Wednesday, October 12, 2016

Mengenal Macam – Macam Pembagian Laut di Dunia

Mengenal Macam – Macam Pembagian Laut di Dunia


Mengenal macam-macam pembagian laut di dunia. Sebagian besar bumi ini berupa air atau laut. Sehingga semua negara di dunia ini memiliki beberapa laut. Laut merupakan bagian dari permukaan bumi yang tertutup oleh air serta mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Laut termasuk sumber kekayaan alam yang sangat melimpah, oleh karena itu sebuah laut harus kita jaga dan lestarikan. Banyak yang dapat kita manfaatkan dari laut seperti mengambil ikannya atau biota lain, sebagai tempat transportasi, sebagai sumber tenaga listrik, sebagai sumber minyak bumi dan masih banyak lagi. Memanfaatkan laut dapat meningkatkan perekonomian penduduk di sekitar laut untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari. Sebenarnya laut di dunia dapat digolongkan menjadi beberapa kategori. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam pembagian laut simaklah artikel di bawah ini.

Pembagian Laut

Pembagian wilayah laut sering disebut dengan zona laut. Zona laut sendiri bukanlah sebuah zona yang sangat sederhana melainkan sangat sulit. Zona laut ini dapat dibagi menjadi beberapa kategori tertentu. Berdasarkan setiap kategori tersebut, maka zona laut dapat dibagi lagi menjadi beberapa macam antara lain :

a. Menurut Letaknya

Menurut letaknya, laut dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut :

1. Laut Pedalaman

Laut pedalaman merupakan laut yang terletak di tengah-tengah benua atau bisa juga dengan laut yang dikelilingi oleh daratan. Biasanya, laut pedalaman ini tidak mengalami pasang surut seperti laut-laut pada umumnya. Laut pedalaman juga tidak bisa dipengaruhi oleh kekuatan arus di Samudera. Air pada laut pedalaman ini lebih asin jika dibandingkan dengan air pada laut lepas. Hal tersebut dikarenakan kadar garam pada laut pedalaman jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan laut lainnya. Contoh laut pedalaman adalah Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Kaspia dan Laut Mati.

2. Laut Tepi

Laut tepi merupakan laut yang terletak di tepi benua dan seolah-olah terpisah dari Samudera luas karena terhalang oleh gugusan pulau. Arus pada laut tepi ini dipengaruhi oleh arus Samudera. Contoh laut tepi adalah Laut Bering, Laut Cina Selatan, Laut Arab dan Laut Jepang.

3. Laut Pertengahan

Laut pertengahan merupakan laut yang terletak di antara dua benua. Telah kita ketahui bahwa bumi ini terdiri atas 7 benua sehingga kita dapat menjumpai banyak laut pertengahan. Contoh laut pertengahan adalah Laut Tengah, Laut Karibia, Laut Merah dan laut-laut yang ada di Indonesia.

b. Menurut Terjadinya

Menurut terjadinya, laut dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut :

1. Laut Transgresi

Laut transgresi merupakan laut yang dapat terjadi karena suatu daratan rendah yang digenangi oleh air laut atau dapat juga disebut dengan laut genangan. Contoh laut transgresi adalah Laut Jawa, Laut Cina Selatan, Laut Arafuru, Laut Kawa dan Laut Timor dan Selat Sunda.

2. Laut Ingresi

Laut ingresi merupakan lautan yang dapat terjadi karena adanya tanah yang bergerak semakin menurun ke dasar laut dan menjadikan wilayah tersebut tergenang oleh air. Umumnya penurunan tanah secara terus menerus dapat membentuk palung laut bahkan lubuk laut. Contoh laut ingresi adalah Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Flores dan Laut Banda.

3. Laut Regresi

Laut regresi merupakan laut yang keadaan airnya turun akibat naiknya daratan atau sendimental. Laut jenis ini juga dapat terjadi karena penurunan permukaan laut sedangkan daratannya tetap. Contoh laut regresi adalah Dangkalan Sunda, Dangkalan Sahul, dan Selat Makasar.

c. Menurut Kedalamannya

Menurut kedalamannya, laut dapat dibedakan menjadi empat zona yaitu sebagai berikut :

1. Zona Litoral (Zona Laut Pasang-Surut)

Zona litoral merupakan daerah yang terletak diantara garis air pasang dan garis air surut. Dapat dikatakan bahwa zona litoral ini termasuk wilayah yang paling jarang terkena air. Jika laut sedang pasang maka zona ini akan terlihat seperti lautan pada umumnya, tetapi jika laut sedang surut maka wilayah ini akan terlihat seperti daratan. Oleh karena itu zona litoral ini dapat disebut dengan zona pesisir pantai yang terdiri atas pasir pantai dan pecahan rumah-rumah karang. Pada wilayah atau zona ini dapat ditemukan binatang laut yang dapat kita konsumsi seperti kerang dan kepiting.

