkan keadaan alam yang rusak.



4. Angin topan



Angin topan yaitu pusaran angin yang sangat kencang dengan kecepatan yang tinggi. Angin ini terjadi karena adanya perbedaan tekanan udara antara 2 daerah yang saling berdekatan. Angin ini biasanya terjadi pada pergantian musim. Angin topan yang berhembus dengan kecepatan tinggi akan mengakibatkan kerusakan pada lingkungan.


B. Cara menghadapi gejala alam

Agar tidak menimbulkan banyak korban akibat bencana – bencana alam. Maka perlu antisipasi dalam menghadapinya. Cara – cara mengahadapi gejala alam yaitu sebagai berikut :
  1. Cara menghadapi gempa bumi yaitu mencari tempat yang lebih tinggi bagi yang tinggal di daerah pantai agar terhindar dari tsunami, mencari tanah yang terbuka dan berlindung di tempat – tempat yang aman.
  2. Cara menghadapi tsunami yaitu mencari tempat perlindungan yang lebih tinggi seperti bukit atau yang lainnya.
  3. Cara menghadapi tanah longsor yaitu dengan cara reboisasi, penanaman pohon dan mencegah penebangan secara liar.
  4. Cara mencegah banjir yaitu membuat bendungan didaerah yang sering terjadi banjir dan membersihkan sampah di saluran air.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang gejala alam yang terjadi di Indonesia dan cara mencegahnya. Semoga bermanfaat bagi anda.

Saturday, July 2, 2016

Mengenal Macam-Macam Alat Ukur Dalam Fisika

Mengenal Macam-Macam Alat Ukur Dalam Fisika

Mengenal macam-macam alat ukur dalam fisika. Dalam melakukan praktik pada kegiatan fisika tidak terlepas yang namanya pegukuran. Karena fisika identik dengan banyak angka dan rumus-rumus sehingga perlu pengukuran. Dalam menentukan ukuran pada sebuah benda tidak boleh menentukan dengan perasaan saja karena hal tersebut akan menghasilkan nilai yang tidak valid. Pengukuran harus dengan bukti yang kuat dan disertai dengan angka agar mendapatkan nilai yang valid. Setiap benda memiliki alat ukur yang berbeda-beda. Ada yang menggunakan mistar, neraca bahkan termometer. Masing-masing alat ukur memiliki kegunaan yang berbeda pula antara yang satu dengan yang lainnya.

A. Alat Ukur Panjang

Untuk mengukur panjang suatu benda, dibutuhkan alat ukur yang berbeda-beda. Setidaknya ada tiga alat ukur yang harus digunakan yaitu mistar, jangka sorong dan mikrometer sekrup. Satuan panjang dalam S.I adalah meter (m). Dalam menggunakannya perlu disesuaikan dengan tingkat ketelitian yang diinginkan. Sehingga dalam kesalahan yang terjadi akan kecil.

1. Mistar/Penggaris


Penggaris merupakan alat ukur yang paling sering digunakan dalam mengukur sebuah panjang suatu benda. Pada umumnya, penggaris memiliki centimeter (cm) dan millimeter (mm). Penggaris mempunyai batas ketelitian 1 mm. sehingga ketelitian atau ketidakpastian penggaris adalah : ½ X 1 mm = 0,5 mm atau 0,05 cm.

Ketika mengukur panjang dengan menggunakan penggaris, posisi mata harus berada pada tempat yang tepat yaitu terletak pada garis yang tegak lurus dengan penggaris agar tidak terjadi kesalahan paralaks yaitu kesalahan dalam membaca karena tidak tegak lurus dengan benda yang sedang di ukur.

2. Jangka sorong
Jangka Sorong
Jangka Sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur suatu benda dengan panjang maksimal 10 cm, diameter dan kedalaman tabung mempunyai batas ketelitian 0,1 mm. Jangka sorong memiliki dua bagian penting yaitu rahang tetap dan rahang geser. Rahang tetap memiliki skala panjang atau disebut skala utama. Dengan memiliki skala terkecil 1 mm. sedangkan rahang geser memiliki skala pendek atau disebut skala nonius/vernier. Pada skala nonius, memiliki skala terkecil 0,05 mm atau 0,005 cm.


3. Mikrometer sekrup


Mikrometer sekrup digunakan untuk mengukur sebuah benda dengan panjang maksimal 2,5 cm dan mempunyai batas ketelitian sebesar 0,01 mm. Sama halnya dengan jangka sorong, mikrometer sekrup juga terdiri dari skala utama dan skala nonius. Pada mikrometer skrup skala nonius dapat berputar sehingga sering disebut skala putar. Skala ini terdiri dari angka 0 sampai 50.


B. Alat Ukur Massa

Massa benda digunakan untuk mengetahui banyaknya zat yang terkandung dalam suatu benda. Dalam satuan S.I massa benda adalah kilogram (kg). Alat pengukur massa benda adalah neraca atau sering kita sebut timbangan. Neraca sangat beragam jenisnya, antara lain :

1. Neraca Sama Lengan
Neraca Sama Lengan
Neraca Sama Lengan

Neraca sama lengan digunakan untuk menimbang emas. Neraca jenis ini mempunyai dua piringan. Piringan yang satu sebagai tempat beban, sedangkan piringan yang satunya lagi sebagai tempat anak timbangan. Neraca sama lengan mempunyai batas ketelitian 0,001 g. Dalam keadaan yang seimbang berat beban sama dengan berat anak timbangan.


2. Neraca O Hauss

Neraca O Hauss
Neraca O Hauss

Neraca O hauss sering disebut neraca tiga lengan. Neraca jenis ini terdiri dari tiga lengan yaitu lengan pertama berskala ratusan gram, lengan kedua berskala puluhan gram dan lengan ketiga berskala satuan gram. Neraca O hauss mempunyai batas ketelitian 0,01 g.




3. Neraca Pegas


Neraca pegas sering disebut dinamometer. Fungsinya yaitu untuk mengukur massa dan berat benda. Neraca ini memiliki dua skala, yaitu skala N (newton) yang digunakan untuk mengukur berat benda dan skala g (gram) yang digunakan untuk mengukur massa benda. Cara kerja neraca pegas yaitu harus ditentukan pada posisi angka 0 terlebih dahulu dengan memutar sekrup yang ada di atasnya. Kemudian gantungkan benda pada pengaitnya.


4. Neraca Hidrolik


Neraca hidrolik digunakan untuk mengukur massa benda yang cukup besar. Contohnya truk, kontainer, dll. Prinsip yang dimiliki neraca hidrolik yaitu memanfaatkan hukum hiodrostatika. Jika suatu benda diletakkan diatas neraca, maka piston akan menekan cairan yang besarnya sama dengan tekanan atmosfir ditambah tekanan yang diberikan oleh berat benda.


C. Alat Ukur Waktu

Alat mengukur waktu sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, bahkan kita memakainya. Satuan waktu dalam S.I adalah sekon atau detik. Nah, untuk mengukur waktu kita gunakan dua alat, yaitu :

1. Jam


Jam merupakan alat penunjuk waktu yang paling sering kita gunakan. Jam memiliki dua jenis yaitu jam mekanis yang digerakkan oleh gerigi mekanis dan jam digital berdasarkan banyaknya getaran yang dilakukan oleh sebuah kristal kuarsa. Kelemahan kedua jenis jam tersebut yaitu selalu bergerak dan sulit dibaca dengan teliti. Sehingga ketelitian yang dimiliki jam yaitu 1 sekon.


2. Stopwatch


Stopwatch dapat mengukur hingga selang waktu 0,01 sekon. Sehingga stopwatch memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi dibandingkan dengan jam. Ada dua jenis stopwatch yaitu stopwatch digital memiliki nilai ketidakpastian 0,01 sekon dan stopwatch analog memiliki nilai ketidakpastian pada skala 0,1 sekon.


Demikianlah artikel tentang mengenal macam-macam alat ukur yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-sehari. Selamat membaca, semoga bermanfaat bagi semua orang.

Materi Singkat Tentang Energi Listrik dan Daya Listrik

Materi Singkat Tentang Energi Listrik dan Daya Listrik

Materi singkat tentang energi listrik dan daya listrik. Jika kita perhatikan, banyak alat-alat rumah tangga yang menggunakan listrik. Contohnya setrika listrik yang memiliki energi listrik kemudian diubah menjadi energi panas. Kipas angin yang semula memiliki energi listrik diubah menjadi energi gerak. Pada dasarnya energi listrik dan daya listrik saling berhubungan. Sebuah tegangan listrik pada sebuah rumah memerlukan besaran daya.