2. Zona Neuritis (Zona Laut Dangkal)

Zona neuritis merupakan zona yang mempunyai kedalaman sekitar 0 - 200 meter. Zona jenis ini umumnya terletak pada landas benua. Landas benua merupakan kelandaian benua yang menjorok ke laut. Pada zona ini dapat ditemukan berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya yang sering ditangkap oleh para nelayan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan zona ini banyak dihuni oleh berbagai macam ikan, antara lain :
  • Perairannya banyak mengandung oksigen
  • Ditemukan banyak plankton yang mengapung di permukaan air
  • Cukup mendapatkan penyinaran matahari
3. Zona Batial (Zona Laut Dalam)

Zona batial merupakan zona yang mempunyai kedalaman antara 200 – 1.000 meter. Biasanya pada zona batial ini, sinar mataharinya sudah tidak dapat menembus kedalaman air. Pada zona ini masih terdapat banyak jenis ikan dan biota laut lainnya tetapi sudah jarang ditemukan tanaman-tanaman laut.

4. Zona Abisal (Zona Laut Sangat Dalam)

Zona abisal merupakan zona yang mempunyai kedalaman lebih dari 1000 meter. Zona abisal sering disebut dengan zona laut sangat dalam. Zona abisal memiliki karakteristik atau ciri-ciri yang khusus antara lain :
  • Mempunyai tekanan air yang sangat tinggi
  • Mempunyai suhu yang sangat rendah
  • Hanya dihuni oleh sedikit jenis ikan dan biota laut lainnya
  • Tidak ditemukan tanaman-tanaman laut
  • Binatang laut yang mampu hidup di zona abisal ini merupakan binatang laut yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang sangat ekstrim

Demikianlah artikel tentang mengenal macam-macam pembagian laut di dunia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Tuesday, October 11, 2016

6 Manfaat Perairan Laut dan Cara Menjaga Kelestariannya

6 Manfaat Perairan Laut dan Cara Menjaga Kelestariannya


6 manfaat perairan laut dan cara menjaga kelestariannya. Bumi ini terdiri dari daratan dan lautan. Laut merupakan bagian dari permukaan bumi yang tertutup oleh air dan mempunyai kadar garam yang cukup tinggi. Sebenarnya luas permukaan bumi (perairan darat) adalah 510 juta Km2 dan tiga perempatnya (75%) merupakan laut. Hal ini malah justru memberikan keuntungan tersendiri terhadap negara yang sedang berkembang. Jika sebuah negara dapat dan mampu memanfaatkan perairan laut maka secara langsung dapat mendongkrak kemakmuran rakyat Indonesia. Negara Indonesia terkenal akan julukan negara maritime sebab Indonesia mempunyai wilayah laut yang sangat luas jika dibandingkan dengan wilayah daratan. Nah, langsung saja kita simak tentang manfaat perairan laut dan cara menjaganya.

Manfaat Perairan Laut

Telah kita ketahui bahwa perairan laut memberikan banyak manfaat khususnya bagi kehidupan manusia. Manfaat-manfaat perairan laut tersebut antara lain :

1. Sebagai Sumber Kehidupan Nelayan

Manfaat perairan laut yang pertama yaitu sebagai sumber kehidupan bagi nelayan. Di dalam laut terdapat banyak jenis ikan, kerang, kepiting, udang dan sebagainya. Dari hasil laut tersebut, para nelayan dapat memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Sehingga para nelayan saling berlomba-lomba untuk mendapatkan ikan yang banyak. Tetapi semakin ketatnya persaingan banyak nelayan yang melakukan percurangan seperti menangkap ikan dengan bom. Hal tersebut akan mengakibatkan langkanya beberapa jenis ikan dan hewan laut lainnya.

2. Sebagai Pengendali Iklim Dunia

Perbedaan antara sifat fisik air laut dengan sifat fisik daratan yang berbeda dapat menimbulkan gerakan udara (angin). Bersama dengan angin tersebut, uap air laut akan terbawa dan dapat menyejukkan atau memanaskan tempat yang dilaluinya serta dapat menimbulkan turunnya hujan. Arus panas dan arus dingin dapat mempengaruhi klimatologi suatu daerah.

3. Sebagai Tempat Perhubungan dan Transportasi

Laut merupakan sarana transportasi murah yang dapat menghubungkan satu pulau ke pulau lainnya serta sarana perhubungan seperti sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya. Transportasi laut dapat berupa kapal penumpang, kapal barang dan kapal pesiar.

4. Sebagai Sumber Pembangkit Listrik

Pergerakan air laut yang terjadi setiap harinya baik itu ombak atau arus laut maupun pergerakan pasang atau surut air laut dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik sebab pergerakan air tersebut dapat menimbulkan sebuah sumber energi listrik.

5. Sebagai Sumber Minyak Bumi

Kita pasti pernah melihat bangunan yang tinggi dan besar di tengah laut lepas. Bangunan tersebut dibuat oleh perusahaan-perusahaan minyak untuk membangun kilang minyak. Hal tersebut dikarenakan banyak sumber minyak bumi maupun gas alam yang berguna bagi kehidupan manusia. Setelah para ahli melakukan penelitian, mereka memperkirakan bahwa kandungan minyak bumi dan gas alam yang terdapat di laut jauh lebih besar jika dibandingkan dengan yang ada di daratan.