Energi Listrik

Energi listrik merupakan sebuah energi yang disebabkan oleh mengalirnya muatan listrik dalam suatu rangkaian tertutup. Intinya energi listrik dapat diubah menjadi berbagai energi lain. Di atas sudah dijelaskan bahwa energi listrik dapat diubah menjadi energi panas, energi gerak, dll. Energi diperlukan untuk memindahkan sebuah benda. Sehingga energi memiliki peran yang sangat penting terhadap sebuah benda. Rumus besar energi dapat dilihat dibawah ini.
Rumus Besar Energi
Rumus Energi
Menggunakan energi listrik dalam kehidupan sehari-hari memiliki keuntungan. Keuntungan-keuntungan tersebut antara lain :
  • Energi listrik dapat diubah menjadi bentuk energi lain
  • Energi listrik mudah ditransmisikan dari satu tempat ke tempat lain
  • Polusi atau pencemaran lingkungan berpotensi kecil, jika dibandingkan dengan energi yang lain
Walaupun energi listrik memiliki banyak keuntungan kita tidak boleh menggunakan secara boros atau berlebihan karena listrik berasal dari bahan bakar fosil (minyak bumi, gas, dan batubara) yang lama kelamaan akan habis juga. Oleh karena itu, kita harus menggunakannya dengan hemat. Ada beberapa tindakan atau kegiatan yang dapat menghemat energi listrik, antara lain :
  1. Matikan lampu listrik ketika tidak digunakan
  2. Menyesuaikan daya listrik dengan pemanfaatan cahaya
  3. Meminimumkan daya listrik yang digunakan
  4. Gunakanlah alat-alat yang bermutu tinggi
  5. Pilihlah lampu yang memiliki daya rendah, tetapi memiliki tingkat kecerahan sesuai dengan kebutuhan
  6. Memelihara peralatan alat-alat listrik sehingga lebih awet.

Daya Listrik

Daya yaitu usaha dibagi waktu yang diperlukan untuk melakukan usaha itu, atau bisa juga energi yang ditimbulkan dibagi oleh waktu yang digunakan. Daya listrik merupakan energi listrik tiap detik.

Rumus Daya
Rumus Daya
Daya dapat dinyatakan dengan lambang P. Dalam S.I satuan daya (P) adalah joule/sekon.
Satuan lain yaitu Kilo Watt (KW), Mega Watt (MW).
Selain watt, satuan daya listrik sering dinyatakan dalam daya kuda (PK).
1 PK = 75 kg m/s
         = 75 g joule/det
         = 750 watt





Dalam kehidupan sehari-hari, kita menggunakan satuan kilowatt jam (kWh) untuk tenaga listrik di rumah-rumah. 1 kWh dapat diartikan besarnya daya listrik yang dipakai (dalam ribuan watt) selama 1 jam. Sehingga :

kWh ini yang menjadi patokan dasar dalam penetapan tarif listrik yang harus dibayar. Alat yang digunakan untuk menghitung besar energi yang dipakai adalah kWh-meter atau sering kita sebut meteran listrik. Setiap rumah pasti mempunyai meteran listrik.
Contoh Soal
1.Kuat arus listrik sebesar 0,5 A mengalir melalui penghantar yang berhambatan 20 ohm selama 5 menit. Berapakah daya listrik pada penghantar selama 5 menit?
Penyelesaian :
Diketahui : I = 0,5 A
      R = 20 ohm
       t = 5 menit = 300 detik
Ditanya : P ….?
Dijawab :
P  = I2 . R
    = (0,5)2 . 20
    = 0,25 . 20
P  = 5 watt

2. Sebuah pemanas air menarik arus 10 A pada tegangan 220 V. Pemanas air tersebut bekerja selama 1 jam setiap hari. Jika tariff untuk 1 kWh adalah Rp. 350,00 tentukan :
a. Daya listrik yang dipakai pemanas air setiap hari !
b. Energi listrik yang digunakan dalam 30 hari (1 bulan) !
c. Biaya pemakaian pemanas air setiap bulan !
Penyelesaian :
Diketahui : I = 10 A
        V = 220
        t   = 1 jam
Ditanya : a. P…?
      b. E …?
      c. biaya setiap bulan
Dijawab :
a. P  = I . V
        = 10 . 220
        = 2. 200 W
    P  = 2,2 kW
Jadi, pemanas air menggunakan daya listrik sebesar 2,2 kW.

b.W = P . t
        = 2,2 x (1 jam x 30 hari)
   W = 66 kWh
Jadi, energi listrik yang digunakan dalam satu bulan sebesar 66 kWh.

c. Biaya = W x tariff
             = 66 X Rp. 350,00
             = Rp. 23.100,00
Jadi, biaya yang harus dibayarkan setiap bulan sebesar Rp. 23.100,00

Semoga artikel ini bermanfaat bagi semua orang..

Menghargai Suatu Keputusan Dan Bentuk – bentuk Keputusan Bersama

Menghargai Suatu Keputusan Dan Bentuk – bentuk Keputusan Bersama

Menghargai suatu keputusan dan bentuk-bentuk keputusan bersama. Menghargai keputusan merupakan hal yang terpenting dalam berdiskusi. Karena dengan menghargai keputusan berarti kita menghargai orang yang mengeluarkan pendapat atau pikirannya. Keputusan bersama merupakan keputusan yang melibatkan semua orang yang termasuk anggota dan memiliki kepentingan. Keputusan bersama dilakukan karena dalam suatu organisasi terdapat banyak orang. Didalam musyawarah kita harus saling menjaga kebersamaan dan menghargai keputusan orang lain, sehingga akan tercipta hal – hal yang diinginkan.

A. Keputusan

Keputusan merupakan sesuatu hal yang diputuskan atau diambil seseorang untuk dilakukannya. Putusan ini harus sudah ditetapkan berdasarkan pemikian dan penelitian yang matang. Keputusan yang diambil harus bermanfaat bagi suatu kelompok. Dalam mengambil keputusan harus mengutamakan kepentingan umum daripada kepentingan yang bersifat pribadi.


1. Keputusan pribadi (Individu)



Keputusan pribadi yaitu suatu keputusan yang diambil seseorang dimana sifatnya pribadi dan hanya untuk diri sendiri. Jika kita mengambil keputusan secara pribadi biasanya ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan. Misalnya, ketika kita hendak membeli sesuatu pasti kita mempertimbangkannya terlebih dahulu. Keputusan pribadi ini biasanya menyangkup kegiatan kita sehari – hari dan tentunya akan di ulang – ulang sepanjang hari. Keputusan ini merupakan hak seorang individu dan tentunya setiap individu berbeda – beda. Jika kita mnegambil keputusan hendaknya mempertimbangkannya secara matang – matang agar tidak menyesal di kemudian hari. Keputusan yang kita tetapkan akan menjadi tanggung jawab kita. oleh karena itu, berani mengambil keputusan berarti harus berani menanggung akibatnya diakhir.


2. Keputusan bersama


Keputusan bersama yaitu suatu keputusan yang diambil berdasarkan kesepakan bersama. Sifat keputusan bersama ini mengikat dan tidak dapat diganggu gugat. Keputusan bersama ini diambil untuk memutuskan sesuatu yang berguna bagi kepentingan orang banyak. Dan merupakan hasil dari musyawarah yang telah dipertimbangkan. Keputusan bersama itu lebih sulit dibandingkan dengan keputusan pribadi. Karena keputusan bersama itu banyak orang yang berpendapat sehingga akan menghasilkan suatu pendapat yang berbeda. Oleh karena itu, dalam mengambil keputusan bersama harus menghargai pendapat orang lain dan mengutamakan kepentigan bersama daripada kepentingan pribadi serta harus melaksanakan keputusan yang diambil dengan penuh tanggung jawab.


B. Bentuk – bentuk keputusan bersama

Dalam mengambil keputusan bersama ada beberapa hal yang harus dilakukan. Agar suatu keputusan diterima oleh anggota musyawarah. Yaitu bisa dengan melakukan voting ( suara terbanyak ) atau dengan yang lainnya. Bentuk – bentuk keputusan bersama yaitu sebagai berikut :

1. Keputusan mutlak para pemimpin


Keputusan mutlak para pemimpin yaitu cara yang dilakukan masyarakat untuk membuat keputusan yang masih tradisional. Karena masyarakat tradisional sangat menghormati orang yang dituakan atau sesepuh di suatu daerahnya dan mereka menganggap bahwa itu merupakan keputusan yang paling tepat. Seiring berjalannya waktu keputusan mutlak para pemimpin sudah mulai ditinggalkan.



2. Keputusan musyawarah mufakat



Musyawarah merupakan sesuatu hal yang membicarakan suatu persoalan guna menyelesaikan masalah agar mencapai suatu keputusan bersama. Sedangkan mufakat merupakan hasil dari keputusan bersama. Jadi musyawarah mufakat adalah proses membicarakan suatu persoalan yang dimana dilakukan secara bersamaan guna menyelesaikan masalah agar mencapai kesepakatan bersama. Musyawarah mufakat dilakukan dengan mendengarkan pendapat – pendapat yang berbeda – beda kemudian ditampung. Pendapat yang tepat akan disepakati bersama. Jika ingin musyawarah mufakat berjalan dengan baik maka harus memperhatikan prinsip – prinsip yaitu dalam menyampaikan pendapat dilakukan dengan santun dan menghargai pendapat lain.


3. Keputusan suara terbnayak (voting)


Keputusan yang ketiga yaitu dengan melakukan voting. Voting yaitu penentuan keputusan yang dilihat berdasarkan suara terbanyak. Voting dilakukan jika dengan musyawarah mufakat belum bisa diputuskan maka voting merupakan jalan terakhirnya. Voting dilakukan dengan jalur pemungutan suara terbanyak. Dalam melakukan voting satu orang harus satu suara.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang menghargai keputusan dan bentuk – bentuk keputusan bersama. Semoga bermanfaat bagi anda.

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system