6. Sebagai Tempat Sarana Rekreasi

Laut merupakan sarana rekreasi yang paling murah dan menyenangkan. Pemandangan di laut seperti air laut berwarna biru dan angin yang semilir akan menghilangkan penat dari aktivitas sehari-hari sehingga setelah dari laut pikiran dan badan akan kembali segar dan siap untuk melakukan aktivitas lagi.

Cara Menjaga Kelestarian Laut

Jika kita pergi ke laut atau pantai pasti pemandangan akan terganggu oleh adanya sampah di mana-mana. Sehingga laut akan terlihat sangat kotor dan semakin terekploitasi. Banyak dampak yang ditimbulkan akibat laut kotor seperti perubahan suhu, naiknya permukaan laut serta langkanya bahkan hilangnya biota laut yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber kehidupan manusia. Oleh karena itu jagalah laut kita agar tetap indah. Menjaga kelestarian laut tidak hanya pemerintah atau petugas laut saja melainkan tanggung jawab kita semua karena kita sendiri yang akan menikmatinya. Menjaga kelestarian laut dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain :

1. Kurangi Konsumsi Makanan Laut

Pada zaman sekarang ini sudah banyak orang yang menyukai makanan seafood (makanan laut). Jika setiap hari para pengusaha makanan seafood mengambil ikan atau biota laut secara berlebihan karena memenuhi permintaan konsumen maka lama kelamaan ikan atau biota laut tersebut akan semakin berkurang jumlahnya bahkan dapat mengalami kepunahan. Jadi sebaiknya boleh makan seafood dengan bijak-bijak dan tidak berlebihan. Hal tersebut sudah membantu dan menjaga para biodata laut agar tidak punah.

2. Kurangi Penggunaan Energi

Penggunaan energi sering dilakukan setiap hari tanpa kita menyadarinya. Contohnya selalu menggunakan motor walaupun jaraknya dekat. Hal tersebut dapat merusak udara lingkungan akibat asap dari motor tersebut. Oleh karena itu kurangilah dalam penggunaan motor agar udara tetap segar dan sejuk. Selalu mematikan lampu jika tidak digunakan juga salah satu contoh dari penghematan energi.

3. Kurangi Pemakaian Produk Berbahan Plastik

Sampai saat ini ada sebagian orang yang belum sadar akan menjaga laut. jika kita ke pantai atau laut banyak ditemukan plastik-plastik yang sudah mengapung di air laut. hal tersebut dapat membuat pantai menjadi kotor. Plastik juga bisa mempunyai andil dalam perusakan ekosistem laut.

Demikianlah artikel tentang 6 manfaat perairan laut dan cara menjaga kelestariannya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda.

Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial Dalam Suatu Masyarakat

Bentuk – Bentuk Mobilitas Sosial Dalam Suatu Masyarakat


Bentuk-bentuk mobilitas sosial dalam suatu masyarakat. Mobilitas berasal dari  kata latin mobilis yang artinya dapat dipindahkan atau gerak. Adanya kata tambahan sosial pada mobilitas sosial berarti kata tersebut menekankan pada aspek kemasyarakatan yang melibatkan seseorang ada dalam masyarakat. Sehingga mobilitas sosial adalah gerak perpindahan dari status sosial yang satu ke status yang lain. Bentuk – bentuk mobilitas sosial yaitu sebgai berikut :

A. Mobilitas sosial vertikal (vertical social mobility)

Mobilitas sosial vertikal yaitu perpindahan status seseorang pada lapisan yang berbeda. Pada mobilitas sosial ini terjadi perpindahan yang tidak sama, yaitu bergerak naik atau turun dari strata satu ke strata yang lain. Mobilitas sosial vertikal ada 2 macam bentuk yaitu :
  1. Masuknya individu yang semula mempunyai kedudukan yang lebih rendah ke lapisan yang lebih tinggi, dimana kedudukan tersebut telah tersedia
  2. Menggantikan kedudukan yang semula kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
Mobilitas sosial dibagi menjadi 2 macam yaitu mobilitas sosial vertikal naik (social climbing) dan mobilitas sosial vertikal turun (social sinking).
  1. Social Climbing, yaitu perpindahan kedudukan seseoramg dari lapisan yang rendah ke lapisan yang lebih tinggi. Penyebab social climbing yaitu untuk melakukan peningkatan prestasi kinerja dan untuk menggantikan kedudukan yang kosong akibat adanya proses peralihan generasi.
  2. Social Sinking, yaitu perpindahan kedudukan seseorang dari lapisan yang tinggi ke lapisan yang lebih rendah. Proses social sinking seringklai menimbulkan gejoalk psikis bagi seseorang karena ada perubaha pada hak dan kewajiban. Penyebab social sinking yaitu akan memasukki masa pensiun dan berbuat kesalahan yang fatal.

B. Mobilitas sosial horizontal (horizontal social mobility)

Mobilitas sosial haorizontal adalah perubahan yang di alami seseorang pada lapisan yang sama, tanpa mengubah tinggi rendahnya kedudukan semula. Factor penyebab terjadinya mobilitas sosial horizontal yaitu :
  • Alasan faktor ekonomi. Seseorang beralih pekerjaan yang sederajat dengan tujuan untuk dapat keuntungan yang lebih besar dari pekerjaan yang sebelumnya.
  • Alasan faktor keamanan. Seseorang yang pindah dari wilayah satu ke wilayah lain dikarenakan adanya perubahan struktur wilayah tersebut. Gunanya untuk melakukan keamanan diri.
  • Alasan dengan nafkah hidup. Seseorang yang bekerja di suatu wilayah mereka hidupnya tidak pernah menetap, sehingga mereka akan berpindah dari satu tempat ke tempat lain

C. Mobilitas sosial antargenerasi

Mobilitas sosial antargenerasi adalah perpindahan status sosial seseorang yang terjadi antar generasi atau lebih. Mobilitas ini terjadi karena adanya perubahan status sosial dalam keluarga. Mobilitas ini mengacu pada perbedaan status yang dapat dicapai seseorang yang telah dimiliki keluarganya sendiri dibandingkan dengan status sosial yang dimiliki orang tuanya. Mobilitas sosial ada 2 macamnya yaitu :
  1. Mobilitas intergenerasi, yaitu peralihan status yang dimiliki seseorang yang terjadi diantara beberapa generasi. Pada suatu keluarga pasti memiliki status yang beda – beda. Dalam mobilitas intergenerasi ini memiliki 2 bentuk yaitu mobilitas intergenerasi yang naik dan mobilitas intergenerasi yang turun.
  2. Mobilitas intragenerasi, yaitu peralihan status yang dimiliki seseorang yang terjadi dalam satu generasi yang sama.  Mobilitas ini hanya terjadi pada generasi yang sama. Jika dalam keluarga memiliki seorang anak yang banyak pasti tersebut anak tersebut akan berbeda – beda status sosialnya. Dalam mobilitas intragenerasi ini juga terdapat gerak naik turun.
Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang bentuk – bentuk mobilitas sosial dalam suatu masyarakat. Semoga bermanfaat bagi anda.

Thursday, October 6, 2016

Macam – Macam Arus Laut Dunia [Lengkap]

Macam – Macam Arus Laut Dunia [Lengkap]


Macam-macam arus laut dunia. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang arus laut. Arus laut dapat disebut juga dengan gerakan air laut. Arus laut merupakan aliran air laut yang memiliki arah dan peredaran yang tetap dan teratur. Arus laut juga dapat dikatakan sebagai gerakan massa air laut dari suatu tempat ke tempat lain dengan arah vertikal dan horizontal sehingga dapat menuju keseimbangannya. Terjadinya arus di lautan dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu :
  1. Faktor Internal merupakan faktor yang disebabkan oleh perbedaan densitas massa air laut, gradient tekanan mendatar dan gesekan lapisan air
  2. Faktor Eksternal merupakan faktor yang disebabkan oleh tiupan angin, gaya gravitasi, gaya tektonik dan perbedaan tekanan udara
Di dunia arus laut sangat bermacam-macam jenisnya. Nah, untuk lebih jelasnya tentang macam-macam arus laut dunia simaklah artikel di bawah ini hingga selesai.

Macam – Macam Arus Laut

Macam – macam arus laut dapat dibedakan menjadi beberapa jenis antara lain :

1. Arus Laut Berdasarkan Letaknya

Berdasarkan letaknya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Atas merupakan arus yang bergerak di permukaan laut
  • Arus Bawah merupakan arus yang bergerak di bawah permukaan laut
2. Arus Laut Berdasarkan Suhunya

Berdasarkan suhunya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Panas merupakan arus yang dapat terjadi jika suhu air laut lebih panas atau lebih tinggi dari pada suhu air laut di sekitarnya
  • Arus Dingin merupakan arus yang dapat terjadi jika suhu air laut lebih dingin dari suhu air laut sekitarnya
3. Arus Laut Berdasarkan Kedalamannya

Berdasarkan kedalamannya, arus laut dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu :
  • Arus Permukaan merupakan arus yang dapat terjadi pada beberapa ratus meter dari permukaan, memiliki arah gerak horizontal serta dipengaruhi oleh pola sebaran angin
  • Arus Dalam merupakan arus yang dapat terjadi jauh di dasar kolam peraran, dan arah pergerakannya tidak dipengaruhi oleh pola sebaran angin serta membawa massa air dari daerah kutub ke daerah ekuator
4. Arus Laut Berdasarkan Terjadinya

Berdasarkan terjadinya, arus laut dapat dibedakan menjadi lima macam yaitu :
  • Arus Ekman merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh angin
  • Arus Pasut merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh pasut
  • Arus Termohaline merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh densitas dan gravitasi
  • Arus Wind Driven Current merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh pola pergerakan angin serta dapat terjadi di lapisan permukaan
  • Arus Geostropik merupakan arus yang dapat dipengaruhi oleh gradient tekanan mendatar dan gaya corolis

Persebaran Arus Laut Di Samudra

1. Di Samudra Pasifik

Pada samudra Pasifik dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Utara merupakan arus panas yang mengalir menuju arah barat sejajar dengan khatulistiwa yang di dorong oleh angin pasat timur laut
  • Arus Kuroshio merupakan arus panas yang menyurut sebelah timur kepulauan Jepang dan kepesisir Amerika Utara. Arus ini di dorong oleh angin barat
  • Arus Kalifornia merupakan arus yang mengalir di sepanjang pesisir barat Amerika Utara ke arah selatan menuju khatulistiwa. Arus kalifornia adalah lanjutan arus kuroshio dan termasuk arus menyimpang karena pengaruh daratan serta arus dingin
  • Arus Oyashio merupakan arus dingin dari selat Bering atau angin timur yang menuju ke selatan Kepulauan Jepang dan bertemu dengan arus Kuroshio. Pertemuan arus dingin Oyashio dengan arus panas Kuroshio terdapat daerah perikanan yang kaya akan ikan karena daerah tersebut terdapat plankton yang sangat melimpah
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas yang bergerak ke barat sejajar dengan garis khatulistiwa akibat angin pasat tenggara
  • Arus Humbold atau arus Peru merupakan arus dingin dari Amerika Selatan ke arah utara. Arus jenis ini di dorong oleh angin pusat tenggara
  • Arus Australia Timur merupakan lanjutan arus Khatulistiwa Selatan yang mengalir di sepanjang pesisir Australia Timur dari arah utara ke selatan
  • Arus Angin Barat merupakan lanjutan dari sebagian arus Australia Timur yang mengalir menuju ke timur pada lintang 300 - 400 LS. Arus jenis ini di dorong oleh angin barat
2. Di Samudra Atlantik

Pada samudra Atlantik dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Khatulistiwa Utara merupakan arus panas di dorong oleh angin pasat timur laut
  • Arus Teluk Gulfstrem merupakan arus panas dari khatulistiwa menuju teluk Mexico dan keluar melalui Selat Florida sebagai arus Florida
  • Arus Greenland Timur merupakan arus laut dingin yang bergerak dari kutub utara menuju pulau Greenland
  • Arus Labrador merupakan arus yang berasal dari kutub utara yang mengalir ke selatan menyusuri pantai timur Labrador. Arus Labrador ini di dorong oleh angin timur dan merupakan arus dingin yang umumnya membawa gunung es untuk dihanyutkan
  • Arus Canari merupakan arus dingin kelanjutan arus teluk dari daratan Spanyol ke selatan menyusuri pantai barat Afrika Utara
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa 
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat sejajar dengan khatulistiwa. Arus ini termasuk arus panas dan di dorong ke selatan oleh angin pasat tenggara
  • Arus Brazilia merupakan arus panas yang mengalir menyusuri pantai Amerika Selatan atau Brazilia dan terus mengalir ke selatan
  • Arus Benguela merupakan arus dingin dari angin barat kea rah utara menyusuri pantai barat Afrika Selatan
  • Arus Angin Barat merupakan arus lanjutan dari sebagian arus Brazilia yang mengalir kea rah timur pada lintang 300 - 400 LS yang sejajar dengan garis ekuator. Arus ini di dorong oleh angin barat dan termasuk arus dingin
3. Di Samudra Hindia

Pada samudra Hindia dapat dibagi menjadi dua tempat yaitu :

a. Di Sebelah Utara Khatulistiwa
  • Arus Laut di Samudra Hindia ini berbeda dengan arus di Samudra lain karena mengalami pergantian arah dan kecepatan yang tidak tetap dalam setengah tahunnya yang dipengaruhi oleh pergerakan angin musim
  • Arus Muson Barat Daya merupakan arus panas yang mengalir menuju ke timur menyusuri laut Arab dan Teluk Benguela. Arus ini di dorong oleh angin  Muson Barat Daya
  • Arus Muson Timur Laut merupakan arus panas yang mengalir menuju ke barat menyusuri teluk Benguela  dan laut Arab. Arus ini di dorong oleh angin Muson Timur Laut
b. Di Sebelah Selatan Khatulistiwa 
  • Arus Khatulistiwa Selatan merupakan arus panas dari arus Khatulistiwa ke arah barat dan di dorong oleh angin pasat tenggara
  • Arus Maskarena dan Arus Agulhas merupakan arus menyimpang dan juga termasuk arus panas. Arus Maskarena mengalir menuju ke selatan dan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Timur. Sedangkan arus Agulhas mengalir menuju ke selatan dan menyusuri pantai Pulau Madagaskar Barat
  • Arus Angin Barat merupakan arus laut dingin yang menyusuri pantai barat Benua Australia ke arah utara

Demikianlah artikel tentang macam-macam arus laut dunia. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca

Wednesday, October 5, 2016

8 Manfaat Danau Bagi Makhluk Hidup Terutama Manusia

8 Manfaat Danau Bagi Makhluk Hidup Terutama Manusia


8 manfaat danau bagi makhluk hidup terutama manusia. Danau adalah salah satu sumber mata air yang keberadaannya sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup. Danau merupakan sebuah cekungan yang digenangi oleh air tawar dalam jumlah yang sangat banyak dan luas dan dikelilingi oleh daratan. Air yang terdapat di danau dapat berasal dari mata air, air tanah, air sungai yang bermuara di danau atau dapat juga berasal dari air hujan. Jika dilihat danau memiliki bentuk seperti kolam yang memiliki ukuran sangat besar. Danau dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu danau alami (danau yang terbentuk secara alami) dan danau buatan (danau yang dibuat dengan campur tangan manusia). Danau sangat penting bagi kehidupan organisme di dalam danau maupun bagi kehidupan di sekitarnya. Nah untuk lebih jelasnya tentang manfaat danau, simaklah artikel di bawah ini.

Manfaat Danau

Sebenarnya danau memiliki banyak manfaat bagi kehidupan makhluk hidup terutama manusia. Manfaat danau tersebut antara lain :

1. Memenuhi Kebutuhan Air Sehari-hari

Danau sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup dalam kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau musim kemarau melanda. Di saat itulah peran danau sangat penting karena danau dapat digunakan sebagai sumber mata air yang dimanfaatkan untuk minum, memasak, mencuci dan lain-lain.

2. Sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA)

Kekuatan air yang dimiliki danau ini, energinya dapat dirubah menjadi salah satu jenis pembangkit listrik. Hal tersebut justru akan memberikan manfaat yang sangat besar bagi manusia sebagai pengguna listrik karena listrik nantinya akan disalurkan ke rumah-rumah. Listrik akan membuat kehidupan manusia lebih modern dan terarah. Adanya listrik juga dapat membantu kehidupan manusia sehari-hari dalam segala bidang.

3. Sebagai Sarana Irigasi

Danau juga dapat dimanfaatkan sebagai irigasi untuk mengairi area pertanian. Danau merupakan tempat untuk menampung banyak air tawar sehingga sangat cocok dan sangat membantu untuk pertanian. Oleh karena itu, area pertanian mendapatkan cukup air untuk mengairi tanaman-tanaman yang ada di area tersebut. Sehingga tanaman-tanaman pertanian tersebut akan tumbuh menjadi subur.

4. Sebagai Tempat Memelihara Ikan Tawar

Danau juga sangat bermanfaat sebagai tempat memelihara ikan tawar karena kebanyakan danau berisi air tawar. Danau berbentuk cekungan yang sangat besar sehingga dapat memudahkan untuk memelihara atau membudidayakan ikan air tawar pada danau tersebut. Jika dimanfaatkan sebagai tempat memelihara ikan, danau harus ditanami tumbuh-tumbuhan yang dapat tumbuh di air tawar seperti enceng gondok. Gunanya enceng gondok di danau yaitu sebagai makanan ikan secara alami karena berasal dari alam. Sebuah danau yang dimanfaatkan untuk memelihara ikan lama kelamaan dapat menunjang perekonomian penduduk sekitar danau.

5. Sebagai Tempat untuk Pengembangan Nilai Budaya

Sebuah danau juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengembangkan nilai budaya lokal yang umumnya masih bersifat tradisional. Contohnya danau dapat digunakan untuk upacara-upacara adat pada daerah tertentu. Secara tidak langsung hal tersebut justru dapat dikatakan sebagai kegiatan untuk melestarikan nilai budaya agar tradisi tersebut tidak hilang oleh zaman. Di samping itu, upacara-upacara adat juga dapat digunakan untuk merekatkan persaudaraan dan kerukunan antar warga masyarakat.

6. Membantu Proses Produksi Barang

Danau dapat dimanfaatkan untuk membantu proses produksi barang. Biasanya hal ini dapat terjadi di pabrik-pabrik besar yang kegiatan produksinya membutuhkan supplay air yang sangat banyak. Sehingga pabrik-pabrik tersebut membutuhkan air pada danau untuk memenuhi kebutuhannya. Karena air danau dapat digunakan untuk melancarkan proses produksi barang pada sebuah pabrik besar.

7. Membantu Proses Penyuburan Tanah

Danau yang terdapat di tengah-tengah daratan akan membuat tanah di sekitar danau menjadi lebih subur. Karena air danau akan meresap ke dalam tanah-tanah yang ada di sekitarnya secara otomatis tanah di sekitar danau akan selalu basah dan lama kelamaan akan menjadi subur. Tidak heran jika tanaman di sekitar danau tampak lebih segar, subur dan tentunya sangat hijau. Hal tersebut akan membawa keuntungan bagi para penduduk di sekitar danau untuk menanam tanaman tertentu yang akan dijual kepada masyarakat luas.

8. Sebagai Sarana Rekreasi atau Wisata

Danau dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk rekreasi atau wisata bersama keluarga. Di sekitar danau di kelilingi banyak pohon sehingga udaranya sangat sejuk sehingga cocok untuk membuat pikiran menjadi segar kembali setelah sibuk dengan aktivitas sehari-hari. Danau terkenal akan pemandangannya yang sangat bagus sehingga sayang kalau di lewatkan. Di samping itu, banyak danau yang menawarkan wahana atau permainan untuk memanjakan para pengunjung.


Demikianlah artikel tentang 8 manfaat danau bagi makhluk hidup. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda. Selamat membaca..

Periodesasi Kebudayaan Zaman Batu Muda dan Zaman Batu Besar

Periodesasi Kebudayaan Zaman Batu Muda dan Zaman Batu Besar


Periodesasi kebudayaan zaman batu muda dan zaman batu besar. Periodesasi yaitu tahap perkembangan kebudayaan masyarakat pada zaman prasejarah. Pada kesempatan ini saya akan membahas periodesasi kebudayaan zaman batu muda (neolitikum) dan zaman megalitikum. zaman megalitikum ini banyak hasil kebudayaannya berupa batu besar yang sering digunakan untuk kegiatan pemujaan terhadap roh nenek moyang. Sedangkan pada zaman batu muda manusia sudah dapat memproduksi makanan sendiri dan itu merupakan revolusi manusia. Peninggalan kebudayaan berupa alat – alat pun tidak cukup banyak pada zaman batu muda ini. Sedangkan pada zaman megalitikum alat – alat hasil kebudayaannya cukup banyak, dibandingkan pada zaman batu muda.

1. Zaman batu muda (neolitikum)

Pada masa ini perkembangan manusia sudah sangat maju dibandingkan pada masa sebelumnya. Karena manusia pada zaman ini sudah mulai menghasilkan makanan sendiri (food producing). Artinya bahwa manusia pada zaman ini sudah tinggal menetap dan bercocok tanam. Alat – alat pada zaman batu muda sudah halus, karena sudah mengenal teknik mengasah. Contoh hasil kebudayaan pada zaman batu muda :
  1. Kapak persegi, yaitu kapak yang bentukya memanjang. Daerah penemuan alat ini yaitu diantaranya Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dll. Kegunaan alat ini yaitu untuk keperluan perlengakapan uapacara.
  2. Kapak lonjong, yaitu kapak yang berbentuk lonjong pada penampangnya. Tetapi pada ujungnya lancip ditempatkan tangkai. Kapak lonjong ini ada 2 macam yaitu Kleinbeil disebut kapak yang berukuran kecil. Sedangkan kapak yang berukuran besar yaitu disebut dengan Walzenbeil. Kegunaan alat ini yaitu untuk kepentingan upacara. Tempat penemuan kebanyakan di Indonesia Bagian Timur yaitu Sulawesi, Flores, Maluku dll.
  3. Gerabah. Selain kedua alat di atas ada juga alat gerabah yang sering di gunakan untuk keperluan upacara juga. Atau bahkan untuk hiasan. Tempat penemuan gerabah ini yaitu di Jawa, Sumatra, Sulawesi.
Jadi intinya dari beberapa alat di atas kebanyakan digunakan untuk keperluan upacara sehari – hari. Manusia pendukung pada zaman batu muda yaitu bangsa proto melayu ( melayu tua) yang muali ada pada 2000 SM. Kepercayaan masyarakat pada zaman batu muda yaitu percaya pada roh – roh yang berkekuatan alam gaib dan benda yang memiliki kekuatan gaib.

2. Zaman batu besar (megalitikum)

Pada zaman megalitikum disebut kebudayaan batu besar karena pada saat itu batu yang dihasilkan berukuran besar. Yang digunakan untuk kegiatan keagamaan penghormatan dan pemujaan terhadap leluhur. Hasil – hasil kebudayaan megalitikum memberikan mengenalkan kita pada perkembangan kepercayaan, terutama pemujaan terhadap arwah nenek moyang. Contoh hasil kebudayaan megalitikum :
  1. Menhir, yaitu tugu batu yang terbuat dari batu tunggal sebagai tanda melambangkan arwah nenek moyang. Sehingga menhir menjadi benda pemujaan. Fungsi dari menhir ini yaitu sebagai tempat untuk pemujaan terhadap roh nenek moyang yang telah meninggal. Menhir ini banyak ditemukan di Pasemah, Sumatra Selatan.
  2. Punden berundak, yaitu bangunan pemujaan terhadap roh nenek moyang yang bentuknya bertingkat – tingkat. Punden berundak banyak ditemukan didaerah sukabumi, Jabar.
  3. Dolmen, yaitu meja batu yang digunakan sebagai tempat meletakkan sesaji.
  4. Sarkofagus, yaitu peti jenazah yang terbentuk seperti lesung tapi memiliki tutup yang digunakan untuk menyimpan mayat. Sarkofagus sama halnya dengan keranda. Tempat penemuan sarkofagus yaitu Bali dan Sumbawa Barat.
  5. Kubur peti batu, yaitu peti jenazah yang terpendam di dalam tanah dan berbentuk persegi panjang. Kubur peti batu banyak ditemukan di Kuningan, Jabar.

Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang periodesasi kebudayaan zaman batu muda dan  zaman batu besar. Semoga bermanfaat bagi anda.

Sunday, October 2, 2016

Ciri – Ciri Sosial Masyarakat Pada Masa Berburu dan Bercocok Tanam

Ciri – Ciri  Sosial Masyarakat Pada Masa Berburu dan Bercocok Tanam

Ciri-ciri sosial masyarakat pada masa berburu dan bercocok tanam. Perkembangan manusia pada zaman dahulu mengalami beberapa tahap (periodesasi) yaitu diantaranya mulai dari masa berburu dan bercocok tanam. Masyarakat berburu pada zaman dahulu umumnya hidup berpindah – pindah sesuai dengan keadaan alam berdasarkan ketersediaan makanan di tempat satu dengan tempat lainnya. Sedangkan pada saat masa bercocok tanam masyarakat sudah mulai berkembang dalam berpikir sehingga dapat mempertahankan hidupnya dengan cara sudah mampu memproduksi bahan makanan sendiri dan tinggalnya sudah menetap tidak berpindah pindah lagi.

1. Masyarakat pada masa berburu (food gathering)

Pada masa ini keadaan alam belum stabil dan kondisinya masih berubah – ubah. Sehingga mengakibatkan perkembangan kebudayaannya masih begitu lambat. Masyarakat berburu masih sangat tergantung pada alam sekitar dan tinggalnya pun di alam terbuka. Manusia pendukung pada masa ini yaitu : Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Soloensis dan Homo Wajakensis.

a. Ciri – ciri sosial
  1. Hidupnya mengelompok
  2. Hidupnya berpindah – pindah
  3. Tinggal di alam terbuka (gua – gua dekat sungai)
  4. Terjadi pembagian kerja antara laki – laki dan perempuan. Laki – laki bertugas berburu, sedangkan perempuan menjaga anak.
  5. Konsep perkawinan yang tidak begitu jelas.
b. Ciri – ciri budaya dan teknologi
  • Masyarakat berburu membuat peralatan hidup dari batu tulang dan kulit kayu
  • Sudah membuat perhiasan sangat primitif yaitu dengan merangkai kulit kerang.
Benda – benda hasil kebudayaan berburu yaitu sebagai berikut :

1. Kapak perimbas

Kapak yang tidak memiliki tangkai dan digunakan dengan menggenggam. Penemuan kapak ini yaitu di daerah Punung (kab Pacitan) oleh Von Koeningswald (1935).

2. Alat serpih

Bentuk alat serpih ini sangat sederhana dan biasa digunakan sebagai pisau atau alat penusuk. Alat ini di temukan oleh Von Koeningswald (1934) di Sangiran.

3. Flakes

Alat ini seperti kapak gengam tapi bentuknya kecil. Orang dahulu tinggal gua – gua sebagai tempat tinggal. Tempat tinggal di gua – gua disebut Abris Sous Roche yang banyak di temukan di Leang – leang Sulawesi Selatan. Selain itu juga di temukan tumpukan kulit kerang yang menggunung yang di sebut dengan Kjokkenmoddinger. Yang menunjukkan masyarakat dulu tinggal di tepi pantai.

4. Alat – alat tulang

Pembuatan alat tulang ini diperoleh dari tulang – tulang binatang hasil buruannya. Yang dibuat untuk dapat membantu usaha memenuhi kebutuhan hidupnya.

c. Ciri kehidupan ekonomi

Masyarakat berburu hidupnya masih bergantung pada alam dan berkelompok untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tempat tinggal mereka pun tidak menetap atau berpidah – pindah.

d. Kepercayaan

Pada masa berburu masyarakatnya mengenal penguburan mayat orang yang sudah meninggal berarti masyarakat tersebut sudah mengenal kepercayaan tentang hubungan antara orang hidup dengan orang yang sudah meninggal.

2. Masyarakat pada masa bercocok tanam

Pada masa bercocok tanam ini manusia sudah dapat mempertahankan hidupnya. Sehingga manusia tersebut sudah menetap di suatu tempat. Masa bercocok tanam ini manusia sudah mulai membuka perladangan dengan membersihkan hutan dan menanaminya atau yang disebut dengan berhuma. Dengan cara ini mereka memproduksi makanan dasar utama untuk hidup menetap.

a. Ciri sosial

Kehidupan masyarakat pada masa bercocok tanam sudah mengalami peningkatan yang begitu pesat. Kehidupan masyarakat yang berbeda dari sebelumnya yaitu manusia sudah mengenal bekerja sama secara gotong royong.

b. Ciri hasil budaya
  1. Alat batu, gerabah dan perhiasan. Peralatan yang di buat dari batu ini digunakan untuk membantu manusia dalam mempertahankan hidup.
  2. Bangunan megalithikum. Bagunan yang dibangun untuk kegiatan religius yaitu berdasarkan kepercayaan adanya hubungan antara alam fana dengan alam baka.
c. Ciri ekonomi

Dalam masa bercocok tanam ini masyarakat mengenal tukar menukar barang dengan barang atau di sebut dengan sistem barter. Dengan adanya sistem ini terciptalah pasar sebagai tempat pertemuan penjual dan pembeli.

d. Kepercayaan

Masyarakat pada masa bercocok tanam sudah beranggapan terhadap pemberian penghormatan terakhir pada orang yang telah meninggal. Dan kepercayaan ini terus berkembang dari zaman  ke zaman.


Demikianlah yang dapat saya sampaikan tentang ciri sosial masyarakat berburu dan bercocok tanam. Semoga bermanfaat bagi anda.

Disqus Shortname

Ad Inside Post

Comments system